Diposkan pada Kimia

Analisis Kualitatif Karbohidrat

Karbohidrat                                                                                                                         

Karbohidrat disebut juga sebagai hidrat arang, didasarkan pada penelitian-penelitian awal yang menunjukkan bahwa pada pemanasan senyawa tersebut akan membebaskan air (hidrat) dan menyisakan karbon (arang). Berdasarkan hal tersebut karbohidrat dianggap sebagai senyawa organic yang mempunyai rumus umum CnH2nOn. Karbohidrat merupakan senyawa aldehid atau keton beserta turunannya yang mengikat banyak gugus hidroksil, dengan kata lain karbohidrat merupakan senyawa polihidroksil dari keton atau aldehid.

Karbohidrat atau sakarida adalah segolongan besar senyawa organik yang tersusun hanya dari atom karbonhidrogen, dan oksigen. Bentuk molekul karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu molekulgula sederhana. Banyak karbohidrat yang merupakan polimer yang tersusun dari molekul gula yang terangkai menjadi rantai yang panjang serta bercabang-cabang.

Penggolangan Karbohidrat

  • Ditinjau dari gugus fungsi yang diikat:
  1. Aldosa: karbohidrat yang mengikat gugus aldehid. Contoh: glukosa, galaktosa, ribosa.
  2. Ketosa: Karbohidrat yang mengikat gugus keton: cotoh: fruktosa,sukrosa.
  • Ditinjau dari jumlah molekul penyusunnya:
  1. Monosakarida                                                                                                                                                                 Merupakan karbohidrat paling sederhana. Monosakarida larut dalam air dan tidak larut dalam alkohol dan ester. (Fessenden, 1999). Cotoh monosakarida antara lain glukosa, fruktosa , arabinosa dan galaktosa. glukosa, fruktosa dan galaktosa merupakan senyawa heksosa sebab memiliki enam atom karbon, sedangkan arabinosa merupakan pentosa sebab memiliki lima atom karbon.
  2. Oligosakarida

Bentuk oligosakarida yang paling umum adalah disakarida yang terbentuk dari kondensasi dua molekul monosakarida, contohnya  antara lain maltosa, laktosa, dan sukrosa. Oligosakarida yang mengandung tiga, empat atau lebih monosakarida sangat jarang terdapat di alam, meskipun dapat dijumpai dalam jumlah yang sedikit dalam tanaman. (Elizabeth, 2010)

  1. Polisakarida

Senyawa dalam polisakarida terdiri dari molekul molekul mengandung banyak satuan monosakarida yang disatukan dengan ikatan glukorida. Polisakarida mmiliki tiga maksud dalam kehidupan yaitu sebagai bahan pembangunan, bahan makanan, dan sebagai zat speritik. Polisakarida sebagai bahan bangunan, contohnya selulosa dan kitin. Polisakarida sebagai nutrisi yang lazim adalah pati dan glikogen. Contoh suatu zat epintik adalah heparin yang berguna untuk mencegah koagulasi darah. Selulosa adalah senyawa organik paling melimpah di bumi. (Soeharsono, 1992)

Gula pereduksi

Merupakan golongan gula (karbohidrat) yang dapat mereduksi senyawa-senyawa penerima elektron, contohnya adalah glukosa dan fruktosa. Ujung dari suatu gula pereduksi adalah ujung yang mengandung gugus aldehida atau keto bebas. Semua monosakarida (glukosa, fruktosa, galaktosa) dan disakarida (laktosa,maltosa), kecuali sukrosa dan pati (polisakarida), termasuk sebagai gula pereduksi. Umumnya gula pereduksi yang dihasilkan berhubungan erat dengan aktifitas enzim, dimana semakin tinggi aktifitas enzim maka semakin tinggi pula gula pereduksi yang dihasilkan.

Analisis Kualitatif Karbohidrat

  1. Uji Molish

Uji Molisch adalah uji umum untuk karbohidrat. Pereaksi molisch yang terdiri dari α-naftol dalam alkohol akan bereaksi dengan furfural tersebut membentuk senyawa kompleks berwarna ungu yang disebabkan oleh daya dehidrasi asam sulfat pekat terhadap karbohidrat. Uji ini bukan uji spesifik untuk karbohidrat, walaupun hasil reaksi yang negatif menunjukkan bahwa larutan yang diperiksa tidak mengandung karbohidrat. Terbentuknya cincin ungu menyatakan reaksi positif.Prinsip uji karbohidrat pada test molisch ini yaitu: Karbohirat dengan asam sulfat pekat menghasilkan senyawa furfural. Senyawa furfural dengan pereaksi alfa naftol menghasilkan warna ungu.

