Diposkan pada Makalah

Makalah Bioteknologi dalam Bidang Pangan

KATA PENGANTAR

            Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah, karena atas rahmat, taufik, dan hidayah-Nylah sehingga saya dapat menyelesaikan Makalah Mikrobiologi “Bioteknologi dalam Bidang Pangan”.

            Pada kesempatan kali ini, saya mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah meluangkan waktunya untuk membantu saya dalam menyelesaikan makalah ini, diantaranya :

  1. Bapak Sigit Nugroho S.Pd selaku guru dalam mapel tersebut.
  2. Kedua orangtua yang selalu memberi motivasi baik moril maupun materiil.
  3. Teman-teman atas kerja samanya dalam penyusunan makalah ini.

            Saya menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini, tentu masih terdapat beberapa kesalahan dan masih jauh dari yang diharapkan. Maka dari itu, kami membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun, agar kedepannya dapat mencapai kesempurnaan.

            Akhir kata, semoga Makalah ini dapat digunakan dan dimanfaatkan bagi kita semua. Amin.

Pati, 17 Januari 2014

Penulis

 BAB I

PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang

            Bioteknologi adalah pemanfaatan mikroorganisme untuk menghasilkan suatu produk yang dapat digunakan oleh manusia.Bioteknologi dibagi menjadi dua, yaitu, bioteknologi konvensional (tradisional) dan bioteknologi modern.Bioteknologi konvensional biasanya menggunakan mikroorganisme berupa bakteri, jamur, dll. Sedangkan bioteknologi modern biasanya menggunakan teknologi-teknologi yang dapat membantu kita dalam proses pengkloningan, kultur jaringan.

     Pengolahan makanan dengan cara fermentasi merupakan jenis pengolahan makanan yang cukup tua. Secara tradisional banyak dilakukan di tingkat rumah tangga. Indonesia sangat kaya akan produk-produk pangan hasil proses fermentasi. Salah satu contohnya tape. Untuk itu agar tape tidak punah dikalangan masyarakat dibuatnya makalah ini.

1.2            Rumusan Masalah

  1. Apa itu tape?
  2. Teknologi apa yang digunakan untuk membuat tape?
  3. Apa saja kelebihan dan kekurangan dari tape?
  4. Bagaimana reaksi ketika pembuatan tape?
  5. Bagaimana cara membuat tape?

1.3       Tujuan

  1. Mengetahui pengertian tape.
  2. Mengetahui teknologi yang digunakan dalam pembuatan tape.
  3. Mengetahui kelebihan dan kekurangan dari tape.
  4. Mengetahui reaksi yang terjadi selama pembuatan tape.
  5. Mengatahui caara pembuatan tape.

 BAB II

PEMBAHASAN

2.1          Pengertian Tape

            Tape merupakan makanan fermentasi tradisional yang sudah tidak asing lagi.Tape dibuat dari beras, beras singkong, atau dari singkong (ketela pohon). Berbeda dengan makanan-makanan fermentasi lain yang hanya melibatkan satu mikroorganisme yang berperan utama, seperti tempe atau minuman alkohol, pembuatan tape melibatkan banyak mikroorganisme.

tape_singkong

            Tape dibuat dari bahan dasar ketela pohon dengan menggunakan sel-sel ragi. Ragi menghasilkan enzim yang dapat mengubah zat tepung menjadi produk yang berupa gula dan alkohol. Di dalam ragi tape terdapat mikroorganisme yang dapat mengubah karbohidrat (pati) menjadi gula sederhana (glukosa) yang selanjutnya diubah lagi menjadi alkohol. Beberapa jenis mikroorganisme yang terdapat dalam ragi adalah Chlamydomucor oryzae,Rhizopus oryzae, Mucor sp. , Candida sp. , Saccharomyces cerevicae, Saccharomycesverdomanii, dan lain-lain.

2.2       Teknologi Pembuatan Tape

Pembuatan tape termasuk dalam bioteknologi konvensional (tradisional) yakni bioteknologi yang memanfaatkan mikroorganisme untuk memproduksi alkohol, asam asetat, gula, atau bahan makanan, seperti tempe, tape, oncom, dan kecap.

  • Keuntungan Bioteknologi Konvensional
  1. Meningkatkan nilai gizi dari produk-produk makanan dan minuman, seperti air susu menjadi yoghurt, mentega, keju.
  2. Teknologinya relatif sederhana,
  3. Menciptakan sumber makanan baru, misalnya dari air kelapa dapat dibuat Nata de coco
  4. Secara tidak langsung dapat meningkatkan perekonomian rakyat karena bioteknologi konvensional tidak banyak membutuhkan biaya karena biaya yang digunakan relatif murah
  5. Pengaruh jangka panjang umumnya sudah diketahui karena sistemnya sudah mapan
  • Kerugian Bioteknologi Konvensional
  1. Tidak dapat mengatasi masalah ketidaksesuaian (inkompatibilitas) genetic
  2. Perbaikan sifat genetik tidak terarah
  3. Hasil tidak dapat diperkirakan sebelumnya
  4. Memerlukan waktu yang relatif lama untuk menghasilkan galur baru
  5.       Tidak dapat mengatasi kendala alam dalam sistem budidaya tanaman, misalnya hama.

