Diposkan pada Makalah

SEJARAH PERANG DUNIA PERTAMA

MAKALAH SEJARAH INDONESIA

“ Sejarah Perang Dunia Pertama “

hh

Di Susun Oleh:

 Nunik Ernawati (24)

Mya Fitroh Y.M (22)

Sri Rusmiyati (30)

Trisakti Suraprianing A (33)

Yeni Noor Azizah (37)

XI KIMIA ANALISIS II

SMK TUNAS HARAPAN PATI

Tahun Pelajaran 2014/2015

 

KATA PENGANTAR

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat, hidayah dan taufik-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas dari Mata Pelajaran Sejarah Indonesia “Sejarah Perang Dunia Pertama” berupa makalah dengan lancar tanpa halangan suatu apapun.

 Makalah yang kami buat tidak lain yaitu untuk melengkapi nilai Mata Pelajaran Sejarah Indonesia yang diampu oleh Ibu Ustri Rusmiyati S.Pd. Dengan adanya karya ilmiah ini kami berharap para pembaca dapat mengetahui tentang sejarah perang dunia pertama.

 Dalam pembuatan makalah ini kami ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu kami baik secara moral maupun materiil. Ucapan terima kasih tak lepas kami tujukan kepada ayah dan ibu kami, bapak dan ibu guru kami, serta teman-teman yang turut turun tangan dalam pembuatan makalah ini.

Tak ada gading yang tak retak, seperti pepatah tersebut makalah kami juga tidak luput dari kekeliruan. Namun, kami telah berupaya untuk menyempurnakan makalah ini dan kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dalam penulisan maupun materi yang disajikan. Dengan demikian, sekiranya  pembaca berkenan memberikan kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan penulisan selanjutnya di masa yang akan datang.

Akhir kata kami berharap dengan adanya makalah ini mengenai “Sejarah Perang Dunia Pertama” ini dapat menjadi wahana belajar menjadi generasi yang berwawasan luas dan berguna bagi diri sendiri, lingkungan, negara dan bangsa di masa yang akan datang.

Pati, 8 Januari 2015

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

Daftar Isi

BAB I. Pendahuluan

1.1  Latar Belakang

1.2   Rumusan Masalah

1.3  Tujuan

BAB II. Pembahasan

2.1     Sebab Umum Perang Dunia Pertama

2.2      Sebab Khusus Perang Dunia Pertama

2.3      Jalannya Perang

2.4      Akhir Perang

2.5       Dampak Atau Akibat Perang Dunia Pertama

BAB III. Penutup

3.1   Kesimpulan

3.2   Saran

Daftar Pustaka

BAB I

PENDAHULUAN

 

Sejarah Perang Dunia Pertama

  1.  Latar Belakang

Yang melatar belakangi perang dunia satu :

  1. Pembunuhan Pangeran Austria Franz Ferdinand oleh kelompok teroris Serbia, Gavrilo Princip di Sarajevo.
  2. Persaingan merebut daerah sumber bahan baku, penanaman modal, dan daerah pemasaran.
  3. Munculnya persekutuan atau blok persaingan politik antar negara-negara Eropa: Triple Alliance : Jerman, Austria, Italia, Triple Entante : Inggris, Prancis, Uni Soviet

Di Eropa abad ke-19 penjajahan tersebar luas. Kekuatan bangsa Eropa seperti Inggris dan Prancis telah membangun kekuasaan penjajahan di keempat penjuru dunia. Jerman, yang telah membangun kesatuan poitiknya lebih lama daripada negara-negara lain, bekerja keras untuk menjadi pelopor dalam perlombahan ini.Pada awal abad ke-20, hubungan yang didasarkan pada kepentingan telah membagi Eropa menjadi dua kutub yang berlawanan. Inggris, Prancis, dan Rusia berada di satu pihak, dan Jerman beserta Kekaisaran Austria-Hungaria yang diperintah oleh keluarga Hapsburg asal Jerman berada di pihak lainnya.Ketegangan antara kedua kelompok ini semakin hari semakin meningkat, hingga akhirnya suatu pembunuhan pada tahun 1914 menjadi pemicu perang. Pangeran Franz Ferdinand, pewaris tahta Kekaisaran Austria-Hungaria, dibunuh oleh kaum nasionalis Serbia yang berusaha menekan pengaruh kekaisaran tersebut di daerah BalkanDalam kurun waktu yang amat singkat, hasutan setelah peristiwa ini menyeret seluruh benua Eropa ke dalam kancah peperangan. Pertama, Austria-Hungaria menyatakan perang kepada Serbia. Rusia, sekutu abadi bangsa Serbia kemudian menyatakan perang terhadap Austria-Hungaria.

1.2   Rumusan Masalah

      Bagaimana kronologi perang dunia pertama?

      Apa saja dampak-dampak yang terjadi akibat perang dunia pertama?

1.3   Tujuan Penulisan

Tujuan dari pelaksanaan studi literatur serta penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana latar belakang, pemicu, kronologi serta dampak-dampak dari perang dunia pertama.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1       SEBAB UMUM PERANG DUNIA PERTAMA

  1. Persaingan Ekonomi dan Politik

Di Eropa abad ke-19, penjajahan tersebar luas. Kekuatan bangsa Eropa seperti Inggris dan Prancis telah membangun kekuasaan penjajahan di keempat penjuru dunia. Jerman, yang telah membangun kesatuan politiknya lebih lama daripada negara-negara lain, bekerja keras untuk menjadi pelopor dalam perlombaan ini.

Pada awal abad ke-20, hubungan yang didasarkan pada kepentingan telah membagi Eropa menjadi dua kutub yang berlawanan. Inggris, Prancis, dan Rusia berada di satu pihak, dan Jerman beserta Kekaisaran Austria-Hungaria yang diperintah oleh keluarga Hapsburg asal Jerman berada di pihak lainnya.

  1. Muncul Persekutuan Negara-negara Eropa

A.Triple Alliance 1882 [Jerman, Austria-Hungary, Italia]

Triple Alliance adalah persahabatan militer antara Jerman, Austria-Hungary dan Italia, Sejarah persahabatan ini mulai pertama kali sejak Austria-Hungary mengalami krisis ketika menghadapi konflik Bosnia, pada saat itu Bosnia telah dibantu oleh Serbia dan Rusia, maka Austria-Hungary meminta dukungan dari Jerman yaitu pada tahun 1879.

Seperti Jerman, Italia memiliki keinginan yang serupa dalam hal menjaga kestabilan nasional, tambah lagi Italia sedang berselisih dengan Prancis memperebutkan Tunisia pada tahun 1881. Maka pada tahun 1882, Italia menjalin kerjasama antara dua Negara yakni, Jerman dan Austria-Hungary. Ketiga Negara ini memiliki keinginan yang sama untuk menjadi Great Power atau Adikuasa pada masa awal abad ke 20 nanti. Istilah yang diberikan kepada ketiga Negara ini adalah Central Power atau Blok Sentral.

Pada awalnya Italia memihak kepada Triple Alliance namun pada akhirnya Italia berbalik arah menyerang Jerman dan Austria-Hungary. Faktanya Triple Alliance ini lebih didukung oleh anggota baru mereka yakni Khilafah Islamiah Usmani Turki daripada Italia sebagai Anggota aslinya. Alasan Beroindahnya Italia ini dikarenakan pada awal berpecah Perang Italia menyatakan diri sebagai Negara yang netral, namun lama-lama Italia merasa dirugikan Triple Alliance dan berpindahlah Italia ke Triple Entente.

B.Triple Entente [Perancis, Inggris, Russia]

Triple Entente ( ” Entente ” — bahasa Perancis untuk “persetujuan” ) nama ini adalah istilah yang diberikan untuk perserikatan negara Inggris , Perancis , dan Rusia.Sejarah persahabatan ini mulai terlihat jelas setelah ditandatangani Anglo-Russian Entente atau Anglo-Russian Convention pada 31 Agustus 1907 di St . Petersburg yang ditandatangani oleh Alexander Izvolsky , menteri luar negeri kekaisaran Rusia , dan Sir Arthur Nicolson , duta besar Inggris di rusia. Hasil dari Anglo-Russian Ententeitu menggambarkan masing-masing mereka diharuskan saling memperbaiki hubungan diplomatik, memperbesar kekuasaan dan memiliki pola pengaruh tersendiri di Iran , Afghanistan dan Tibet. Iran pada saat itu misalnya dibagi ke dalam tiga daerah : daerah Inggris di selatan , daerah Rusia di utara , dan daerah netral sebagai penyangga di diantaranya. Persetujuan ini menjadi simpul kuat antara Inggris, Rusai dan Prancis yang sebenarnya pada tahun-tahun kebelakang telah memiliki kedekatan.

Sebelum Anglo-Russian Entente telah terjadi Entente Cordiale (8 April 1904) diantara Inggris dan Prancis yang dilatarbelakangi kehendak memperlancar Imperialisme, ketakuatan akan perang dan ketakutan akan ekspansi Jerman. Entente Cordiale ( ” Cordiale ” — bahasa Perancis untuk “ramah tamah” ) berlangsung secara rahasia di kota London dengan ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Prancis, Théophile Delcassé, Duta Besar Negara Prancis untuk Inggris, Paul Cambon dan Sekretaris Hubungan Luar Negeri Inggris, Lord Lansdowne.

Begitu juga sebelum Anglo-Russian Entente telah terjadi Franco-Russian Alliance (4 Januari 1892) yaitu persetujuan persahabatan militer antara Prancis dan Rusia , bukti dari persetujuan ini masih dapat kita lihat di kota Paris, yaitu berupa patung Pont Alexandre III di Paris dan the Trinity Bridge di St. Petersburg, Rusia. Dari persekutuan dan persetujuan yang tiga inilah maka pada puncaknya berdiri persekutuan yang sangat erat antara Inggris, Prancis dan Rusia, yang kita kenal Blok Sekutu.

  1. Pengaruh Darwinisme Sosial

George Wilhelm Friedrich Hegel (27 Agustus 1770-14 November 1831) adalah seorang filsuf idealis Jerman yang lahir di Stuttgart, Württemberg. Pengaruhnya sangat luas terhadap para penulis dari berbagai posisi, termasuk para pengagumnya (F. H. Bradley, Sartre, Hans Küng, Bruno Bauer, Max Stirner, Karl Marx) dan mereka yang menentangnya (Kierkegaard, Schopenhauer, Nietzsche, Heidegger, Schelling). Dapat dikatakan bahwa dialah yang pertama kali memperkenalkan dalam filsafat, gagasan bahwa Sejarah dan hal yang konkret adalah penting untuk bisa keluar dari lingkaran philosophia perennis, yakni, masalah-masalah abadi dalam filsafat. Ia juga menekankan pentingnya Yang Lain dalam proses pencapaian kesadaran diri (filsafat dialektika tuan-hamba).

Pemikiran utama Hegel adalah Negara merupakan penjelmaan “Roh Absolut” (Great Spirit atau Absolute Idea). Negara bersifat absolute melampaui hak individu, berbeda dengan J.J Roaseau dan John Locke, Hegel berpendapat Negara bukan sebagai alat kekuasaan melainkan tujuan itu sendiri. Karena itu dalam pribadi Hegel bukan Negara yang harus mengabdi terhadap Rakyat namun sebaliknya lah yang seharusnya demi kebaikan Negara dan rakyat itu sendiri.

Dari pemikiran Hegel inilah mulai muncul Ludwig Feurbach (1804-1872), Karl Marx (1818-1883) dan Soren Kierkegand (1813-1855), meskipun terdapat perbedaan namun semuanya masih searah dengan Hegel dan memiliki keyakinan hanya Fenomena alamlah yang berada. Fenomena selalu dapat dilihat dan dirasa, manusia adalah makhluk alamiah yang didorong nafsu alamiah. Yang terpenting dari manusia bukan akalnya tapi usaha, sebab pengetahuan adalah alat untuk keberhasilan usaha. Kebahagiaan manusia dapat dicapai di Dunia ini, oleh karena itu agama dan metafisika harus ditolak.

Meskipun ide Hegel yang dikenal Idealisme dan ide Ludwig Feurbach, Karl Marx dan Soren Kirkegand yang dikenal Sosialisme dan Materialisme berbeda prinsipnya namun pada dasarnya prinsip Negara dan kebahagiaan serta metafisika memiliki aliran yang sama. Ide mereka ini dirubah menjadi karya nyata yang sangat dikagumi pada masanya oleh Charles Robert Darwin (12 Februari 1809-19 April 1882).[8] Darwin adalah seorang naturalis Inggris yang teori revolusionernya meletakkan landasan bagi teori evolusi modern dan prinsip garis keturunan yang sama (common descent) dengan mengajukan seleksi alam sebagai mekanismenya. Teori ini kini dianggap sebagai komponen integral dari biologi (ilmu hayat).

Ia mengembangkan minatnya dalam sejarah alam ketika ia mula-mula belajar ilmu kedokteran, dan kemudian teologi, di universitas. Perjalanan lautnya ke seluruh dunia selama lima tahun di atas kapal HMS Beagle tulisan-tulisannya yang berikutnya menjadikannya seorang geologis terkemuka dan penulis yang terkenal. Pengamatan biologisnya membawanya kepada kajian tentang transmutasi spesies dan ia mengembangkan teorinya tentang seleksi alam pada 1838. Karena sadar sepenuhnya bahwa orang-orang lain yang mengemukakan gagasan-gagasan yang dianggap sesat seperti itu mengalami hukuman yang hebat, ia hanya menyampaikan penelitiannya ini kepada teman-teman terdekatnya. Namun ia meneruskan penelitiannya dengan menyadari akan munculnya berbagai keberatan terhadap hasilnya. Namun pada 1858 informasi bahwa Alfred Russel Wallace juga menemukan teori serupa mendorongnya melakukan penerbitan bersama tentang teori Darwin.

Bukunya On the Origin of Species by Means of Natural Selectionor The Preservation of Favoured Races in the Struggle for Life (biasanya disingkat menjadi The Origin of Species) (1859) merupakan karyanya yang paling terkenal sampai sekarang. Buku ini menjelaskan evolusi melalui garis keturunan yang sama sebagai penjelasan ilmiah yang dominan mengenai keanekaragaman di dalam alam.

Darwin inilah yang mencetuskan Darwinisme Sosial, Darwinisme Sosial ini banyak menginspirasi para pemimpin di Eropa agar tidak ragu mengganggap benar teori Hegel ide-ide Sosialisme dan Materialisme. Bukti mengenai hal ini dapat ditemukan dari catatan harian para pemimpin dalam Perang Dunia Pertama.

  1. Krisis Juli 1914

Diduga yang menjadi sebab Perang Dunia pertama juga adalah krisis yang memuncak di bulan Juli, krisis ini diawali dengan macetnya rempah-rempah khusunya sepinya tembakau yang beredar di kota Bremen dan kota Hamsburg Jerman. Konon tembakau yang menjadi sumber utama krisis ekonomi ini dikarenakan macetnya panen tembakau di daerah timur Indonesia.

2.2       SEBAB KHUSUS PERANG DUNIA PERTAMA

Terbunuhnya Pangeran Franz Ferdinand oleh seorang nasionalis Serbia

Franz Ferdinand ( 18 desember 1863 – 28 Juni 1914 ) adalah putra mahkota yang akan mewarisi tahta kekaisaran Austria dan sekaligus pangeran Hongaria dan Bohemia dari 1889 sampai hari terbunuhnya . Pembunuhannya di Sarajevo dinyatakan oleh Austria-Hungary sebagai aksi Nasionalis Serbia melawan Austria-Hungary.

