Diposkan pada Drama

Drama

Sahabatku Kekasihku
Ada 5 sahabat, mereka bersahabat sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga sampai saat ini mereka sudah mengenakan seragam putih abu-abu dan mereka masih selalu bersama. Jam istirahat terakhir, meraka berlima biasa nongkrong dikantin menghabiskan waktu istirahat dengan candaan-candaan.
Lufi : “Eh… han kamu dapet salam dari Siska.”
Reihan : “ Apaan sih fi, biarain aja.”
Nara : “ Cie.. Reihan, jangan cuek gitu deh.”
Reihan : “ Aku bukannya cuek, tapi aku ga suka aja sama Siska.’
Rahma : “ Kenapa han?, bukanya Siska itu cantik, terus anak kelas unggulan lagi.”
Reihan : “ Aku ga mau mikirin yang kayak gitu dulu, aku mau fokus sekolah. Lagian kalau aku sama dia, nanti aku pasti jarang punya waktu buat kalian kan. Kalian mau apa?.”
Riska : “ Yee…. ga apa-apa kali han, kita malah seneng kok kalau kamu seneng. Iya ga kawan?.”
Lufi : “ Iya ya ya.”
Bel tanda masuk sudah berbunyi.
Rahma : “ Sudah-sudah ayo kita masuk ke kelas kasihan Reihan tuh dari tadi dipojokin terus.”
Reihan : “ Ga apa-apa, sudah biasa kayak gini kan, untung kalian sahabatku kalau ga udah tak hajar kalian semua.” Hehehe
Tak ada yang tahu bahwa sebenarnya Reihan suka sama Rahma, oleh karena itu Reihan tidak membuka pintu hatinya pada siapapun, ia hanya akan membukanya untuk Rahma. Namun sayangnya Rahma suka sama kakak kelasnya, Reihan pun tahu bahkan Rahma sering cerita pada Reihan. Meskipun begitu rasa itu tak pernah luntur dari hati Reihan.
Pulang sekolah, seperti biasa mereka pulang bareng lagi.
Nara : “Pulang sekolah ini langsung ke rumahku ya, kita ngerjain tugas bareng. Ibuku baru pulang dari luar kota jadi bawa oleh-oleh deh.”
Lufi : “ Oke dah.”
Sementara mereka sedang asik ngobrol sembari perjalanan pulang, Rahma memperhatikan Fahmi kakak kelas yang ia sukai sedang asik ngobrol dengan teman-temannya.
Riska : “ Eh… lihatin tuh, Rahma dari tadi ngeliatin kak Fahmi terus.”
Nara : “ Iya namanya juga suka.” Hehe
Rahma : “ Kalian ya, aku bukannya suka cuma kagum doang.” (Tersenyum kecil)
Reihan : “ Rahma… Rahma…. bisa aja ngelesnya.”
Suatu hari mereka pergi bersama ke suatu tempat, kali ini hanya Rahma,Reihan, dan Riska yang pergi, soalnya kedua sahabatnya yang lain ada urusan. Reihan adalah orang yang paling sering dimintai saran oleh sahabat-sahabatnya, dan pada kesempatan ini Rahma cerita banyak hal kepada Reihan termasuk tetntang Fahmi.
Rahma : “ Eh… han kamu yang paling pinter ngasih saran, coba kamu kasih aku saran.”
Riska : “Emm… pasti tentang kak Fahmi ya?.”
Rahma : “ Iya ka, menurutmu gimana han?, apa kak Fahmi juga suka sama aku?.”
Reihan : “ Emm… gimana sikap dia selama ini ke kamu?.”
Rahma : “ Dia baik sama aku, terus juga peduli sama aku.”
Reihan : “ Kemungkinan dia juga suka sama kamu.”
Rahma : “ Kok kemungkinan sih?.”
Reihan : “ Iya baru itu aja kan yang kamu tahu, coba deh kamu cari tahu lagi.”
Rahma : “ Ha???. Gimana caranya?.”
Reihan : “ Ya coba kamu tanya-tanya ke temen-temennya, gimana dia, terus gimana juga sikap dia, dia baik apa ga?.”
Rahma: “ Ya deh, tapi iya pasti dia baik lah.”
Riska: “ Kalau namanya suka buruk pun pasti dianggep baik deh.” Hehehe
Reihan: “ Iya ma kamu juga harus cari tahu lagi, nanti kalau kalian bener-bener jadian terus ternyata sikap dia beginilah begitulah.”
Rahma: “ Siap bos, pedulia amat sama aku han.” Hehee
Riska: “ Iya namanya juga sahabat, emang harus begitu kan?.”
Rahma: “ Iya deh.”
Terkadang Reihan juga merasa sakit ketika Rahma bercerita tentang Fahmi, tapi Reihan selalu menutupi kesedihannya itu. Ia merasa bahagia jika Rahma bahagia meskipun tak seperti yang ia harapkan.
Pagi hari di sekolah Rahma bertemu dengan Fahmi, mereka ngobrol sejenak.
Fahmi : “ Hai Rahma, lagi sibuk apa?.”
Rahma : “ Lagi sibuk buat karya ilmiah kak?.”
Fahmi : “ Oh… Karya ilmiah tentang apa, mungkin kakak bisa bantu?”
Rahma : “ Sebenernya terserah tentang apa kak, tapi aku lebih tertarik ke limbah?.”
Fahmi : “ Oh… Limbah ya, kalau kamu butuh bantuan aku siap bantu kok, jangan sungkan minta bantuan ke aku ya?.”