2.3     Kelebihan dan Kekurangan Tape

  • Kelebihan Tape

Fermentasi tapai dapat meningkatkan kandungan Vitamin B1(tiamina) hingga tiga kali lipat. Vitamin ini diperlukan oleh sistem saraf, sel otot, dan sistem pencernaan agar dapat berfungsi dengan baik.

Kelebihan lain dari tapai adalah kemampuannya tapai mengikat danmengeluarkan aflatoksin dari tubuh. Aflaktosin merupakan zat toksik atau racun yang dihasilkan oleh Kapang.

  • Kelemahan Tape

Konsumsi tapai yang berlebihan dapat menimbulkan infeksi pada darah dangangguan sistem pencernaan. Selain itu, beberapa jenis bakteri yang digunakan dalam pembuatan tapai berpotensi menyebabkan penyakit pada orang-orang dengan sistem imun yang terlalu lemah seperti anak-anak balita, kaum lanjut usia, atau penderita HIV .

2.4     Reaksi Tape

Reaksi dalam fermentasi singkong menjadi tape adalah glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana , melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5OH). Reaksi fermentasi ini dilakukan oleh ragi, dan digunakan pada produksi makanan.

Persamaan Reaksi Kimia :

C6H 12O6         ®     2C2H5OH  + 2CO2 + 2ATP

Energi yang dilepaskan: 118 kJ /mol) dijabarkan sebagai Gula (glukosa, fruktosa, atau sukrosa) ®Alkohol (etanol) +Karbon dioksida + Energi(ATP).

Fermentasi ini sendiri adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan       anaerobik (tanpa oksigen).

Fermentasi yang baik dilakukan pada suhu 28-30ͦ C dan membutuhkan waktu 45 jam .

2.5       Pembuatan Tape

  • Alat : Kompor, panci, sendok, pisau, piring, wadah untuk melakukan fermentasi, baskom.
  • Bahan: Air, singkong, ragi tape, daun pisang
  • CARA KERJA/PROSEDURE
  1. Singkong dikupas dan dipotong sesuai selera. Kemudian, baru dicuci hingga bersih.
  2. Singkong yang telah dicuci, direbus atau dikukus, maksudnya agar setelah jadi tape   tidak lembab, dan mudah berair.
  3. Setelah matang diangkat dan didinginkan , Ragi tape dihancurkan sampai halus kemudian taburkan pada singkong sampai merata
  4. Singkong yang sudah diberi ragi disimpan didalam baskom/keranjang yang sudah          diberi alas dari daun pisang, kemudian setelah singkong dimasukkan tutup dengan       daun pisang selama 2 hari 2 malam.
  5. Setelah cukup waktu dibuka dan dilihat hasilnya berupa singkong yang telah jadi           tape.

 BAB III

PENUTUP

3.1     Kesimpulan

  1. Pembuatan tape termasuk dalam bioteknologi konvensional (tradisional) karena masih menggunakan cara-cara yang  terbatas.
  2. Pada proses pembuatan tape, jamur ragi akan memakan glukosa yang ada di dalam singkong sebagai makanan untuk pertumbuhannya, sehingga singkong akan menjadi lunak, jamur tersebut akan merubah glukosa  menjadi alkohol.
  3. Dalam pembuatan tape, ragi (Saccharomyces cereviceae) mengeluarkan enzim yang dapat memecah karbohidrat pada singkong menjadi gula yang lebih sederhana. Oleh karena itu, tape terasa manis apabila sudah matang walaupun tanpa diberi gula sebelumnya.
  4. Kegagalan dalam pembuatan tape biasanya dikarenakan enzim pada ragi  Saccharomyces cereviceae  tidak pecah apabila terdapat udara yang mengganggu proses pemecahan enzim tersebut.

3.2     Saran

  1. Sebaiknya para pemuda dibekali ilmu pengetahuan yang cukup supaya cepat diterapkan dalam setiap langkah kehidupannya masing-masing.
  2. Kita harus menyambut fermentasi dengan baik sehingga pemanfaatannya dapat kita rasakan dengan sendirinya.

Daftar pustaka

http://haris1aja.wordpress.com/2010/04/28/cara-pembuatan-tape-singkong/

http://riyyanna25.blogspot.com/2013/03/informasi-seputar-tape-singkong.html

http://bnetpwj.blogspot.co.id/2015/02/makalah-pembuatan-tape-sngkong.html

https://frahmina.wordpress.com/2015/09/24/laporan-biologi-pembuatan-tape-singkong/

Iklan

Penulis:

I will fight till the end & never give up !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s