Dia adalah putra sulung dari Raja Austria-Hungary Archduke Karl Ludwig of Austria (yang merupakan adik dari Emperor Franz Joseph yang merupakan raja kerasulan Hungary-Croatia serta Raja dari Bohemia sejak 1848 sampai 1916 dan Maximilian I of Mexicohe yang meproklamirkan kekaisaran Mexico pada 10 April 1864).

Ketika remaja ia dikembangkan oleh kegemaran : berburu dan bepergian, diperkirakan lebih dari 5.000 rusa ia dapatkan seumur hidup nya . Pada 1883 ketika ia 20 tahun, ia mengunjungi Italia dalam lawatan kerajaan mengunjungi Duke Francis V of Modena yang merupakan saudara dan penguasa Kekaisaran Savoy. Pada 1885 , ia mengunjungi , Mesir, Palestina , syiria , dan Turki. Pada 1889 ketila ia 27 tahun, ia mengunjungi negeri Jerman.

Ia menikahi Countess Sophie Chotek yang masih keluarga kerajaan Habsburg, Jerman. Bersama dirinyalah pada 28 Juni 1914, kira-kira pukul 1:15 pagi, Franz Ferdinand dan Isterinya terbunuh di Sarajevo, ibu kota dari Austria-Hungary oleh Gavrilo Princip, seorang penembak dari The Black Hand yang menghendaki kekaisaran Serbia. Aksi penembakan inilah yang akhirnya menyulut perang dunia pertama, ketika Austria-Hungary menyatakan perang terhadap Serbia, maka Rusia sekutu abadi Serbia ikut menyatakan perang terhadap Austria-Hungary dan kemudian Jerman menyatakan perang terhadap Austria-Hungary. 

2.3       JALANNYA PERANG

Dalam kurun waktu yang amat singkat, hasutan setelah peristiwa ini menyeret seluruh benua Eropa ke dalam kancah peperangan. Pada 1914 Austria-Hungary perang melawan Serbia, Rusia memobilisasi senjata pada Serbia pada bulan pertama dan Jerman berusaha menghentikan Rusia, tetapi jawaban Rusia ternyata mengangkat senjata melawan Jerman. Jerman pada bulan pertama perang telah berjabat tangan dengan Khilafah Islamiah Usmani Turki namun Khilafah Islamiah Usmani Turki belum bertindak banyak. Gerak-gerik Jerman ini menjadikan Prancis pada Agustus 1914 ikut serta membantu Rusia melawan Jerman. Jerman akhirnya mengembangkan Belgia sebagai basis pertahanan dari gempuran Rusia dan Prancis namun ternyata Inggris merasa terlangkahi Jerman dan Ikut menggempur Jerman.

Ø  Diantara Kronologis Perang Dunia Pertama Tahun 1914.

      Peperangan Darat di Eropa.

  • 4-24 Agustus, Battle of the Frontiers, yang dimenangkan Jerman atas Prancis dan Inggris di Belgia.
    · 16-19 Agustus, Battle of Cer, yang dimenangkan Serbia atas Austria-Hungary di Balkan.
    · 17 Agustus-2 September, Battle of Tannenberg, yang dimenangkan Jerman atas Rusia di Jerman.
    ·  23-25 Agustus, Battle of Kraśnik, yang dimenangkan Rusia atas Austria-Hungary di Austria.

Karena jalannya perlawanan Jerman dan Austria-Hungary melawan Triple Entente atau Blok Sentral maka pada bulan Agustus ini Jepang yang merupakan sekutu Inggris mendeklarasikan masuk Triple Alliance atau Blok Sekutu, berperang melawan Jerman dan Austria-Hungary.

Pada Fase selanjutnya Perang terjadi di Afrika, Asia, Australia, Newzealand dan Samoa. Hal ini dikarenakan setiap negara yang bertikai memiliki daerah koloni yang berdekatan.

      Peperangan Laut di Eropa.

  • · 28 Agustus, Battle of Heligoland Bight, dimenangkan Inggris atas Jerman di Laut Utara Eropa.
  • . 13-28 September, Battle of the Aisne, peperangan seimbang antara Inggris dan Jerman di laut Jerman.
  • · Peperangan Darat di luar Eropa.
  • · 26 Agustus, Battle of Togoland, dimenangkan Inggris dan Prancis atas Jerman di Togo.
  • · 27 Agustus -7 November, Battle of Tsingtao, China, dimenangkan Jepang dan Inggris atas Jerman di Tsingtao, China.

        Peperangan Laut di Luar Eropa.

  •  30 Agustus, Battle of Western Samoa, dimenangkan New Zealand (Inggis) atas Samoa (Jerman) di laut Samoa.
  • 29 November, Battle of Cocos. Dimenangkan Koloni Australia di Sydney atas koloni Jerman di Emden di Australia dan Laut samudera Hindia.
  • Pada tahun 1914 ini Khilafah Islamiyah Usmani Turki masuk kedalam Triple alliance atau Blok Sentral disebabkan Rusia mulai memasuki daerah kekuasan Khilafah Islamiyah Usmani Turki pada 1 November 1914 dan mengadakan perlawanan senjata.

Ø  Diantara Kronologis Perang Dunia Pertama Tahun 1915.

Pada Januari 1915 peperangan semakin memanas, setelah perang jalur darat dan perang jalur laut mulai memasuki Negara lawan masing-masing, maka Inggris mempelopori perang jalur udara dengan Kapal Zappelin melintasi laut menuju Belgia dan Jerman, untuk menandingi Inggris Jerman mulai mengadakan serangan serupa di tambah beberapa kapal selam untuk mempermudah perang jalur laut.

Pada tahun ini pula Bulgaria mengadakan serangan kepada Prancis dan Serbia yang telah menghalangi kestabilan negaranya, Bulgaria masuk kepada Triple Entente atau Blok Sekutu. Begitu pula Italia mulai membantu Rusia dalam mengadakan serangan pada Austria-Hungary dan Bulgaria, Italia memiliki alasan yang sama dengan Bulgaria, pada mulanya ia Triple Alliance atau Blok Sentral, namun seiring keaddan yang semakin suram maka Italia masuk menjadi anggota Triple Entente atau Blok Sekutu.

Ø  Diantara Kronologis Perang Dunia Pertama Tahun 1916.

Dikarenakan perlawanan perang Triple Entente atau Blok Sekutu yang menerima banyak dukungan maka Triple Alliance atau Blok Sentral yang terdiri dari Austria-Hungary, Jerman dan Khilafah Islamiyah Usmani Turki mulai mengalami kekalahan yang lumayan.

Ø  Diantara Kronologis Perang Dunia Pertama Tahun 1917.

Pada tahun ini Amerika Serikat berperang melawan Jerman dan Austria-Hongary mereka memihak Triple Entente, begitu pula sikap Yugoslavia pada saat perang dunia pertama ini.

Ø  Diantara Kronologis Perang Dunia Pertama Tahun 1918.

Pada tahun ini kekalahan Triple Alliance atau Blok Sentral sudah didepan mata. Triple Entente yang memiliki dukungan lebih dari 45 (empat puluh lima) Negara ini berhasil menundukan musuhnya yang hanya 4 (empat) Negara (Jerman, Bulgaria, Austria-Hungary dan Khilafah Islamiah Usmani Turki).

Pada akhir peperangan Triple Entente atau Blok Sekutu memiliki anggota pada masa awal: Kekaisaran Belgium, Kekaisaran Montenegro, Kekaisaran Serbia, republic ketiga Perancis dan Koloninya, Kerajaan Rusia, Kerajaan Inggris dan Koloninya, Irlandia, Australia, Kanada, India, New Zealand, Afrika Selatan,.

Pada masa 1915 dan seterusnya bertamabah anggota, diantaranya: Kerajaan Italia dan koloninya, kerajaan Jepang, Kerajaan Portugis dan koloninya , Kerajaan Rumania, Kerajaan Yunani, Amerika Serikat dan Negara bagianya berupa Alaska, Hawaii, Philipina, Puerto Rico dan lain-lain. Albania, Brazil, Armenia, Czechoslovakia, Finlandia,San Marino.

Ada pula Negara pendukung Blok Sekutu namun tanpa ada bantuan peperagan, seperti: Andorra, Bolivia, China , Costa Rica, Cuba, Ecuador, Guatemala, Liberia , Haiti,Honduras, Nicaragua, Panama, Peru dan Uruguay.

Ø  Diantara Kronologis Perang Dunia Pertama Tahun 1919.

  • Pada tahun ini tepatnya 25 Januari, Proposal LBB (Liga Bangsa-bangsa) diterima.
  • Perang Parit.

Perang yang paling heboh sepanjang Perang Dunia Pertama adalah strategi perang parit, dari strategi perang parit yang biasa digunakan pada perang jalur darat memaksakan para pasukan harus berdiam di parit berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, bisa dikatakan para serdadu hidup dalam parit-parit ini. Kehidupan di sana benar-benar sulit. Para prajurit hidup dalam ancaman terus-menerus dibom, dan mereka tak henti-hentinya menghadapi ketakutan dan ketegangan yang luar biasa. Mayat mereka yang telah tewas terpaksa dibiarkan di tempat-tempat ini, dan para serdadu harus tidur di samping mayat-mayat tersebut. Bila turun hujan, parit-parit itu dibanjiri lumpur.Lebih dari 20 juta serdadu yang bertempur di Perang Dunia I mengalami keadaan yang mengerikan di dalam parit-parit ini, dan sebagian besar meninggal di sana. Inilah salah satu kekejaman perang dunia pertama.

2.4       AKHIR PERANG

  1. Perang ini berakhir dengan kekalahan pihak Triple Alliance kepada Triple Entente, pada tabel disamping ini terlihat tanggal-tanggal menyerah Negara-negara Triple Alliance.
  2. Ditandatangani Perjanjian Versailles (1919) adalah akhir perang yang sesungguhnya, perjanjian ini berisi perjanjian damai yang secara resmi mengakhiri Perang Dunia I antara Sekutu dan Kekaisaran Jerman. Setelah enam bulan negosiasi melalui Konferensi Perdamaian Paris, perjanjian ini akhirnya ditandatangani sebagai tindak lanjut dari perlucutan senjata, perjanjian ini ditandatangani pada tanggal 11 November 1918 di Compiègne Forest, Versailes, Paris.

       Isi Perjanjian Versailes

  1. Salah satu hal paling penting yang dihasilkan oleh perjanjian ini adalah bahwa Jerman menerima tanggung jawab penuh sebagai penyebab peperangan dan melalui aturan dari pasal 231-247, harus melakukan perbaikan-perbaikan pada negara-negara tertentu yang tergabung dalam Sekutu.
  2. Angkatan Darat Jerman dibatasi menjadi 100.000 jiwa dan tidak diperbolehkan memiliki tank atau artileri berat dan tidak boleh ada Staf Jenderal Jerman. Angkatan Laut Jerman anggotanya dibatasi menjadi 15.000 dan tidak diperbolehkan memiliki kapal selam, sementara itu armadanya hanya diperbolehkan memiliki enam kapal perang. Jerman juga tidak diperbolehkan memiliki Angkatan Udara (Luftwaffe). Akhirnya, Jerman diwajibkan untuk membatasi masa bakti serdadunya menjadi 12 tahun dan semua opsirnya menjadi 25 tahun, sehingga hanya sejumlah terbatas saja yang menerima latihan militer.
  3. Penyerahan tanah jajahan Jerman di berbagai daerah.

2.5       Dampak atau Akibat Perang Dunia Pertama

Perang merupakan pengerahan total segala kekuatan yang ada dan dimiliki oleh negara-negara yang terlibat dalam Perang Dunia I telah membawa akibat yang sangat luas dalam berbagi kehidupan, baik dalam bidang politik, ekonomi, maupun sosial budaya.

  1. Akibat Perang Dunia 1 dalam Bidang Politik.

a. Timbulnya perubahan kekuasaan wilayah

Di bidang politik, pengaruh Perang Dunia I sangat terasa. Wilayah kekuasaan negara-negara yang berperang mengalami perubahan. Jerman, Austria, dan Turki menjadi repeblik dan wilayahnya menjadi sempit, selain itu muncul negara-negara baru seperti Polandia, Finlandia, Cekoslowakia, Hongaria, Mesir, Irak, Saudi Arabia, Syiria, Lebanon dan Austria.

b. Timbul paham-paham politik

Paham-paham baru sebagai reaksi terhadap paham demokrasi liberal yang tidak berhasil menghadapi kekacauan di beberapa negara Eropa bermunculan. Di Italia lahir paham fasisme yang diperkenalkan oleh- Benito Mussolini.

  1. Akibat Perang Dunia 1 dalam Bidang Ekonomi

Sistem ekonomi liberal yang dipandang menyulitkan diganti dengan sistem ekonomi terpimpin yang banyak melibatkan kekuasaan negara. Hal ini terjadi bukan hanya di negara-negara totaliter, akan tetapi juga di negara-negara liberalseerti Amerika Seri1\kat di bawah Presiden Roosevelt.

  1. Akibat Perang Dunia 1 dalam Bidang Sosial

Industri peralatan perang semakin maju dengan pesat sehingga kaum buruh meningkat dan menduduki posisi yang semakin kuat. Undang-undang sosial pun dikeluarkan di beberapa negara. Sementara itu, gerakan emansipasi wanita mendapat sambutan yang menggembirakan kerena dalam peperangan yang menjadi tenaga palang merah.

  1. Akibat Perang Dunia 1 dalam bidang Kemanusiaan

Keadaan perekonomian masing-masing negara yang terlibat dalam kancah peperangan menjadi hancur. Hal tersebut membawa dampak kepada umat manusia. yaitu kemiskinan dan kemelaratan semakin mencekam, wabah penyakit merajela, penduduk yang negaranya sedang berperang banyak kehilangan tempat tinggal, banyak manusia yang tak berdosa harus kehilangan nyawa dan cacat mental maupun cacat tubuh, dan banyak lagi akibat yang dapat ditimbulkan dengan meletusnya Perang Dunia 1.

Akibat Positif

  1. Lahirnya negara-negara baru

Seperti dalam perjanjian Versailes maka daerah jajahan Jerman harus diserahkan pada LBB, maka Negara-negara baru seperti Polandia, Denmark, Cekoslavia dan Belgia mulai memiliki kedaulatan kembali.

Dibentuk LBB Liga Bangsa-Bangsa (LBB) adalah sebuah organisasi internasional yang didirikan setelah Konferensi Perdamaian Paris 1919, tepatnya pada 10 Januari 1920. Fungsi-fungsi utamanya termasuk melucutisenjata, mencegah perang melalui keamanan kolektif, menyelesaikan pertentangan antara negara-negaramelaluinegosiasi dan diplomasi, serta memperbaiki kesejahteraan hidup global.

Ide untuk mendirikan LBB dicetuskan Presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson meskipun AS sendiri kemudian tidak pernah bergabung dengan organisasi ini. Sejumlah 42 negara menjadi anggota saat LBB didirikan. 23 di antaranya tetap bertahan sebagai anggota hingga LBB dibubarkan pada 1946. Antara 1920-1937, 21 negara masuk menjadi anggota, namun tujuh di antara keduapuluh satu anggota tambahan ini kemudian mengundurkan diri (ada yang dikeluarkan) sebelum 1946.