Rahma : “ Iya kak, makasih banyak sebelumnya.”
Sejak itu, Fahmi dan Rahma semakin dekat. Melihat kedekatan mereka Fahmi semakin tersiksa, namun Fahmi juga ikut bahagia mungkin itulah yang terbaik buat Rahma.
Jam istirahat Fahmi pergi ke perpus buat cari-cari materi tambahan, di situ ia bertemu dengan Reihan mereka berbincang-bincang sembari membaca-baca.
Fahmi : “ Udah sejak kapan sahabatan sama Rahma?.”
Reihan : “ Sejak kecil .”
Fahmi : “ Oh… berarti rumah kalian deket dong?.”
Reihan : “ Iya, tapi ya ga deket-deket amat, oh iya aku boleh tanya kak?.”
Fahmi : “ Tanya apa?.”
Reihan : “ Sebenernya kamu suka ga sama Rahma?.”
Fahmi : “ Kamu ini ngomong apa sih han, iya ga lah. Hehehe
Rahma itu sudah ku anggap seperti adek aku sendiri han.”
Reihan : “ Oh gitu ya. Tapi kenapa kakak baik sekali sama dia.”
Fahmi : “ Ah… ga juga, kenapa han kamu suka sama sahabat kamu itu ya?.”
Reihan : “ Ga kak.”
Fahmi : “ Jangan bohong kamu, aku bisa lihat itu dari mata kamu kok. Jangan khawatir aku ga akan ngerebut dia kok, lagian aku juga sudah punya pacar.”
Reihan : “ Iya kak, tapi Rahma suka sama kamu kak.”
Fahmi : “ Ah… masa?. Ya udah nanti akau tak ngomong ke Rahma yang sebenernya.”
Reihan : “ Jangan kak, aku ga mau kalau dia sedih.”
Fahmi : “ Han, aku tau yang kamu maksud, tapi apa kamu juga ga kasihan kalau Rahma ga tau kalau aku sudah punya pacar, dan kalian sama-sama akan tersiksa kan?.”
Reihan : “ Iya kak aku tahu, tapi…”
Fahmi : “ Tenang aja semua bakalan baik-baik aja deh.”
Saat Rahma minta bantuan Fahmi mengerjakan karya ilmiah , di saat itu pula Fahmi cerita-cerita tentang pacarnya. Rahma sedih denger cerita Fahmi, namun ia tetatp tersenyum meskipun sebenarnya hatinya telah hancur.
Beberapa hari setelah kejadian itu Rahma kelihatan tak bersemangat sama sekali, ia tak seperti Rahma yang biasa selalu tersenyum. Sahabat-sahabatnya juga merasa sedih melihat Rahma yang seperti itu, begitu dengan Reihan ia tak tega melihat Rahma yang akhir-akhir ini murung. Berkali-kali mereka menghibur Rahma, namun percuma Rahma tetap saja seperti itu.
Suatu malam Rahma menelfon Reihan dengan harapan Reihan memberi masukan-masukan yang dapat membangkitkan Rahma dari kesedihannya.
Rahma : “ Reihan?.”
Reihan : “ Iya ma, kamu gimana kabarnya? baik kan?.”
Rahma : “ Iya beginilah han.”
Reihan : “ Apa yang bisa aku bantu, aku siap menjadi pendengarmu kok?.”
Rahma : “ Aku ga tau mau ngomong apa han, aku ngerasa hati aku udah hancur.”
Reihan : “ Aku tahu perasaan kamu ma, tapi apa iya kamu mau kayak gini terus?. Ga kan?.
Sekarang gini deh,saran dari aku kalau kamu sayang sama dia, kamu juga pasti seneng kan kalau lihat dia bahagia.”
Rahma : “ Iya, tapi bukan seperti ini.”
Reihan : “ Hidup kadang melempar kadang juga menampar inilah yang namanya hidup. Tapi ga seharusnya kita terus saja terpuruk daalam kesedihan kan?. Ada saatnya terjatuh, tapi ada saatnya kita juga harus bangkit kan?. Kami semua sedih ma lihat kamu yang seperti ini.”
Rahma : “ Aku juga ga tau kenapa aku bisa seperti ini han.”
Reihan : “ Iya ga apa-apa manusiawi kok sebenarnya, ya sudah mending kamu coba ikhlasin mungkin ini yang terbaik. Percayalah dibalik kesedihan yang kecil akan ada kebahagian yang besar. Sekarang udah waktunya bangkit, ayo bangkit dong mana Rahma cerewet yang aku kenal?.” Hehehe
Rahma : “ Iya han benar juga katamu, terima kasih. Sekarang aku sudah bisa mulai tanang dan bisa bangkit.”
Reihan: “ Nah gitu dong, hidup itu ke depan bukan ke belakang, jadi yang terjadi biarlah jadi pelajaran, fokuslah pada hari ini dan kedepannya.” Hehehe
Rahma: “ Iya han, terimakasih.” (Tersenyum dan optimis untuk bangkit)
Sekarang Rahma kembali lagi seperti dulu, bahkan semakin bersemangat lagi. Reihan pun berusaha memberanikan diri mengungkapkan perasaannya kepada Rahma. Tepat di ulang tahun Rahma yang ke -17 tahun Reihan mengungkapkan perasaannya ke Rahma dihadapan sahabat-sahabatnya. Dengan senang hati Rahma menerima Reihan sebagai kekasih sekaligus sahabatnya.

Iklan

Penulis:

I will fight till the end & never give up !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s