  1. Uji Fehling

Uji fehling menggunakan pereaksi fehling yang terdiri dari campuran kupri sulfat, Na-K-tartrat dan natrium hidroksida dengan gula pereduksi dan dipanaskan akan terbentuk endapan yang berwarna merah kecoklatan (Slamet sudarmadji, 1986). Uji fehling ini digunakan untuk mengetahui adanya kandungan gula pereduksi dalam karbohidrat. Gula pereduksi adalah karbohidrat yang dapat mereduksi senyawa pengoksidasi lemah seperti Cu dalam pereaksi fehling. Agar berfungsi sebagai gula pereduksi, karbohidrat harus mempunyai fungsi aldehid atau gugus fungsi hemi asetal yang dapat membuka menjadi aldehid.

  1. Uji Selliwanoff

Prinsipnya berdasarkan konversi fruktosa menjadi asam levulinat dan hidroksimetil furfural oleh asam hidroklorida panas dan terjadi kondensasi hidroksimetilfurfural dengan resorsinol yang menghasilkan senyawa berwarna merah, reaksi ini spesifik untuk ketosa. Sukrosa yang mudah dihidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa akan memberikan reaksi positif dengan uji seliwanoff yang akan memberikan warna jingga pada larutan.

  1. Uji Barfoed

Uji barfoed adalah uji untuk mengetahui memisahkan antara monosakarida dan disakarida pereduksi dalam suasana asam. Prinsip dari uji barfoed ini adalah sampel dicampurkan dengan cupri asetat dan asam asetat pada larutan barfoed yang memberikan keadaan asam. Kemudian dihasilkan endapan cupro oksida berwarna merah bata yang menjadi indikasi hasil uji positifnya (Soendoro, 2005)..

Mekanisme dari uji barfoed ini adalah Cu2+ dari pereaksi Barfoed dalam suasana asam akan direduksi lebih cepat oleh gula reduksi monosakarida daripada disakarida dan menghasilkan Cu2O (kupro oksida) berwarna merah bata. Sedangkan dehidrasi fruktosa oleh HCL pekat menghasilkan hidroksimetilfurfural dengan penambahan resorsinol akan megalami kondensasi membentuk senyawa kompleks berwarna merah. Reaksi pada monosakarida lebih cepat daripada senyawa disakarida karena pada senyawa disakarida harus diubah menjadi monosakarida (Soendoro, 2005).

  1. Uji Iodin

Uji Iod bertujuan untuk mengidentifikasi polisakarida. Reagent yang digunakan adalah larutan iodine yang merupakan I2 terlarut dalam potassium iodide. Reaksi antara polisakarida dengan iodin membentuk rantai poliiodida. Polisakarida umumnya membentuk rantai heliks (melingkar), sehingga dapat berikatan dengan iodin, sedangkan karbohidrat berantai pendek seperti disakarida dan monosakarida tidak membentuk struktur heliks sehingga tidak dapat berikatan dengan iodin. Amilum
dengan iodin dapat membentuk kompleks biru, amilopektin dengan iodin akan memberi warna merah ungu sedangkan dengan glikogen dan dekstrin akan membentuk warna merah coklat (Monruw, 2010).

Reaksi yang terjadi :
IO3- + 5I- + 6H -> 3I3- + 3H2O

I3- + Amilum ->  I2-Amilum

Sumber:

http://c31120204.blogspot.com/2013/06/analisis-karbohidrat-secara-kualitatif.html

http://fikapuspita.blogspot.com/2013/06/laporan-uji-kualitatif-untuk-karbohidrat_200.html

http://waluhugbsbcjscscbaksncajbcjcbj.blogspot.com/

http://kikyrisqiyatulj.blogspot.com/2013/10/uji-kualitatif-untuk-karbohidrat.html

http://agungwidodo95.blogspot.com/2013/11/laporan-uji-kualitatif-untuk-karbohidrat_4.html

http://organiksmakma3c23.blogspot.com/2013/04/uji-kualitatif-karbohidrat.html

Iklan

Penulis:

I will fight till the end & never give up !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s