Akibat Negatif

  1. Korban Jiwa dan Luka-luka

Korban Tewas

Tentara Blok Sekutu : 5.520.000

Tentara Blok Sentral : 4.386.000

Warga sipil : 6.493.000

Korban Luka

Tentara Blok Sekutu : 12.831.000

Tentara Blok Sentra : 8.388.000

Warga sipil : –

Korban Hilang

Tentara Blok Sekutu : 4.121.000

Tentara Blok Sentral : 3.629.000

Warga sipil : –

Total militer dan warga yang terluka berat dari perang dunia pertama adalah 37 juta jiwa: 16 juta jiwa meninggal kemudian dan 21 juta jiwa luka berat. Total kematian dalam perang adalah 9.7 juta di pihak militer dan 6.8 juta jiwa di pihak sipil.

  1. Berkembang Diktatorisme, Fasisme, Komunisme.

Peperangan Dunia satu menciptakan banyak iri, sombong dan dendam pada setiap Negara yang bertikai, dari perasaan-perasaan ini pula terjadi pemikiran yang menimbulkan gerakan dahsyat dikemudian hari. Diktatorisme, Fasisme, Komunisme adalah contoh hasil dari perang dunia pertama, pada masa selanjutnya hal ini pulalah yang menyebabkan Perang Dunia Kedua dan Perang Dingin.

  1. Kerugian Dana yang Besar

Setiap tentara, senjata dan strategi perang mengeluarkan dana yang tidak sedikit, apalagi derita kerugian ketika kalah perang utamnya adalah dengan tunduknya kepada perjanjian Versailes yang diterima Jerman.

BAB III

PENUTUP

3.1       Kesimpulan

Dari pembahasan di atas dapat disimpulan sebab terjadinya perang dunia 1:

  1. Pembunuhan Pangeran Austria Franz Ferdinand oleh kelompok teroris Serbia, Gavrilo Princip di Sarajevo
  2. Persaingan merebut daerah sumber bahan baku, penanaman modal, dan daerah pemasaran.
  3. Munculnya persekutuan atau blok persaingan politik antar negara-negara

Eropa: Triple Alliance : Jerman, Austria, Italia, Triple Entante : Inggris, Prancis, Uni Soviet

3.2       Saran

Perang dunia 1 terjadi antara tahun 1914-1918 yang mengakibatkan terjadinya ketegangan antar negara-negara Eropa. Perang Dunia 1 terjadi antara tahun 1914-1918. Pada hakikatnya merupakan perang antar negara yang berada si kawasan Eropa. Kemudian Perang Dunia 1 meluas kewilayah sekitarnya. Dengan terjadi perang tersebut mengakibatkan terjdinya kekacauan baik dalam bidang Politik, Ekonomi dan sosial. Perang dunia 1 banyak memakan korban jiwa, serta memakan dana yang tidak sedikit.

Penulis berharap kepada pembaca umumnya dan khususnya kepada penulis sendiri, untuk dapat mengetahui dan memahami sebab-sebab terjadi perang dunia 1. Kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA

 

Diposkan pada Kerajinan

Aneka Produk Kerajianan dari Limbah Sebagai Fungsi Pakai

Aneka Produk Kerajianan dari Limbah Sebagai Fungsi Pakai

no. NAMA PRODUK BAHAN DASAR GAMBAR
1. Sandal Kain perca

2a

2. Tas Pelepah pisang

2b

3. Dompet  Bungkus kopi

2c

4. Gelang  Kerang

2d

5. Taplak meja  Kain perca 2e
6. Pot  Ban bekas

2f

7. Keset  Kain perca

2g

8. Tempat tisu  Kain perca

2h

9. Bungkus kado  Botol bekas

2i

10. Bros  Kain perca

2j

11. Wadah barang  Koran bekas

2k

12. Tempat untuk mengisi baterai di ponsel  Botol bekas

2l

13. Keranjang  Koran bekas

2m

14. Tempat sampah  Koran bekas

2n

15. Kotak buku  Kertas bekas

2o

16. Tempat pensil  Kaleng bekas

2p

17. Lemari laci mini  Limbah tempat korek api

2q

18. Clemek  Kain perca

2r

19. Wadah serbaguna  Kain perca

2s

20. Bantalan kursi  Kain perca

2t

21. Sarung bantal  Kain perca

2u

22. Celengan  Botol bekas

2v

23. Korden  Kain  perca Kerajinan Tangan Dari Kain Perca
24. Topi  Kain  perca

2x

25. Tudung saji  Kain perca

2y

26. Gelas  Batok kelapa

2z

27. Keranjang pakaian  Majalah bekas

3a

28. Kalung  Kertas bekas

3b

29. Tempat lampu  Botol bekas

3c

30.  Jam tangan  Pembuka tutup kaleng

3d

 

Diposkan pada Kerajinan

Aneka Produk Kerajinan dari Limbah Sebagai Fungsi Hias

Aneka Produk Kerajianan dari Limbah Sebagai Fungsi Hias

No Nama Kerajinan Bahan Kerajianan Gambar
1. Bunga Tulip Pelindung buah apel  1a
2. Bunga Gantung Sedotan  1b
3. Bunga Piringan kertas bundar  1c
4. Bunga Sedotan  1d
5. Bunga gantung Botol bekas 1e
6. Bunga Koran  1f
7. Bunga Wadah kue dan sedotan bekas  1g
8. Hiasan gantungan hati Koran atau majalah bekas  1h
9. Hiasan lampu penerangan Botol bekas  1i
10. Lampion Botol bekas  1j
11. Bunga Plastik Keresek bekas 1k
12. Gantungan Pintu Wadah minuman gelas bekas  1l
13. Gantungan cumi Botol bekas 1m
14. Bunga plastik Sedotan bekas 1n
15. Bunga Pembungkus buah Pir  1o
16. Hiasan burung hantu Kardus  1p
17. Hiasan pohon buah Cangkang telur  1q
18. Hiasan dinding Kulit telur  1r
19. Bunga Wadah minuman gelas bekas  1s
20. Hiasan dinding Bungkus makanan ringan bekas  1t

 

Diposkan pada Kimia

Laporan Observasi Sungai Pakis

LAPORAN OBSERVASI SUNGAI PAKIS

KIMIA AIR

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Analisis Kimia Terapan

Guru Pengampu :

Endang Sawitri,ST

air-1

                                                                        Disusun Oleh:

1. Khoirul Fatihin (21)

2. M.Yusril Izza F. (24)

3. Ratih Puji Lestari (32)

4. Sri Rusmiyati (34)

5. Vina Khiyatun N. (35)

 

SMK TUNAS HARAPAN PATI

Tahun Pelajaran 2015/2016

KATA PENGANTAR

          Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT. karena atas kehendak-Nyalah Laporan Observasi ini dapat terselesaikan. Shalawat serta salam senantiasa kita senandungkan  kepada sang revolusioner sejati Islam, Nabi Muhammad saw.

            Dalam laporan ini penyusun membahas hasil observasi kelompok mengenai kualitas air sungai di daerah sekitar tempat tinggal, yaitu sungai Sawunggiling. Adapun tujuan penyusunan laporan ini adalah untuk memenuhi tugas mata pelajaran Analisis Kimia Terpadu.

            Pada kesempatan kali ini, saya mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah meluangkan waktunya untuk membantu saya dalam menyelesaikan makalah ini, diantaranya :

  1. Ibu Endang Sawitri,ST selaku guru dalam mapel tersebut.
  2. Kedua orangtua yang selalu memberi motivasi baik moril maupun materiil.
  3. Teman-teman atas kerja samanya dalam penyusunan laporan observasi ini.

           Laporan ini tidak lepas dari kekhilafan dan kekurangan. Karenanya segala kritik dan saran untuk penyempurnaan laporan ini di masa yang akan datang sangat penyusun nantikan. Mudah-mudahan laporan ini dapat bermanfaat bukan hanya bagi kalangan akademis, namun juga bagi masyarakat pada umumnya yang ingin menambah wawasan pengetahuannya.

         Akhir kata, semoga laporan ini dapat digunakan dan dimanfaatkan bagi kita semua. Amin.

Pati, 23 Agustus 2015.

              Penyusun

 DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………i

DAFTAR ISI…………..…………………………………………………………….……..ii

BAB I. PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang………………………………………………………………….. iv

1.2       Rumusan Masalah……………………………………………………………….iv

1.3       Tujuan……..……………………..…………….………………………………….iv

1.4       Manfaat…………………………………………………………………………….iv

1.5       Hipotesis……………………………………………………………………………v

1.6       Lokasi Observasi………………………………………………………………….v

1.7       Waktu Pelaksanaan………………………………………………………………v

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1       Pengertian Air……………………………………………………………………..1

2.2       Sifat-sifat Fisika dan Kimia ……………………………………………………1

2.3       Fungsi Air Bagi Tubuh Manusia  ………………………………………………2

2.4       Fungsi Air Dalam Kehidupan…………………………………………………..2

2.5       Kualitas Air…………………………………………………………………………5

2.6       Pengertian Pencemaran Lingkungan…………………………………………9

2.7       Pengertian Sungai ……………………………………………………………….10

2.8       Pencemaran Air atau Sungai…………………………………………………..11

BAB III. METODE PENELITIAN

3.1       Variabel Penelitian……………………………………………………………….16

3.2       Metode Pengumpulan Data…………………………………………………….16

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1       Hasil Pengamatan………………………………………………………………..17

4.2       Pembahasan……………………………………………………………………….19

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1   Kesimpulan…………………………………………………………………………..22

5.2   Saran…………………………………………………………………………………..22

DAFTAR PUSTAKA…….………………………………………………….………………23

LAMPIRAN………………………………………………………………………………….24

BAB I

PENDAHULUAN

1.1   LATAR BELAKANG

                     Observasi merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam mengetahui berbagai hal. Dalam hal ini kami akan melakukan observasi tentang pencemaran air sungai sebagai salah satu tugas yang diberikan oleh guru mata pelajaran geografi dan penglihatan kami mengenai pencemaran air sungai yang makin tercemar

                     Air yang kita gunakan seharusnya berstandar 3B, tidak berwarna, berbau dan beracun. Tetapi, banyak kami lihat air yang berwarna keruh dan berbau. Dan sering kali bercampur dengan benda-benda sampah seperti, plastik,sampah organik,kotoran manusia,botol-botol dan sebagainya. Keadaan seperti ini dapat menyebabkan dampak negatif bagi masyarat, dan dari situlah kami sebagai murid dan juga sebagai komponen masyarakat, merasa tertarik untuk meneliti jauh mengenai seberapa tinggi tingkat pencemaran yang telah terjadi pada air sungai sekitar.

1.2    RUMUSAN MASALAH

               Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas maka, dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

  1. Bagaimanakah kualitas sungai Sawunggaling ?
  2. Bagaimanakah kesadaran masyarakat terhadap kualitas sungai ?
  3. Bagaimana upaya pemerintah untuk mempertahankan kualitas sungai?

1.3     TUJUAN

            Berdasarkan rumusan permasalahan diatas, maka tujuan penyusunan laporan observasi ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui kualitas air sungai (Sawunggaling).
  2. Untuk mengetahui kesadaran masyarakat terhadap kualitas ai sungai.
  3. Untuk mengetahui upaya pemerintah untuk mempertahankan kualitas air sungai.

1.4    MANFAAT

  1. Bagi peneliti:

Mengetahui penyebab pencemaran air sungai.

Mengetahui kualitas air sungai.

Dapat menghimbau masyarakat tentang bahayanya pencemaran air sungai.

2.Bagi masyarakat:

Agar masyarakat lebih menjaga kelestarian lingkungan dan kualitas air sungai yang berguna dan bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari.

Jika air sungai terjaga kebersihannya tidak akan terjangkit penyakit.

Supaya masyarakat menyadari pentingnya sungai.

3.Bagi industri:

 Agar tidak membuang limbahnya pada aliran sungai terdekat.

Agar dapat mengelola limbah terlebih dahulu sebelum dibuang pada aliran sungai.

1.5       HIPOTESIS

                     Pencemaran air berdampak besar terhadap penurunan kualitas air. Jadi, Semakin banyak limbah disungai, maka semakin berkurangnya kualitas air sungai.

Seperti yang terjadi di sungai Sawunggaling yang pencemaranya di sebabkan oleh:

  1. Limbah dari pabrik gula.
  2. Limbah rumah tangga.

Dari kedua penyebab pencemaran tersebut yang paling parah dampaknya bagi kualitas air sungai tersebut ialah limbah dari pabrik gula Pakis.

Sehingga air perlu dijaga,dilindungi,dan dilestarikan. Karena sangat penting bagi seluruh kehidupan.

1.6       LOKASI OBSERVASI

 Nama  Sungai     : Sawunggaling

 Alamat                : Ds. Pondohan,  kec.Tayu  kab.Pati

1.7       WAKTU PELAKSANAAN

Hari                      : Minggu

Tanggal                : 16 Agustus 2015

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1    Pengertian Air

            Air adalah salah satu sumber kekuatan dan energi yang ada di bumi ini. Air merupakan sebuah elemen dan partikel cair. Tanpa air, semua makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup dan akan mati. Manfaat Air Dalam kehidupan contohnya adalah Air terjun. Air terjun mengandung tenaga gerak yang dapat dimanfaatkan oleh manusia, misalnya untuk pembangkit tenaga Listrik. Bendungan (dam) akan menahan aliran air dan membentuk danau (waduk). Air yang berada di waduk disalurkan lewat terowongan ke kincir air khusus (Turbin). Selanjutnya, turbin menggerakan dinamo (generator) yang menghasilkan aliran listrik sangat besar. Tenaga listrik tersebut dialirkan ke kota dan desa, misalnya untuk menggerakan mesin di pabrik serta penerangan di rumah, sekolah, dan pertokoan.

                Pengertian Air atau Definisi Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi. Jenis – Jenis Air sendiri di bagi menjadi 2 macam.
Penempatan Air sebagian besar terdapat di laut / air asin dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air dan lautan es, Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, muara, sungai) menuju laut.
Air yang bersih sangat penting bagi kehidupan manusia dan alam sekitar, Di banyak tempat di dunia terjadi kekurangan persediaan air. Selain di bumi, sejumlah besar air juga diperkirakan terdapat pada kutub utara dan selatan planet Mars, serta pada bulan-bulan Eropa dan Enceladus. Air dapat berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas (uap air). Air merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan bumi dalam ketiga wujudnya tersebut.

             Air merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan Bumi dalam ketiga wujudnya tersebut. Pengelolaan sumber daya air yang kurang baik dapat menyebakan kekurangan air, monopolisasi serta privatisasi dan bahkan menyulut konflik.  Indonesia telah memiliki undang-undang yang mengatur sumber daya air sejak tahun 2004, yakni Undang Undang nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.

2.2       Sifat-sifat Kimia dan Fisika

Air
 knair2
Informasi dan sifat-sifat
Nama sistematis air
Nama alternatif aqua, dihidrogen monoksida,
Hidrogen hidroksida
Rumus molekul H2O
Massa molar 18.0153 g/mol
Densitas dan fase 0.998 g/cm³ (cariran pada 20 °C)
0.92 g/cm³ (padatan)
Titik lebur °C (273.15 K) (32 °F)
Titik didih 100 °C (373.15 K) (212 °F)
Kalor jenis 4184 J/(kg·K) (cairan pada 20 °C)

 

2.3   Fungsi Air Bagi Tubuh Manusia

            Air dapat diperoleh tubuh baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung air diperoleh dari air minum, sedangkan secara tidak langsung dari makanan yang kita makan. Seorang dewasa memerlukan air sekitar 2 liter per hari.

Tubuh kita kehilangan air melalui  urine, keringat,  feses, dan pernapasan. Jika kehilangan air dari tubuh tidak digantikan, maka dapat menyebabkan  dehidrasi atau tubuh kekurangan air. Dehidrasi dapat menyebabkan kejang  otot dan tubuh menjadi lemah.

Air terdapat dalam jumlah besar pada tubuh manusia, meskipun air bukan zat  gizi.

Sekitar 60 – 70% berat tubuh kita adalah air.

 Fungsi air bagi tubuh adalah sebagai berikut:

– Sebagai pelarut reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh.

– Sebagai pelarut zat-zat sisa yang keluar dari tubuh dalam bentuk larutan.

– Sebagai pengangkut hasil metabolisme ke seluruh tubuh (air merupakan bagian terbesar yang menyusun darah).

– Mempertahankan suhu tubuh (37 °C).

2.4       Fungsi Air Dalam Kehidupan

  1. Kehidupan di dalam laut.

            Dari sudut pandang biologi, air memiliki sifat-sifat yang penting untuk adanya kehidupan. Air dapat memunculkan reaksi yang dapat membuat senyawa organik melakukan replikasi. Semua makhluk hidup yang diketahui memiliki ketergantungan terhadap air. Air merupakan zat pelarut yang penting untuk makhluk hidup dan adalah bagian penting dalam proses metabolisme. Air juga dibutuhkan dalam fotosintesis dan respirasi. Fotosintesis menggunakan cahaya matahari untuk memisahkan atom hidroden dengan oksigen. Hidrogen akan digunakan untuk membentuk glukosa dan oksigen akan dilepas ke udara.

2.         Makhluk air

            Perairan Bumi dipenuhi dengan berbagai macam kehidupan. Semua makhluk hidup pertama di Bumi ini berasal dari perairan. Hampir semua ikan hidup di dalam air, selain itu, mamalia seperi lumba-lumba dan ikan paus juga hidup di dalam air. Hewan-hewan sepertiamfibi menghabiskan sebagian hidupnya di dalam air. Bahkan, beberapa reptil seperti ular dan buaya hidup di perairan dangkal dan lautan. Tumbuhan laut seperti alga dan rumput laut menjadi sumber makanan ekosistem perairan. Di samudera, plankton menjadi sumber makanan utama para ikan.

3.         Air minum

            Tubuh manusia terdiri dari 55% sampai 78% air, tergantung dari ukuran badan. Agar dapat berfungsi dengan baik, tubuh manusia membutuhkan antara satu sampai tujuh liter air setiap hari untuk menghindari dehidrasi; jumlah pastinya bergantung pada tingkat aktivitas, suhukelembaban, dan beberapa faktor lainnya. Selain dari air minum, manusia mendapatkan cairan dari makanan dan minuman lain selain air. Sebagian besar orang percaya bahwa manusia membutuhkan 8–10 gelas (sekitar dua liter) per hari, namun hasil penelitian yang diterbitkan Universitas Pennsylvania pada tahun 2008 menunjukkan bahwa konsumsi sejumlah 8 gelas tersebut tidak terbukti banyak membantu dalam menyehatkan tubuh. Malah kadang-kadang untuk beberapa orang, jika meminum air lebih banyak atau berlebihan dari yang dianjurkan dapat menyebabkan ketergantungan. Literatur medis lainnya menyarankan konsumsi satu liter air per hari, dengan tambahan bila berolahraga atau pada cuaca yang panas. Minum air putih memang menyehatkan, tetapi kalau berlebihan dapat menyebabkan hiponatremia yaitu ketika natrium dalam darah menjadi terlalu encer.

  1. Pelarut          

            Pelarut digunakan sehari-hari untuk mencuci, contohnya mencuci tubuh manusia, pakaian, lantai, mobil, makanan, dan hewan. Selain itu, limbah rumah tangga juga dibawa oleh air melalui saluran pembuangan. Pada negara-negara industri, sebagian besar air terpakai sebagai pelarut. Air dapat memfasilitasi proses biologi yang melarutkan limbahMikroorganisme yang ada di dalam air dapat membantu memecah limbah menjadi zat-zat dengan tingkat polusiyang lebih rendah.

5.         Zona biologis

            Air merupakan cairan singular, oleh karena kapasitasnya untuk membentuk jaringan molekul 3 dimensi dengan ikatan hidrogen yang mutual. Hal ini disebabkan karena setiap molekul air mempunyai 4 muatan fraksional dengan arah tetrahedron, 2 muatan positif dari kedua atom hidrogen dan dua muatan negatif dari atom oksigen. Akibatnya, setiap molekul air dapat membentuk 4 ikatan hidrogen dengan molekul disekitarnya. Sebagai contoh, sebuah atom hidrogen yang terletak di antara dua atom oksigen, akan membentuk satu ikatan kovalen dengan satu atom oksigen dan satu ikatan hidrogen dengan atom oksigen lainnya, seperti yang terjadi pada es. Perubahan densitas molekul air akan berpengaruh pada kemampuannya untuk melarutkan partikel. Oleh karena sifat muatan fraksional molekul, pada umumnya, air merupakan zat pelarut yang baik untuk partikel bermuatan atau ion, namun tidak bagi senyawa hidrokarbon.

            Konsep tentang sel sebagai larutan yang terbalut membran, pertama kali dipelajari oleh ilmuwan Rusia bernama Troschin pada tahun 1956. Pada monografnyaProblems of Cell Permeabilitytesis Troschin mengatakan bahwa partisi larutan yang terjadi antara lingkungan intraselular dan ekstraselular tidak hanya ditentukan oleh permeabilitas membran, namun terjadi akumulasi larutan tertentu di dalam protoplasma, sehingga membentuk larutan gel yang berbeda dengan air murni.

            Pada tahun 1962, Ling melalui monografnya, A physical theory of the living state, mengutarakan bahwa air yang terkandung di dalam sel mengalami polarisasi menjadi lapisan-lapisan yang menyelimuti permukaan protein dan merupakan pelarut yang buruk bagi ion. Ion K+ diserap oleh sel normal, sebab gugus karboksil dari protein cenderung untuk menarik K+ daripada ion Na+. Teori ini, dikenal sebagai hipotesis induksi-asosiasi juga mengutarakan tidak adanya pompa kationATPase, yang terikat pada membran sel, dan distribusi semua larutan ditentukan oleh kombinasi dari gaya tarik menarik antara masing-masing protein dengan modifikasi sifat larutan air dalam sel. Hasil dari pengukuranNMR memang menunjukkan penurunan mobilitas air di dalam sel namun dengan cepat terdifusi dengan molekul air normal. Hal ini kemudian dikenal sebagai model two-fraction, fast-exchange.

            Keberadaan pompa kation yang digerakkan oleh ATP pada membran sel, terus menjadi bahan perdebatan, sejalan dengan perdebatan tentang karakteristik cairan di dalam sitoplasma dan air normal pada umumnya. Argumentasi terkuat yang menentang teori mengenai jenis air yang khusus di dalam sel, berasal dari kalangan ahli kimiawan fisis. Mereka berpendapat bahwa air di dalam sel tidak mungkin berbeda dengan air normal, sehingga perubahan struktur dan karakter air intraselular juga akan dialami dengan air ekstraselular. Pendapat ini didasarkan pada pemikiran bahwa, meskipun jika pompa kation benar ada terikat pada membran sel, pompa tersebut hanya menciptakan kesetimbangan osmotik selular yang memisahkan satu larutan dari larutan lain, namun tidak bagi air. Air dikatakan memiliki kesetimbangan sendiri yang tidak dapat dibatasi oleh membran sel.

            Para ahli lain yang berpendapat bahwa air di dalam sel sangat berbeda dengan air pada umumnya. Air yang menjadi tidak bebas bergerak oleh karena pengaruh permukaan ionik, disebut sebagai air berikat (bahasa Inggrisbound water), sedangkan air di luar jangkauan pengaruh ion tersebut disebut air bebas (bahasa Inggrisbulk water).

            Air berikat dapat segera melarutkan ion, oleh karena tiap jenis ion akan segera tertarik oleh masing-masing muatan fraksional molekul air, sehingga kation dan anion dapat berada berdekatan tanpa harus membentuk garam. Ion lebih mudah terhidrasi oleh air yang reaktif, padat dengan ikatan lemah, daripada air inert tidak padat dengan daya ikat kuat. Hal ini menciptakan zona air, sebagai contoh, kation kecil yang sangat terhidrasi akan cenderung terakumulasi pada fase air yang lebih padat, sedangkan kation yang lebih besar akan cenderung terakumulasi pada fase air yang lebih renggang, dan menciptakan partisi ion seperti serial Hofmeister sebagai berikut:

Mg2+ > Ca2+ > H+ >> Na+

NH+ > Cs+ > Rb+ > K+

ATP3- >> ATP2- = ADP2- = HPO42-

I > Br > Cl > H2PO4

  • densitas air berikat semakin tinggi ke arah kanan.

            Interaksi antara molekul air berikat dan gugus ionik diasumsikan terjadi pada rentang jarak yang pendek, sehingga atom hidrogen terorientasi ke arah anion dan menghambat interaksi antara populasi air berikat dengan air bebas. Orientasi molekul air berikat semakin terbatas permukaan molekul polielektrolit bermuatan negatif antara lain DNARNA,asam hialorunatkondroitin sulfat, dan jenis biopolimer bermuatan lain. Energi elektrostatik antara molekul biopolimer bermuatan sama yang berdesakan akan menciptakan gayahidrasi yang mendorong molekul air bebas keluar dari dalam sitoplasma.

            Pada umumnya, konsenstrasi larutan polielektrolit yang cukup tinggi akan membentuk gel. Misalnya gel agarose atau gel dari asam hialuronat yang mengandung 99,9% air dari total berat gel. Tertahannya molekul air di dalam struktur kristal gel merupakan salah satu contoh kecenderungan alami setiap komponen dari suatu sistem untuk bercampur dengan merata. Molekul air dapat terlepas dari gel sebagai respon dari tekanan udara, peningkatan suhu atau melalui mekanisme penguapan, namun dengan turunnya rasio kandungan air, daya ikat ionik yang terjadi antara molekul zat terlarut yang menahan molekul air akan semakin kuat.

            Meskipun demikian, pendekatan ionik seperti ini masih belum dapat menjelaskan beberapa fenomena anomali larutan seperti,

            Fenomena anomali larutan ini dianggap terjadi pada rentang jarak jauh yang berada di luar domain pendekatan ionik.

Energi pada molekul air menjadi tinggi ketika ikatan hidrogen yang dimiliki menjadi tidak maksimal, seperti saat molekul air berada dekat dengan permukaan atau gugus hidrokarbon. Senyawa hidrokarbon kemudian disebut bersifat hidrofobik sebab tidak membentuk ikatan hidrogen dengan molekul air. Daya ikat hidrogen pada kondisi ini akan menembus beberapa zona air dan partisi ion, sehingga dikatakan bahwa sebagai karakter air pada rentang jarak jauh. Pada rentang ini, molekul garam seperti Na2SO4sodium asetat dan sodium fosfat akan memiliki kecenderungan untuk terurai menjadi kation Na+ dan anionnya.

2.5       Kualitas Air

  1. Pengertian Kualitas Air

            Kualitas air adalah kondisi kalitatif air yang diukur dan atau di uji berdasarkan parameter-parameter tertentu dan metode tertentu berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku (Pasal 1 keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 115 tahun 2003). Kualitas air dapat dinyatakan dengan parameter kualitas air. Parameter ini meliputi parameter fisik, kimia, dan mikrobiologis(Masduqi,2009).

            Menurut Acehpedia (2010), kualitas air dapat diketahui dengan melakukan pengujian tertentu terhadap air tersebut. Pengujian yang dilakukan adalah uji kimia, fisik, biologi, atau uji kenampakan (bau dan warna). Pengelolaan kualitas air adalah upaya pemaliharaan air sehingga tercapai kualitas air yang diinginkan sesuai peruntukannya untuk menjamin agar kondisi air tetap dalam kondisi alamiahnya.

  1. Hubungan Antar Kualitas Air

            Menurut Lesmana (2001), suhu pada air mempengaruhi kecepatan reaksi kimia, baik dalam media luar maupun dalam tubuh ikan.  Suhu makin naik, maka reaksi kimia akan ssemakin cepat, sedangkan konsentrasi gas akan semakin turun, termasuk oksigen. Akibatnya, ikan akan membuat reaksi toleran dan tidak toleran. Naiknya suhu, akan berpengaruh pada salinitas, sehingga ikan akan melakukan prosess osmoregulasi. Oleh ikan dari daerah air payau akan malakukan yoleransi yang tinggi dibandingkan ikan laut dan ikan tawar.

            Manurut Anonymaus(2010), laju peningkatan pH akan dilakukan oleh nilai pH awal. Sebagai contoh : kebutuhan jumlah ion karbonat perlu ditambahkan utuk meningkatkan satu satuan pH akan jauh lebih banyak apabila awalnya 6,3 dibandingkan hal yang sama dilakukan pada pH 7,5. kenaikan pH yang  akan terjadi diimbangi oleh kadar Co2 terlarut dalan air. Sehingga, Co2 akan menurunkan pH.

  1. Parameter Kualitas Air

Parameter Fisika

  1. Rasa

            Kualitas air bersih yang baik adalah tidak berasa. Rasa dapat ditimbulkan karena adanya zat organik atau bakteri.usur lain yang masuk kedalam badan air

  1. Bau

            Kualitas air bersih yang baik adalah tidak berbau, karena bau ini dapat ditimbulkan oleh pembusukan zat organik seperti bakteri serta kemungkinan akibat tidak langsung dari pencemaran lingkungan, terutama sistem sanitasi.

  1. Suhu

            Secara umum, kenaikan suhu perairan akan mengakibatkan kenaikan aktifitas biologi sehingga akan membentuk O2 lebih banyak  lagi. Kenaikan suhu perairan secara alamiah biasanya disebabkan oleh aktifitas penebangan vegetasi di sekitar sumber air tersebut, sehingga menyebabkan banyaknya cahaya matahari yang masuk tersebut mempengaruhi akuifer yang ada secara langsung atau tidak langsung.

  1. Kekeruhan

            Kekeruhan air dapat ditimbulkan oleh adanya bahan-bahan organik dan anorganik, kekeruhan juga dapat mewakili warna. Sedang dari segi estetika kekeruhan air dihubungkan dengan kemungkinan hadirnya pencemaran melalui buangan sedang warna air tergantung pada warna buangan yang memasuki badan air.

  1. TDS atua jumlah zat padat terlarut (total dissolved solids)

            Adalah bahan padat yang tertinggal sebagai residu pada penguapan dan pengeringan pada suhu 103 C – 105 C dalam portable water kebanyakan bahan bakar terdapat dalam bentuk terlarut yang terdiri dari garam anorganik selain itu juga gas-gas yang terlarut.

      Kandungan total solids pada portable water biasanya berkisaran antara 20 sampai dengan 1000 mg/l dan sebagai suatu pedoman kekerasan dari air akan meningkatnya total solids, disamping itu pada semua bahan cair jumlah koloit yang tidak terlarut dan bahan yang tersuspensi akan meningkat sesuai derajat dari pencemaran (sutrisno, 1991).

       Zat padat selalu terdapat dalam air dan kalau jumlahnya terlalu banyak tidak baik sebagai air minum, banyaknya zat padat yang diisyaratkan untuk air minum adalah kurang dari 500 mg/l. Pengaruh yang menyangkut aspek kesehatan dari pada penyimpangan kualias air minum dalam hal total solids ini yaitu bahwa air akan memberikan rasa tidak enak pada lidah dan rasa mual.

Parameter Kimia

a) pH

            Menurut Andayani(2005), pH adalah cerminan derajat keasaman yang diukur dari jumlah ion hidrogen menggunakan rumus pH = -log (H+). Air murni terdiri dari ion H+dan OH- dalam jumlah berimbang hingga Ph air murni biasa 7. Makin banyak banyak ion OH+dalam cairan makin rendah ion H+ dan makin tinggi pH. Cairan demikian disebut cairan alkalis. Sebaliknya, makin banyak H+ makin rendah PH dan cairan tersebut bersifat masam. Ph antara 7 – 9 sangat memadai kehidupan bagi air tambak. Namun, pada keadaan tertantu, dimana air dasar tambak memiliki potensi keasaman, pH air dapat turun hingga mencapai 4.

            pH air mempengaruhi tangkat kesuburan perairan karena mempengaruhi kehidupan jasad renik. Perairan asam akan kurang produktif, malah dapat membunuh hewan budidaya. Pada pH rendah( keasaman tinggi),  kandungan oksigan terlarut akan berkurang, sebagai akibatnya konsumsi oksigen menurun, aktivitas naik dan selera makan akan berkurang. Hal ini sebaliknya terjadi pada suasana basa. Atas dasar ini, maka usaha budidaya perairan akan berhasil baik dalam air dengan pH 6,5 – 9.0 dan kisaran optimal adalah ph 7,5 – 8,7(Kordi dan Andi,2009).

b) Oksigan Terlarut / DO

            Mnurut Wibisono (2005), konsentrasi gas oksigen sangat dipengaruhi oleh suhu, makin tinggi suhu, makin berkurang tingkat kelarutan oksigen. Dilaut, oksigen terlarut (Dissolved Oxygen / DO) berasal dari dua sumber, yakni dari atmosfer dan dari hasil proses fotosintesis fitoplankton dan berjenis tanaman laut. Keberadaan oksigen terlarut ini sangat memungkinkan untuk langsung dimanfaatkan bagi kebanyakan organisme untuk kehidupan, antara lain pada proses respirasi dimana oksigen diperlukan untuk pembakaran (metabolisme) bahan organik sehingga terbentuk energi yang diikuti dengan pembentukan Co2 dan H20.

            Oksigen yang diperlukan biota air untuk pernafasannya harus terlarut dalam air. Oksigen merupakan salah satu faktor pembatas, sehinnga bila ketersediaannya didalam air tidak mencukupi kebutuhan biota budidaya, maka segal aktivitas biota akan terhambat. Kebutuhan oksigen pada ikan mempunyai kepentingan pada dua aspek, yaitu kebutuhan lingkungan bagi spesies tertentu dan kebutuhan konsumtif yang terandung pada metabolisme ikan(Kordi dan Andi,2009).

c) CO2

            Karbondioksida (Co2), merupakan gas yang dibutuhkan oleh tumbuh-tumbuhan air renik maupun tinhkat tinggi untuk melakukan proses fotosintesis. Meskipun peranan karbondioksida sangat besar bagi kehidupan organisme air, namun kandungannya yang berlebihan sangat menganggu, bahkan menjadi racu secara langsung bagi biota budidaya, terutama dikolam dan ditambak(Kordi dan Andi,2009).

            Meskipun presentase karbondioksida di atmosfer relatif kecil, akan tetapi keberadaan karbondioksida di perairan relatif banyak,kerana karbondioksida memiliki kelarutan yang relatif banyak.

d) Amonia

            Makin tinggi pH, air tambak/kolam, daya racun amnia semakin meningkat, sebab sebagian besar berada dalam bentuk NH3, sedangkan amonia dalam molekul (NH3) lebih beracun daripada yang berbentuk ion (NH4+). Amonia dalam bentuk molekul dapat bagian membran sel lebih cepat daripada ion NH4+ (Kordi dan Andi,2009).

            Menurut Andayani(2005), sumber amonia dalam air kolam adalah eksresi amonia oleh  ikan dan crustacea. Jumlah amonia yang dieksresikan oleh ikan bisa diestimasikan dari penggunaan protei netto( Pertambahan protein pakan- protein ikan) dan protein prosentase dalam pakan dengan rumus :

Amonia – Nitrogen (g/kg pakan) = (1-0- NPU)(protein+6,25)(1000)

Keterangan :  NPU : Net protein Utilization /penggunaan protein netto

                        Protein : protein dalam pakan

                        6,25 : Rati rata-rata dari jumlah nitrogen.

e) Nitrat nitrogen

            Menurut Susana (2002), senyawa kimia nitrogen urea (N-urea) ,algae memanfaatkan senyawa tersebut untuk pertumbuhannya sebagai sumber nitrogen yang berasal dari senyawa nitrogen-organik. Beberapa bentuk senyawa nitrogen (organik dan anorganik) yang terdapat dalam perairan konsentrasinya lambat laun akan berubah bila didalamnya ada faktor yang mempengaruhinya sehingga antara lain akn menyebabkan suatu permasalahan tersendiri dalam perairan tersebut.

            Menurut Andayani(2005), konsentasi nitrogen organik di perairan yang tidak terpolusi sangat beraneka ragam. Bahkan konsentrasi amonia nitrogen tinggi pada kolam yang diberi pupuk daripada yang hanya biberi pakan. Nitrogen juga mengandung bahan organik terlarut. Konsentrsi organik nitrogan umumnya dibawah 1mg/liter pada perairan yang tidak polutan. Dan pada perairan yang planktonya blooming dapat meningkat menjadi 2-3 mg/liter.

f) Orthophospat

            Menurut Andayani (2005), orthophospat yang larut, dengan mudah tesedia bagi tanaman, tetapi ketersediaan bentuk-bentuk lain belum ditentukan dengan pasti. Konsentrasi fosfor dalam air sangat rendah : konsentasi ortophospate yang biasanya tidak lebih dari 5-20mg/liter dan jarang melebihi 1000mg/liter. Fosfat ditambahkan sebagai pupuk dalam kolam, pada awalnya tinggi orthophospat yang terlarut dalam air dan konsentrasi akan turun dalam beberapa hari setelah perlakuan.

            Menurut Muchtar (2002), fitoplankton merupakan salah satu parameter biolagi yang erat hubungannya dengan fosfat dan nitrat. Tinggi rendahnya kelimpahan fitoplankton disuatu perairan tergantung tergantung pada kandungan zat hara fosfat dan nitrat. Sama halnya seprti zat hara lainnya, kandungan fosfat dan nitrat disuatu perairan, secara alami terdapat  sesuai dengan kebutuhan organisme yang hidup diperairan tersebut.

2.4 Kualitas Air yang Baik

            Menurut O-fish (2010), ada lima syarat utama kualitas air yang baik untuk kehidupan ikan :

 Rendah kadar amonia dan nitrit

 Bersih secara kimiawi

 Memiliki pH, kesadahan, dan temperatur yang memadai

 Rendah kadar cemaran organik

 Stabil

Apabila persyaratan tersebut diatas dapat dijaga dan dipelihara dengan baik, maka ikan yang dipelihara mampu memelihara dirinya sendiri, terbebas dari berbagai penyakit, dan dapat berkembang biak dengan baik.

            Menurut Agromedia(2007), air yang baik untuk pertumbuhan lele dumbo adalah air bersih  yang berasal dari sungai, air hujan, dan air sumur. Pemanfaatan sumber air harus harus dikelola dengan baik terutama kualitas dan kuantitas. Kualitas air sangat mendukung pertumbuhan lele dumbo. Oleh karena itu, aor yang digunakan harus banyak mengandung zat hara, serta tidak tercemar olah racun dan zat rumah tangga lainnya.

2.5 Efek Kualitas Air

            Air dari alam atau natural water secara foundamental akan berbeda kondisinya dengan air dari tempat budidaya, terutama sistem tertutup yang menggunakan akuarium atau bak, berdasarkan sifat kimia maupun biologi. Jumlah ikan ditempat budidaya umumnya jauh lebih banyak dibandingkan jumlah air. Akibatnya, material hasil metrabolisme yang dikeluarkan ikan tidak dapat mengurai seimbang. Artinya, waktu penguraian metabolit secara alami tidak mencukupi karena jumlahnya cukup banyak. Oleh karena itu, air tidak dapat atau sulit kembali menjadi baik dan cenderung menghasilkan substannsi atau bahan metabolit yang berbahaya bagi ikan(Lesmana,2001).

            Menurut O-fish(2010), kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kagiatan atau keperluan tertentu. Dalam lingkup akuarium, kulitas air secara umum mengacu pada kandungan polutan atau cemaran yang terkandung dalam air dalam kaitannya untuk menunjang kehidupan ikan dan kondisi ekosstem yang memadai.

            Menurut Susanto(2002), suatu  limbah yang mengandung beban pencemar masuk ke lingkungan perairan dapat menyebabkan perubhan kualitas air. Salah satu efeknya adalah menurunya kadar oksigen terlarut yang berpengaruh terhadap fungsi fisiologis organisme akuatik. Air limbah memungkinkan mengandung mikroorganisme patogen atau bahan kimia beracun berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit infeksi dan tersebar ke lingkungan.

2.6       Pengertian Pencemaran Lingkungan

           Pencemaran lingkungan atau polusi adalah proses masuknya polutan ke dalam suatu lingkungan sehingga dapat menurunkan kualitas lingkungan tersebut.
Menurut Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 tahun 1982, pencemaran lingkungan atau polusi adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya

       Polutan adalah suatu zat atau bahan yang kadarnya melebihi ambang batas serta berada pada waktu dan tempat yang tidak tepat, sehingga merupakan bahan pencemar lingkungan, misalnya: bahan kimia, debu, panas dan suara. Polutan tersebut dapat menyebabkan lingkungan menjadi tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan akhirnya malah merugikan manusia dan makhluk hidup lainnya.

    Berdasarkan lingkungan yang terkena polutan (tempat terjadinya), pencemaran lingkungan dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:

  1. Pencemaran air
  2. Pencemaran tanah
  3. Pencemaran udara

         Pencemaran lingkungan terjadi bila daur materi dalam lingkungan hidup mengalami perubahan, sehingga keseimbangan dalam hal struktur maupun fungsinya terganggu. Ketidakseimbangan struktur dan fungsi daur materi terjadi karena proses alam atau juga karena perbuatan manusia. Dalam abad modern ini banyak kegiatan atau perbuatan manusia untuk memenuhi kebutuhan biologis dan kebutuhan teknologi sehingga banyak menimbulkan pencemaran lingkungan. Manusia adalah merupakan satu-satunya komponen lingkungan hidup biotik yang mempunyai kemampuan untuk dengan sengaja merubah keadaan lingkungan hidup. Dalam usaha merubah lingkungan hidupnya ini dengan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya dapat menimbulkan masalah yang disebut pencemaran. Manusia juga dapat merubah keadaan lingkungan yang tercemar akibat berbuatannya ini menjadi keadaan lingkungan yang lebih baik, menjadi keadaan seimbang, dapat mengurangi terjadinya pencemaran lingkungan, bahkan diharapkan untuk dapat mencegah terjadinya pencemaran.

      Ditinjau dari segi ilmu kimia yang disebut pencemaran lingkungan adalah peristiwa penyebaran bahan kimia dengan kadar tertentu yang dapat merubah keadaan keseimbangan pada daur materi, baik keadaan struktur maupun fungsinya sehingga mengganggu kesejahteraan manusia. Pencemaran lingkungan ini perlu mendapat penanganan secara serius oleh semua pihak, karena pencemaran lingkungan dapat menimbulkan gangguan terhadap kesejahteraan kesehatan bahkan dapat berakibat terhadap jiwa manusia.

2.7       Pengertian Sungai

        Sungai adalah sistem pengairan air dari mulai mata air sampai ke muara dengan dibatasi kanan kirinya serta sepanjang pengalirannya oleh sungai. Sungai adalah fitur alami dan integritas ekologis, yang berguna bagi ketahanan hidup.

        Menurut Dinas PU, sungai sebagai salah satu sumber air mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kehidupan dan penghidupan masyarakat. sedangkan PP No. 35 Tahun 1991 tentang sungai, Sungai merupakan tempat-tempat dan wadah-wadah serta jaringan pengaliran air mulai dari mata air sampai muara dengan dibatasi kanan dan kirinya serta sepanjang pengalirannya oleh garis sempadan.

     Sungai adalah bagian permukaan bumi yang letaknya lebih rendah dari tanah disekitarnya dan menjadi tempat mengalirnya air tawar menuju ke laut, danau, rawa, atau ke sungai yang lain.

      Bantaran sungai berbeda dengan sempadan sungai. Bantaran sungai adalah areal sempadan kiri-kanan sungai yang terkena/terbanjiri luapan air sungai. Fungsi bantaran sungai adalah tempat mengalirnya sebagian debit sungai pada saat banjir (high water channel). Menurut UU No. 35 1991 tentang sungai, menyebutkan pengertian Bantaran sungai adalah lahan pada kedua sisi sepanjang palung sungai di hitung dari tepi sampai dengan kaki tanggul sebelah dalam. Sehubungan dengan itu maka pada bantaran sungai di larang membuang sampah dan mendirikan bangunan untuk hunian.

     Sedangkan sempadan sungai adalah wilayah yang harus diberikan kepada sungai. Sewaktu musim hujan dan debit sungai meningkat, sempadan sungai berfungsi sebagai daerah parkir air sehingga air bisa meresap ke tanah. Di samping itu, sempadan sungai merupakan daerah tata air sungai yang padanya terdapat mekanisme inflow ke sungai dan outflow ke air tanah. Proses inflow outflow tersebut merupakan proses konservasi hidrolis sungai dan air tanah pada umumnya. Secara ekologis sempadan sungai merupakan habitat di mana komponen ekologi sungai berkembang.

           Kondisi sungai di Indonesia mengalami berbagai permasalahan diantaranya :

  1. Pendangkalan sungai yang disebabkan endapan lumpur akibat erosi.
  2. Sempadan sungai menyempit karena tumbuh permikiman liar di sekitar bantaran sungai.
  3. Rusaknya fungsi sempadan karena dikonversi untuk lahan pertanian, perkebunan, dan perumahan.
  4. Semakin berkembangnya permukiman di sepanjang bantaran sungai, sehingga lingkungan rusak dan kotor.

2.8       Pencemaran Air/ Sungai

           Air dinyatakan tercemar apabila terdapat gangguan terhadap kualitas air sehingga air tersebut tidak dapat di gunakan untuk tujuan penggunaannya.Yang dimaksud dengan air tercemar air adalah air yang telah di masuki makhluk hidup (mikro organisme), zat atau energi akibat kegiatan manusia sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebababkan air tidak berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Berdasarkan peruntukannya, air (tidak termasuk air laut) di bagi empat golongan, yaitu:

  1. Golongan A, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air minum secara langsung tanpa ada pengolahan terlebih dahulu.
  2. Golongan B, yaitu air yang dapat digunakan sebagai air baku untuk air minum.
  3. Golongan C, yaitu air yang dapat digunakan untuk keperluan perikanan dan peternakan.
  4. Golongan D, yaitu air yang dapat digunakan untuk keperluan pertanian, usaha perkotaan, industri, dan pembangkit tenaga listrik.

      Pencemaran terjadi bila dalam lingkungan terdapat bahan yang menyebabkan timbulnya perubahan yang tidak diharapkan, baik yang bersifat fisik, kimiawi maupun biologis sehingga mengganggu kesehatan eksistensi manusia, dan aktivitas manusia serta organisme lainnya. Bahan penyebab pencemaran disebut bahan pencemar atau polutan.

Faktor-faktor yang menentukan pencemaran :

  1. Jumlah penduduk;
  2. Jumlah sumberdaya alam yang digunakan oleh setiap individu;
  3. Jumlah polutan yang dikeluarkan oleh setiap jenis sumberdaya alam;
  4. Teknologi yang digunakan.

         Pencemaran merupakan sebuah siklus yang selalu berputar dan saling mempengaruhi satu dengan lainnya. Pada hakikatnya antara aktivitas manusia dan timbulnya pencemaran terdapat hubungan melingkar berbentuk siklus. Agar dapat hidup dengan baik manusia beradaptasi dengan lingkungannya dan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya manusia mengembangkan teknologi. Akibat sampingan dari pengembangan teknologi adalah bahan pencemar yang menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan ini merupakan stimulus agar manusia menyesuaikan diri terhadap lingkungan.

Tiap pencemaran mempunyai derajat pencemaran atau tahap pencemaran yang berbeda didasarkan pada :

  1. Konsentrasi zat pencemar
  2. Waktu tercemarnya
  3. Lamanya kontak antara bahan pencemar dengan lingkungan.

Menurut WHO, ditetapkan empat tahapan pencemaran :

  1. Pencemaran tingkat pertama

           Pencemaran yang tidak menimbulkan kerugian pada manusia, baik dilihat dari kadar zat pencemarannya maupun waktu kontaknya dengan lingkungan.

  1. Pencemaran tingkat kedua

      Pencemaran yang mulai menimbulkan iritasi ringan pada pancaindera dan alat vegetatif lainnya serta menimbulkan gangguan pada komponen ekosistem lainnya.

  1. Pencemaran tingkat ketiga

       Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan menyebabkan sakit yang kronis.

  1. Pencemaran tingkat keempat

       Pencemaran yang telah menimbulkan dan mengakibatkan kematian dalam lingkungan karena kadar zat pencemar terlalu tinggi. Untuk mencegah terjadinya pencemaran terhadap lingkungan oleh berbagai aktivitas industri dan aktivitas manusia, maka diperlukan pengendalian terhadap pencemaran lingkungan dengan menetapkan baku mutu lingkungan. Baku mutu lingkungan adalah batas kadar yang diperkenankan bagi zat atau bahan pencemar terdapat di lingkungan dengan tidak menimbulkan gangguan terhadap makhluk hidup, tumbuhan atau benda lainnya.

Pencemaran Air, disebabkan oleh :

  1. Limbah Pertanian. Limbah pertanian dapat mengandung polutan insektisida atau pupuk organik. Insektisida dapat mematikan biota sungai. Jika biota sungai tidak mati kemudian dimakan hewan atau manusia, orang yang memakannya akan mati. Untuk mencegahnya, upayakan memilih insektisida yang berspektrum sempit (khusus membunuh hewan sasaran) serta bersifat biodegradable (dapat terurai secara biologi) dan melakukan penyemprotan sesuai dengan aturan. Jangan membuang sisa obat ke sungai. Pupuk organik yang larut dalam air dapat menyuburkan lingkungan air (eutrofikasi), karena air kaya nutrisi, ganggang dan tumbuhan air tumbuh subur (blooming). Hal ini akan mengganggu ekosistem air, mematikan ikan dan organisme dalam air, karena oksigen dan sinar matahari yang diperlukan organisme dalam air terhalang dan tidak dapat masuk ke dalam air, sehingga kadar oksigen dan sinar matahari berkurang.
  2. Limbah Rumah Tangga. Limbah rumah tangga berupa berbagai bahan organik (misal sisa sayur, ikan, nasi, minyak, lemak, air buangan manusia), atau bahan anorganik misalnya plastik, alumunium, dan botol yang hanyut terbawa arus air. Sampah yang tertimbun menyumbat saluran air dan mengakibatkan banjir. Pencemar lain bisa berupa pencemar biologi seperti bibit penyakit, bakteri, dan jamur. Bahan organik yang larut dalam air akan mengalami penguraian dan pembusukan, akibatnya kadar oksigen dalam air turun drastis sehingga biota air akan mati. Jika pencemaran bahan organik meningkat, akan ditemukan cacing Tubifex berwarna kemerahan bergerombol. Cacing ini merupakan petunjuk biologis (bioindikator) parahnya limbah organik dari limbah pemukiman.
  3. Limbah Industri. Limbah industri berupa polutan organik yang berbau busuk, polutan anorganik yang berbuih dan berwarna, polutan yang mengandung asam belerang berbau busuk, dan polutan berupa cairan panas. Kebocoran tanker minyak dapat menyebabkan minyak menggenangi lautan sampai jarak ratusan kilometer. Tumpahan minyak mengancam kehidupan ikan, terumbu karang, burung laut, dan organisme laut lainnya untuk mengatasinya, genangan minyak dibatasi dengan pipa mengapung agar tidak tersebar, kemudian ditaburi dengan zat yang dapat menguraikan minyak.
  4. Penangkapan Ikan Menggunakan racun. Sebagian penduduk dan nelayan ada yang menggunakan tuba (racun dari tumbuhan), potas (racun kimia), atau aliran listrik untuk menangkap ikan. Akibatnya, yang mati tidak hanya ikan tangkapan melainkan juga biota air lainnya

Indikator Pencemaran

       Untuk memantau pencemaran air sungai digunakan kombinasi parameter fisika, kimia dan biologi. Tapi yang sering digunakan hanya parameter fisika seperti temperatur, warna, bau, rasa dan kekeruhan air, ataupun parameter kimia seperti partikel terlarut, kebutuhan oksigen biokimia (BOD), partikel tersuspensi (SS), amonia (NH3). Bahan-bahan polutan bagi pencemaran air dalam bentuk pencemar fisika, kimiawi dan biologis dibagi menjadi 8 kelompok yaitu:

  1. Agen penyebab penyakit (bakteri, virus, protozoa, parasit).
  2. Limbah penghabis oksida (limbah rumah tangga, kotoran hewan dan manusia, bahan organik dan sebagainya).
  3. Bahan kimia yang larut dalam air (asam, garam, logam beracun dan senyawa lain).
  4. Pupuk anorganik (garam nitrat dan fosfat yang terlarut).\
  5. Bahan kimia organik (minyak, bensin, plastik, pestisida).
  6. Bahan sedimen atau suspensi (partikel tanah, pasir dan bahan anorganik lain yang melayang dalam air).
  7. Bahan-bahan radioaktif
  8. Panas

       Zat-zat organik akan mengalami pembusukan menghasilkan senyawa-senyawa lain yang beracun, menurunkan kadar oksigen terlarut, meningkatkan suhu dan menurunkan keasaman (PH), warna air akan berubah menjadi coklat kehitaman dan apabila oksigen benar-benar habis akan mengeluarkan bau busuk yang menyengat. Benda-benda yang dapat menyebabkan turun atau rusaknya kualitas air berasal dari benda-benda yang berbentuk gas adalah sebagai berikut:

  1. Gas Oksigen (O ) atau zat asam; diperlukan untk makhluk hidup yang berada di udara, daratan maupun di dalam air.
  2. Gas lain dalam air (CO , CO, H S): Gas CO terbentuk karena proses pembakaran bahan-bahan minyak, batu bara dan lain-lain kurang sempurna, gas CO yang berada di udara dalam jumlah besar dapat menyebabkan kematian, air tidak terdapat CO, H S terjadi pada proses pembusukan zat-zat organik, penyebab bau busuk.

Ciri-ciri dan Dampak Pencemaran

          Air yang baik adalah air yang tidak tercemar secara berlebihan oleh zat-zat kimia atau mineral terutama oleh zat-zat atau mineral yang berbahaya bagi kesehatan. Adapun beberapa indikator bahwa air sungai telah tercemar adalah sebagai berikut:

  1. Adanya perubahan suhu air. Air yang panas apabila langsung dibuang ke lingkungan akan mengganggu kehidupan hewan air dan mikroorganisme lainnya.
  2. Adanya perubahan pH atau konsentrasi ion Hidrogen. Air normal yang memenuhi syarat untuk suatu kehidupan mempunyai berkisar pH berkisar antara 6,5–7,5.
  3. Adanya perubahan warna, bau dan rasa air. Air dalam keadaan normal dan bersih pada umumnya tidak akan berwarna, sehingga tampak bening dan jernih, tetapi hal itu tidak berlaku mutlak, seringkali zat-zat beracun justru terdapat pada bahan buangan industri yang tidak mengakibatkan perubahan warna pada air. Timbulnya bau pada air lingkungan secara mutlak dapat dipakai sebagai salah satu tanda terjadinya pencemaran. Apabila air memiliki rasa berarti telah terjadi penambahan material pada air dan mengubah konsentrasi ion Hidrogen dan pH air.
  4. Timbulnya endapan, koloidal, bahan terlarut. Bahan buangan yang berbentuk padat, sebelum sampai ke dasar sungai akan melayang di dalam air besama koloidal, sehingga menghalangi masuknya sinar matahari ke dalam lapisan air. Padahal sinar matahari sangat diperlukan oleh mikroorganisme untuk melakukan fotosintesis.
  5. Adanya mikroorganisme. Mikroorganisme sangat berperan dalam proses degradasi bahan buangan dari limbah industri ataupun domestik. Bila bahan buangan yang harus didegradasi cukup banyak, maka mikroorganisme akan ikut berkembangbiak. Pada perkembangbiakan mikroorganisme ini tidak tertutup kemungkinan bahwa mikroba patogen ikut berkembangbiak pula.
  6. Meningkatnya radioaktivitas air lingkungan. Zat radioaktif dari berbagai kegiatan dapat menyebabkan berbagai macam kerusakan biologis apabila tidak ditangani dengan benar, baik efek langsung maupun efek tertunda.

Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran air antara lain:

  1. Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen.
  2. Terjadinya ledakan populasi ganggang dan tumbuhan air (eutrofikasi).
  3. Pendangkalan dasar perairan.
  4. Punahnya biota air, misal ikan, yuyu, udang, dan serangga air.
  5. Munculnya banjir akibat got tersumbat sampah.
  6. Menjalarnya wabah muntaber.

 

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1    VARIABEL PENELITIAN

  1. Variabel bebas.

       Pencemaran air sungai disebabkan limbah rumah tangga dan limbah industri.

  1. Variabel terikat.

            Meningkatnya limbah disungai menyebabkan kualitas air sungai semakin berkurang.

 3.2      METODE PENGUMPULAN DATA

            Dengan ini kami mengumpulkan data menggunakan metode observasi dengan        mengamati dan mencatat objeknya.

            Selain itu kami juga melakukan wawancara terhadap warga setempat serta pihak-pihak      lain yang mengetahui lebih banyak informasi mengenai data data yang kami   perlukan.

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1       HASIL PENGAMATAN

            Setelah melaksanakan kegiatan observasi, kami mendapatkan informasi-informasi yang berkaitan dengan pencemaran-pencemaran yang terjadi di sungai Sawunggaling yang berdampak pada kualitas sungai tersebut.

Data Primer

  1. Observasi langsung

            Kami melakukan observasi terhadap sungai Sawunggaling di empat titik sepanjang sungai tersebut, berikut adalah hasil dari observasi empat titik yang kami lakukan:

  1. Pada titik pertama yakni di daerah ujung sungai (bagian barat sunga Sawunggaling.)
  2. Warna air sungai : Jernih
  3. Bau air sungai : Tidak berbau
  4. Flora yang hidup : Rumput, bambu, pisang, pohon jati
  5. Fauna yang hidup : Ikan kecil, katak, dan kadal
  6. Limbah pencemar : –
  7. Pada titik kedua yakni di daerah sebelum pabrik dan daerah perumahan warga
  8. Warna air sungai : Jernih sedikit kecoklatan
  9. Bau air sungai : Sedikit tak sedap
  10. Flora yang hidup : Rumput, bambu, pisang
  11. Fauna yang hidup : Ikan kecil, capung, belalang
  12. Limbah pencemar : Sampah rumah tangga
  13. Pada titik ketiga yakni di daerah sekitar pabrik
  14. Warna air sungai : Jernih sedikit keruh
  15. Bau air sungai : Tidak sedap
  16. Flora yang hidup : Rumput-rumput liar, pisang, pohon-pohon besar, bunga-bunga liar
  17. Fauna yang hidup : Ikan kecil, capung, belalang, semut, kupu-kupu
  18. Limbah pencemar : Limbah buangan PG. Pakis
  19. Pada titik ke- empat yakni di daerah setelah pabrik
  20. Warna air sungai : Hitam
  21. Bau air sungai : Sangat tidak sedap
  22. Flora yang hidup : Rumput-rumput liar
  23. Fauna yang hidup : Lalat
  24. Limbah pencemar : Limbah buangan PG.Pakis dan limbah rumah tangga

Data Sekunder

  1. Hasil Wawancara

            Berdasarkan hasil wawancara di tempat observasi,dengan beberapa  responden maka kami menemukan beberapa data deskriftif tentang masalah masalah yang mempengaruhi kualitas air di sungai Sawunggaling, yakni sebagai berikut :

Sungai Sawunggaling sudah ada sejak zaman dahulu,sumber yang kita mintai informasi mengenai keberadaan sungai tersebut tidak begitu mengetahui sejak kapan sungai itu ada sebab sebelum warga yang kita mintai informasi lahir sungai itu sudah ada. Di perkirakan sungai Sawunggaling sudah ada sejak zaman dahulu, kapan tepatnya  menurut sumber masyarakat yang kami mintai informasi tidak ada yang mengetahui kapan sungai tersebut sudah ada.

            Sudah sejak 10 tahun yang lalu sungai Sawunggaling sudah tercemar  sehingga kualitas sungainya pun sudah tidak baik, hal ini diakibatkan sejak berdirinya PG. Pakis, buangan limbah pabrik langsung di buang di aliran sungai sehingga mengakibatkan sungai tercemar. Sampai pada 5 tahun yang lalu kondisinya pun masih sama bahkan kualitas airnya makin parah sebab limbah pabrik dan limbah rumah tangga yang tanpa ada penanganan lebih lanjut.

            Namun menurut warga setempat limbah yang paling mempengaruhi yaitu limbah buangan pabrik. Sehingga merugikan warga setempat di antaranya:bau yang tidak sedap,warna air sungai yang tidak enak di pandang mata, air sungai tidak bisa di manfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari (pengairan sawah, memberi minum ternak, bahkan untuk menyiram tanaman pun masyarakat masih ragu untuk menggunakan air sungai tersebut).

            Bukan itu saja dampak yang di timbulkan dari pencemaran yang mempengaruhi kualitas air,namun juga berdampak pada masyarakat sekitar sungai seperti ketika musim penghujan dengan intensitas curah air hujan yang tinggi,menyebabkan air di sungai tersebut meluap dan mengakibatkan banjir dan air yang meluap tersebut sudah tercemar limbah sehingga ketika air menggenangi pemukiman warga menyebabkan berbagai penyakit kulit seperti gatal-gatal,iritasi kulit,kadas dan berbagai penyakit kulit lainya. Kejadian meluapnya sungai Sawunggaling tersebut terjadi pada tahun 2003 dan tahun 2014 silam.

            Menurut warga setempat, selama sungai tersebut ada sampai sekarang belum pernah diadakanya upaya-upaya perbaikan kerusakan sungai serta tindakan untuk memperbaiki kualitas air sungai. Misal saja diadakan pelebaran atu pendalaman sungai,kemudian gotong royong untuk membersihkan sungai dari limbah-limbah tercemar dalam skala waktu tertentu. Bahkan dari pihak pabrik pun tidak ada upaya-upaya untuk mengatasi limbah pabrik agar tidak mencemari air sungai dan mengganggu masyarakat sekitar sungai.

            Meskipun masyarakat terganggu oleh pencemaran air yang di sebabkan oleh limbah pabrik dan limbah rumah tangga,mereka juga sadar pencemaran juga di sebabkan oleh ulah mereka sendiri. Masyarakat masih saja membuang sampah pada sungai kesadaran mereka mengenai kualitas sungai Sawunggaling pun masih rendah. Hal ini mereka lakukan juga karena dilatar belakangi oleh tidak pernah diadakannya sosialisasi dan himbauan dari desa mengenai pentingnya kualitas air sungai.

4.2       PEMBAHASAN

Identitas Sungai

            Dalam observasi yang kelompok kami lakukan, kami mengambil sampel sungai Sawunggalingi yang berada di Pakis, kec. Tayu, kab. Pati. Sungai Sawunggaling mengalir dari hulu di daerah Gunung Muria menuju ke daerah Pakis kemudian ke laut. Dengan panjang sekitar 4 kilometer, dengan lebar sekitar 6 meter, serta kedalaman sekitar 3 meter. Kami mengobservasi sungai ini karena melihat kondisi sungai yang cenderung sudah tercemar dan dipertanyakan kualitas air di sungai tersebut. Kami observasi langsung untuk melihat lebih jelas kondisi sungai sebenarnya serta  untuk mendapatkan informasi yang lebih lanjut dan lebih akurat mengenai sungai yang kami observasi kami juga melakukan wawancara dengan warga sekitar sungai Sawunggaling tersebut.

            Selama observasi yang kami lakukan disepanjang sungai Sawunggaling, kami melihat keadaan sungai melalui empat titik yang kami ambil untuk mendapatkan sebuah kebenaran yang mewakili keadaan sungai Saawunggaling tersebut. Dari keempat titik yang kami ambil tersebut yang hasil pengamatannnya dapat dilihat pada hasil pengamatan yang telah dipaparkan diatas kami dapat mengetahui bahwa kualitas sungai Sawunggaling tersebut yang airnya telah tercemar hanya di beberapa titik saja bukan di sepanjang aliran sungai. Titik yang kami maksud  adalah di daerah sekitar permukiman warga, daerah sekitar pabrik, serta didaerah stelah pabrik. Berikut pemaparan mengenai limbah-limbah yang mempengaruhi kualitas air sungai Sawunggaling berdasrkan hasil observasi yang telah kami lakukan:

  1. Limbah rumah tangga berupa berbagai bahan organik (misal sisa sayur, ikan, nasi, minyak, lemak, air buangan manusia), atau bahan anorganik misalnya plastik, alumunium, dan botol yang hanyut terbawa arus air. Sampah yang tertimbun menyumbat saluran air dan mengakibatkan banjir. Pencemar lain bisa berupa pencemar biologi seperti bibit penyakit, bakteri, dan jamur. Bahan organik yang larut dalam air akan mengalami penguraian dan pembusukan, akibatnya kadar oksigen dalam air turun drastis sehingga biota air akan mati. Masalah ini terjadi hampir di setiap rumah dan hanya dibuang begitu saja tanpa adanya pengolahan lebih lanjut. Masalah ini terjadi karena tidak tersedianya tempat pembuangan akhir (TPA) di dekat desa serta tidak adanya kesadaran masyarakat untuk membuat sendiri TPA di desa tersebut.
  2. Limbah buangan pabrik, limbah yang dibuang langsung ke sungai sangat mempengaruhi kualiatas sungai tersebut. Limbah yang dihasilkan mengandung padatan tersuspensi maupun terlarut, akan mengalami perubahan fisika, kimia, dan hayati yang akan menghasilkan zat beracun atau menciptakan media untuk tumbuhnya kuman dimana kuman ini dapat berupa kuman penyakit atau kuman lainnya yang merugikan tubuh manusia. Limbah ini dibiarkan dalam air sungai sehingga air sungai berubah warnanya menjadi coklat kehitaman dan berbau busuk. Bau busuk ini akan mengakibatkan sakit pernapasan. Limbah ini dialirkan ke sungai sehingga mencemari sungai dan bila masih digunakan maka akan menimbulkan penyakit gatal, diare, dan penyakit lainnya.Mungkin macam  polutan yang dihasilkan berupa polutan organik (berbau busuk), polutan anorganik (berbuih, berwarna), atau mungkin berupa polutan yang mengandung asam belerang (berbau busuk), atau berupa suhu (air menjadi panas).

            Kualitas air sungai di sungai Sawunggaling menurut observasi yang kami lakukan kualitas air sungai tersebut di aliran sekitar pabrik sudah tercemar yang menjadi faktor utamanya sudah tentu berasal dari limbah pabrik. Sungai yang telah tercemar tersebut berdampak pada keadaan sekitar sungai. Sehingga merugikan warga setempat yang di antaranya: bau yang tidak sedap yang di timbulkan oleh air tercemar, warna air sungai yang tidak enak di pandang mata yakni bewarna hitam pekat, air sungai tidak bisa di manfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari (pengairan sawah, memberi minum ternak, bahkan untuk menyiram tanaman pun masyarakat masih ragu untuk menggunakan air sungai tersebut).

            Meskipun menurut pihak pabrik limbah pabrik yang dibuang ke sungai tidak berbahaya dan mengganggu karena sudah diolah, namun jika dilihat pada kenyataannya meneurut kami dan keluhan dari warga setempat limbah pabrik sangat mencemari dan mengganggu, meskipun kami tidak mengetahui seberapa tingkat bahaya yang ditimbulkan karena kami tidak melakukan uji lebih lanjut, namun jika di amati  langsung sungai kualitas airnya sangat rendah, warna hitam serta bau yang tidak sedap yang ditimbulkan merupakan buktinya.

            Bukan itu saja dampak yang di timbulkan dari pencemaran yang mempengaruhi kualitas air,namun juga berdampak pada masyarakat sekitar sungai seperti ketika musim penghujan dengan intensitas curah air hujan yang tinggi,menyebabkan air di sungai tersebut meluap dan mengakibatkan banjir dan air yang meluap tersebut sudah tercemar limbah sehingga ketika air menggenangi pemukiman warga menyebabkan berbagai penyakit kulit seperti gatal-gatal,iritasi kulit,kadas dan berbagai penyakit kulit lainya. Kejadian meluapnya sungai Sawunggaling tersebut terjadi pada tahun 2003 dan tahun 2014 silam.

            Sebenarnya masyarakat sekitar ingin sungai sawunggaling tersebut tidak ingin ikut mencemari lingkungan sekitar sungai akan tetapi kesadaran masyarakat di sekitar sungai tersebut masih rendah. Banyak masyarakat yang membuang sampah di sekitar sungai sehingga berdampak pada kualitas sungai yang pada akhirnya juga merugikan mereka sendiri. Hal tersebut di paparkan oleh masyarakat di sekitar sungai yang kami wawancarai.

            Meskipun masyarakat terganggu oleh pencemaran air yang di sebabkan oleh limbah pabrik dan limbah rumah tangga,mereka juga sadar pencemaran juga di sebabkan oleh ulah mereka sendiri. Masyarakat masih saja membuang sampah pada sungai kesadaran mereka mengenai kualitas sungai Sawunggaling pun masih rendah. Hal ini mereka lakukan juga karena dilatar belakangi oleh tidak pernah diadakannya sosialisasi dan himbauan dari desa mengenai pentingnya kualitas air sungai.

            Pemerintah pun tidak ada upaya-upaya yang dilakukan untuk menanggulangi  masalah tersebut. Padahal telah banyak keluhan-keluhan dari masyarakat menegenai masalah tersebut. Misal saja upaya pembersihan sungai dari sampah sampah rumah tangga yang mudah penangannya dari pada limbah pabrik. Kemudian diadakanya sosisalisasi bagi masyarakat mengenai pentingnya kualitas air sungai, kemudian memberi himbauan-himbaun kepada masyarakat juga di buatkan TPA serta upaya-upaya lain yang dapat menanggulagi atau bahkan mencegah terjadinya masalah tersebut.

 

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1       KESIMPULAN

  1. Kualitas air sungai di sungai Sawunggaling telah tercemar di beberapa titik terutama disekitar PG. Pakis Baru serta perumahan warga, penyebabnya antara lain limbah buangan PG. Pakis Baru serta limbah-limbah rumah tangga yang di buang masyarakat sekitar sehingga menimbulkan bau tak sedap serta warna hitam kotor.
  2. Kesadaran masyarakat yang rendah akan pentingnya kualitas air sungai sehingga mengacuhkan begitu saja semakin menambah buruknya dampak yang ditimbulkan sebab tidak ada tindakan yang dilakukan.
  3. Tidak adanya upaya-upaya pemerintah untuk mempertahankan kualitas air sungai Sawunggaling akan mengakibatkan kualitas sungai yang makin parah buruknya.

5.2       SARAN

  • Jagalah kualitas air sungai di lingkungan rumah dan sekitar agar tetap bersih dan terhindar dari pencemaran air karena akan berdampak pada kita sendiri juga.
  • Jangan membuang sampah ke sungai, buanglah sampah pada tempatnya agar tidak terjadi pencemaran air.
  • Untuk limbah industri, sebelum dibuang sebaiknya diolah terlebih dahulu sampai limbahnya benar-benar tidak mengganggu berbagai pihak.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

a
Peta sungai Sawunggaling

b
Titik bulat bewarna kuning adalah titik dimana kami melakukan pengamatan terhadap sungai

c
Pengamatan pada titik pertama yakni sebelum pabrik

d
Pengamatan pada titik kedua yakni daerah sekitar perumahan

e
Pengamatan pada titik ketiga yakni di daerah sekitar pabrik

f
Pengamatan pada titik keempat yakni di daerah setelah pabrik

g
Kejernihan air di titik yang belum tercemar

iPembuangan limbah dari pabrik

k
Limbah rumah tangga

l
Limbah rumah tangga

m
Jembatan sungai Sawunggaling

n

q

r

s

Beberapa flora dan fauna yang masih hidup didaerah sekitar sungai

v

t

u
Lingkungan PG.Pakis Baru

 

Diposkan pada Kimia Analisis

Kromatografi Kertas

Kromatografi Kertas

kromatografi-kertas

 

  1. Sejarah

            Kromatografi pertama kali diperkenalkan oleh Michael Tswest (1903) seorang ahli botani Rusia. Michael Tswest dalam percobaannya ia berhasil memisahkan klorofil dan pigmen-pigmen warna lain dalam ekstrak tumbuhan dengan menngunakan serbuk kalsium karbonat (CaCO3). Hasilnya berupa pita-pita berwarna yang terlihat sepanjang kolom sebagai hasil pemisahan komponen-komponen dalam ekstrak tumbuhan. Dari pipta-pita berwarna tersebut muncul istilah kromatografi yang berasal dari kata “chroma” dan“graphein”.

  1. Pengertian

            Kromatografi berasal dari bahasa Yunani ‘Kromatos’ yang berarti warna dan ‘Graphos’ yang berarti menulis.

            Kromatografi menyangkut metode pemisahan yang didasarkan atas distribusi diferensiasi komponen sampel di antara dua fasa, yaitu fasa diam (stationary phase) dan fasa gerak (mobil phase). Fasa diam dapat berupa padatan atau cairan yang terikat pada permukaan padatan (kertas atau suatu adsorben), sedangkan fasa gerak dapat dapat berupa cairan disebut eluen atau pelarut serta gas pembawa yang inert. Gerakan fasa gerak ini mengakibatkan terjadinya migrasi diferensiasi komponen-komponen dalam sampel.

            Pemisahan yang terjadi dalam kromatografi dilaksanakan dengan memanipulasi sifat-sifat dari senyawa, yaitu :

1) kecenderungan suatu molekul untuk larut dalam cairan (kelarutan)

2) kecenderungan suatu molekul untuk bertaut dengan suatu serbuk padat (absorbsi)

3) kecenderungan suatu molekul untuk menguap

  1. Jenis-jenis Kromatografi

 Berdasarkan Teknik Kerja yang digunakan, antara lain :

a. Kromatografi Kertas

      Kromatografi kertas adalah metode pemisahan campuran berdasarkan perbedaan kelarutan zat-zat dalam pelarut serta, perbedaan penyerapan (adsorbsi) kertas terhadap zat-zat yang akan dipisahkan.

b. Kromatografi Kolom

           Kromatografi kolom, disebut demikian karena penggunaan kolom gelas pada metode ini. Proses kromatografi kolom yang sering digunakan untuk memisahkan pigmen pada tumbuhan.

c. Kromatografi Lapis Tipis

            Kromatografi lapis tipis (KLT) adalah suatu tehnik pemisahan yang sederhana dan banyak digunakan. Metode ini menggunakan lempeng kaca atau lembaran plastik yang ditutupi penyerap untuk lapisan tipis dan kering bentuk silika gel, alomina, selulosa dan polianida.

d. Kromatografi Gas

     Kromatografi gas adalah suatu proses dengan mana suatu campuran menjadi komponen-komponennya oleh fase gas yang bergerak melewati suatu lapisan serapan (sorben) yang stasioner.

  1. Kromatografi Kertas

         a.Pengertian

            Kromatografi kertas adalah kromatografi yang menggunakan kertas selulosa murni yang mempunyai afinitas besar terhadap air atau pelarut polar lainnya. Kromatografi kertas digunakan untuk nmemisahkan campuran dari substansinya menjadi komponen-komponennya.

         b. Prinsip Kerja

           Pelarut bergerak lambat pada kertas, komponen-komponen  bergerak pada laju yang berbeda dan campuran dipisahkan berdasarkan pada perbedaan bercak warna.

Mekanisme Kromatografi Kertas

        Kertas dibuat dari serat selulosa. Selulosa merupakan polimer dari gula sederhana, yaitu glukosa.

           Adsorben dalam kromatografi kertas adalah kertas saring, yakni selulosa.
Cara melakukannya, cuplikan yang mengandung campuran yang akan dipisahkan diteteskan / diletakkan pada daerah yang diberi tanda di atas sepotong kertas saring dimana ia akan meluas membentuk noda yang bulat. Bila noda telah kering kertas dimasukkan dalam bejana tertutup yang sesuai dengan satu ujung, dimana tetesan cuplikan ditempatkan, tercelup dalam pelarut yang dipilih sebagai fasa bergerak (jangan sampai noda tercelup karena berarti senyawa yang akan dipisahkan akan terlarut dari kertas).

      Pelarut bergerak melalui serat dari kertas oleh gaya kapiler dan menggerakkan komponen dari campuran cuplikan pada perbedaan jarak dalam arah aliran pelarut. Bila permukaan pelarut telah bergerak sampai jarak yang cukup jauhnya atau setelah waktu yang telah ditentukan, kertas diambil dari bejana dan kedudukan dari permukaan pelarut diberi tanda dan lembaran kertas dibiarkan kering. Jika senyawa-senyawa berwarna maka mereka akan terlihat sebagai pita atau nodayang terpisah. Jika senyawa tidak berwarna harus dideteksi dengan cara fisika dan kimia yaitu dengan menggunakan suatu pereaksi – pereaksi yang memberikan sebuah warna terhadap beberapa atau semua dari senyawa -senyawa. Bila daerah dari noda yang terpisah telah dideteksi, maka perlu mengidentifikasi tiap individu dari senyawa. Metoda identifikasi yang paling mudah adalah berdasarkan pada kedudukan dari noda relatif terhadap permukaan pelarut, menggunakan harga Rf.

      Harga Rf merupakan parameter karakteristik kromatografi kertas dan kromatografi lapis tipis. Harga ini merupakan ukuran kecepatan migrasi suatu senyawa pada kromatogram dan pada kondisi konstan merupakan besaran karakteristik dan reprodusibel.

       Harga Rf didefinisikan sebagai perbandingan antara jarak senyawa dari titik awal dan jarak tepi muka pelarut dari titik awal.

Rf     =   Jarak titik tengah noda dari titik awal

Jarak tepi muka pelarut dari titik awal

Ada beberapa faktor yang menentukan harga Rf yaitu:

1)        Pelarut, disebabkan pentingnya koefisien partisi, maka perubahan – perubahan yang sangat kecil dalam komposisi pelarut dapat menyebabkan perubahan – perubahan harga Rf.

2)        Suhu, perubahan dalam suhu merubah koefisien partisi dan juga kecepatan aliran.

3)        Ukuran dari bejana, volume dari bejana mempengaruhi homogenitas dari atmosfer jadi mempengaruhi kecepatan penguapan dari komponen – komponen pelarut dari kertas. Jika bejana besar digunakan, ada tendensi perambatan lebih lama, seperti perubahan komposisi pelarut sepanjang kertas, maka koefisien partisi akan berubah juga. Dua faktor yaitu penguapan dan kompisisi mempengaruhi harga Rf.

4)       Kertas, pengaruh utama kertas pada harga Rf timbul dari perubahan ion dan serapan, yang berbeda untuk macam -macam kertas. Kertas mempengaruhi kecepatan aliran juga mempengaruhi kesetimbangan partisi.

5)        Sifat dari campuran, berbagai senyawa mengalami partisi diantara volume-volume yang sama dari fasa tetap dan bergerak. Mereka hampir selalu mempengaruhi karakteristik dari kelarutan satu terhadap lainnya hingga terhadap harga Rf mereka.

c. Cara Penggunaan

  1. Kertas yang digunakan adalah Kertas Whatman No.1.
  2. Sampel diteteskan pada garis dasar kromatografi kertas.
  3. Kertas digantungkan pada wadah yang berisi pelarut dan terjenuhkan oleh uap pelarut.
  4. Penjenuhan udara dengan uap, menghentikan penguapan pelarut sama halnya dengan pergerakan pelarut pada kertas.

d. Alat dan Bahan

Alat

1)   Bejana dan penutupnya

2)   Penggaris

3)   Pipa Kapiler

4)   Pensil atau Ballpoint

5)   Gunting

6)   Penjepit Kertas

Bahan

1)   Kertas Saring

2)   Noda (bisa berupa spidol, stabilo, dan zat warna lainnya)

3)   Pelarut yang cocok dengan noda

e. Cara Kerja

1)    Potong kertas saring menjadi berbentuk persegi panjang (ukuran terserah kalian yang penting bisa masuk ke dalam bejana, jangan terlalu besar dan jangan terlalu kecil).

2)    Garis ujung kertas bagian bawah (minimal jarak dari ujung kertas 1 cm untuk mencegah kontak langsung dengan pelarut).

3)    Tetesi noda pada garis pembatas pada kertas.

4)   Masukkan kertas yang sudah ditetesi noda tadi kedalam bejana yang sebelumnya sudah diberi pelarut.

5)    Tunggu hingga beberapa menit sampai proses penyerapan selesai.

6)    Setelah itu kertas dikeringkan.

7)    Ukur jarak yang ditempuh pelarut dan komponen noda yang dipisahkan dan hitung nilai Rf noda tersebut.

5. Fungsi Kromatografi kertas

1.  Penguraian tinta.
2. Pemguraian klorofil.
3. Identifikasi pewarna makanan dan minuman.
4. Kromatografi kertas diterapkan untuk analisis campuran asam amino dengan sukses besar.

Kromatografi kertas diterapkan untuk analisis campuran asam amino dengan sukses besar. Karena asam amino memiliki sifat yang sangat mirip, dan asam-asam amino larut dalam air dan tidak mudah menguap (tidak mungkin didistilasi)

6. Kelemahan dan Kekurangan Kromatografi kertas

  1. Kelebihan:
    a. Alat dan bahan yang digunakan sederhana
    b. Lebih terjangkau 
  2. Kekurangan
    Hasil dari analisis kurang begitu akurat

Sumber:

http://nopitapurnamadewi.blogspot.com/2014/03/makalah-instrumen-kromatografi-kertas.html

http://chemistry-analyst1.blogspot.com/2013/06/definisi-dan-macam-kromatografi.html

http://imansyahrul.blogspot.com/2014/06/kromatografi-kertas-dan-klt.html

Diposkan pada Makalah

MAKALAH PENGENALAN SISTEM DOKUMEN ISO 17025

MAKALAH PENGENALAN SISTEM DOKUMEN ISO 17025

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Manajemen Laboratorium

Guru Pengampu :

Irna Maekawati S.Pd

hh

Disusun Oleh:

M.Yusril Izza F (24)

Mulyaningdyah F.Y.D (25)

Ninik Widiywati (26)

Sri Rusmiyati (34)

Vina Khiyatun N (35)

XII KIMIA ANALISIS 1

SMK TUNAS HARAPAN PATI

Tahun Pelajaran 2015/2016

KATA PENGANTAR

    Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena atas kehendak-Nyalah makalah ini dapat terselesaikan. Shalawat serta salam senantiasa kita senandungkan  kepada sang revolusioner sejati Islam, Nabi Muhammad saw.

    Dalam makalah ini penyusun membahas mengenai pengenalan sistem dokumen ISO 17025 dan hal-hal yang berkaitan dengan sistem mutu laboratorium ISO 17025. Adapun tujuan penyusunan laporan ini adalah untuk memenuhi tugas mata pelajaran Manajemen Laboratorium.

   Pada kesempatan kali ini, saya mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah meluangkan waktunya untuk membantu saya dalam menyelesaikan makalah ini, diantaranya :

  1. Ibu Irna Maekawati S.Pd selaku guru dalam mapel tersebut.
  2. Kedua orangtua yang selalu memberi motivasi baik moril maupun materiil.
  3. Teman-teman atas kerja samanya dalam penyusunan makalah ini.

    Makalah ini tidak lepas dari kekhilafan dan kekurangan. Karenanya segala kritik dan saran untuk penyempurnaan makalah ini di masa yang akan datang sangat penyusun nantikan. Mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bukan hanya bagi kalangan akademis, namun juga bagi masyarakat pada umumnya yang ingin menambah wawasan pengetahuannya.

   Akhir kata, semoga makalah ini dapat digunakan dan dimanfaatkan bagi kita semua. Amin.

     Pati, 18 Oktober 2015

              Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………i

DAFTAR ISI…………..………………………………………..………ii

 

BAB I. PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang………………………………………………… iv

1.2       Rumusan Masalah…………………………………………….iv

1.3       Tujuan……..……………………..…………….……………….iv

 

BAB II. ISI

2.1       Pengertian ISO 17025…………………………………………1

2.2       Keuntungan Menjadi Laborsatorium Terakreditasi……2

2.3       Metode Pelaksanaan………………………………………….2

2.4       Jaminan atau Garansi  ……………………………………….3

2.5       Manfaat ISO / IEC 17025.……………………………………..3

2.6       Perkembangan Sistem Mutu Laboratorium ISO 17025…3

2.7       Konsultan ISO yang Lain …………………………………….6

 

2.8       Sistem Kualitas………………………………………………….7

2.9       Penjabaran ISO 17025………………………………………….8

2.10     Penerapan ISO/IEC 17025…………………………………….17

 

BAB III. PENUTUP

5.1   Kesimpulan…………………………………………………………..19

5.2   Saran dan Kritik……………………………………………………..19

 

DAFTAR PUSTAKA…….………………………………………………  …20

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1   LATAR BELAKANG

            Laboratorium memiliki peran penting dalam industri dan perdagangan. Dalam dunia manufaktur, laboratorium diperlukan mulai dari tahap desain produk, pemilihan bahan baku, pengendalian mutu serta perawatan peralatan produksi dan pengelolaan lingkungan industri. Laboratorium juga diperlukan dalam kegiatan eksplorasi dan pemanfaatan sumber daya alam serta transaksi perdagangan.

            Menurut ISO (International Organization for Standardisation), akreditasi adalah pengakuan formal terhadap laboratorium penguji /kalibrasi yang mempunyai kompetensi untuk melakukan pengujian /kalibrasi tertentu yang tertuang dalam peraturan ISO 17025:2008. Akreditasi laboratorium mampu memberikan jaminan terhadap mutu dan keakuratan data hasil uji/kalibrasi sekaligus menjamin kompetensi laboratorium penguji/kalibrasi.

            Citra Inti berusaha untuk berbagi pengalaman dengan membantu industri, organisasi, instansi, laboratorium, dan pelaku bisnis untuk memahami dan melaksanakan kegiatan menjaga kompetensi laboratorium penguji/kalibrasi dengan menerapkan ISO/IEC 17025:2005 (SNI ISO/IEC 17025:2008).

1.2    RUMUSAN MASALAH

              Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas maka, dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

  1. Bagaimana pengenalan sistem dokumen ISO 17025 ?
  2. Hal-hal apa saja yang berkaitan dengan sistem mutu laboratorium ISO 17025:2005?

1.3     TUJUAN

            Berdasarkan rumusan permasalahan diatas, maka tujuan penyusunan laporan observasi ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui sistem dokumen ISO 17025
  2. Untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan sistem mutu laboratorium ISO 17025:2005

 

BAB II

ISI

2.1    Pengertian ISO 17025

iso

          ISO/IEC 17025 adalah standar utama yang digunakan oleh laboratorium pengujian dan kalibrasi. ISO 17025 diterbitkan pada tahun 2005 dan terdiri dari lima elemen yang terdiri dari ruang lingkup,  referensi normatif, istilah dan definisi, persyaratan manajemen, dan persyaratan teknis. Dua bagian utama dalam ISO / IEC 17025 adalah Persyaratan Manajemen dan Persyaratan Teknis. Persyaratan manajemen berkaitan dengan operasi dan keefektifan sistem manajemen mutu dalam laboratorium. Persyaratan teknis meliputi faktor-faktor yang menentukan kebenaran dan kehandalan pengujian dan kalibrasi dilakukan di laboratorium. Menerapkan ISO / IEC 17025 memiliki manfaat bagi laboratorium tetapi ada juga pekerjaan tambahan dan biaya yang diperlukan. ISO 17025 dikembangkan dan diterapkan sehingga hasil dari pengujian dan kalibrasi laboratorium diakui karena kemampuan yang dimiliki & wilayah yang kompetensi. Semua pengukuran dan keputusan harus akurat, diulangi, diverifikasi, biaya yang efektif, tepat waktu, dan dipercaya pengukuran, pendapat, dan rekomendasi. ISO 17025 dapat membantu dalam menjamin hal ini terjadi untuk yang pertama kalinya, setiap waktu, dan tepat waktu. Tanpa jaminan tersebut maka akan mengakibatkan data, pendapat, dan rekomendasi yang segera dicurigai, dipertanyakan, berisiko, dan dikurangi nilai juga kegunaan.

            Menerapkan ISO/ IEC 17025 memiliki manfaat bagi laboratorium tetapi ada juga pekerjaan tambahan dan biaya yang diperlukan. Penggunaan ISO/ IEC 17025: 2005 dapat menfasilitasi kerjasama antar laboratorium dan lembaga-lembaga lainnya, membantu pertukaran informasi dan pengalaman, dan membantu harmonisasi standar dan prosedur. Akreditasi laboratorium mampu memberikan jaminan mutu dan keakuratan data hasil uji/kalibrasi sekaligus menjamin kompetensi laboratorium penguji/kalibrasi. Di Indonesia laboratorium diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Untuk dapat diakreditasi sebagai laboratorium yang kompeten, laboratorium tersebut harus menerapkan standar SNI ISO/ IEC 17025: 2005-Persyaratan Sistem Manajemen Laboratorium Penguji/ Kalibrasi.

            Laboratorium yang menggunakan ISO / IEC 17025 menerapkan sistem mutu yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mereka secara konsisten dalam menghasilkan hasil yang valid. Hal ini juga merupakan dasar untuk Badan Akreditasi karena standar adalah tentang kompetensi, sedangkan akreditasi hanyalah pengakuan formal dari kompetensi yang ada. Sebuah prasyarat untuk sebuah laboratorium untuk terakreditasi adalah memiliki sistem manajemen mutu terdokumentasi dan ini merupakan isi dari manual mutu yang mengikuti garis besar standar ISO / IEC 17025.

          Laboratorium penguji memiliki peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan. Terutama dalam perjanjian besar dalam perdagangan dan keputusan peraturan dilaboratorium penguji. Data hasil pengujian laboratorium sangat dibutuhkan baik dalam proses sertifikasi dan pengawasan mutu produk. Kesalahan dan ketidakakuratan data hasil uji dapat mengakibatkan kegagalan produksi, mutu produk yang tidak sesuai dan membahayakan kesehatan bahkan kematian. ISO mendefinisikan akreditasi sebagai pengakuan formal terhadap suatu laboratorium penguji yang memiliki kompetensi untuk melakukan pengujian tertentu dengan standar ISO 17025:2005 sehingga mampu memberikan jaminan terhadap mutu dan keakuratan hasil uji sekaligus menjamin kompetensi laboratorium penguji.

        ISO/IEC 17025 Merupakan dokumen persyaratan sistem manajamen yang harus diterapkan pada setiap organisasi perusahaan yang ingin mendapat pengakuan secara nasional maupun internasional pada sistem manajemen laboratorium kalibrasi dan laboratorium penguji. Dokumen persyaratan ini terdiri dari dua yaitu persyaratan manajemen dan persyaratan teknis.

              Laboratorium uji dan atau kalibrasi merupakan bagian dari organisasi perusahaan yang peranannya sangat menentukan dalam proses pengendalian dan penjaminan mutu metrologi dari produk yang dihasilkan. Untuk memperoleh keseragaman metrologi dari suatu produk diperlukan standar ukur yang mampu telusur ke standar nasional maupun internasional. Ketertelusuran hasil ukur atau hasil uji diperoleh dengan cara mengkalibrasikan alat ukur atau alat uji tersebut ke standar ukurnya.

       Keuntungan menjadi laboratorium terakreditasi  adalah pengakuan tentang kompetensi laboratorium, keuntungan dalam bidang pemasaran jasa kalibrasi dan pengujian dan kepercayaan pelanggan.

            Dokumentasi sistem manajemen mutu terdiri dari manual mutu atau pedoman mutu, prosedur mutu, instruksi kerja dan formulir. Manual atau pedoman mutu berisi tentang sasaran dan kebijakan mutu serta pemenuhan persyaratan, prosedur mutu berisi tentang alur proses manajemen yang diterapkan sesuai dengan persyaratan, sedangkan instruksi kerja berisi tentang alur teknis yang mempengaruhi mutu dan formulir merupakan daftar isian yang akan menjadi bukti implementasi mutu dalam bentuk rekaman.

2.2       Keuntungan Menjadi Laborsatorium Terakreditasi

  1. Suatu Pengakuan Tentang Kompetensi Laboratorium
  2. Suatu Keuntungan dalam bidang Pemasaran
  3. Suatu Perbandingan Kemampuan Laboratorium
  4. Pengakuan Internasional kepada laboratorium yang terakreditasi

2.3       Metode Pelaksanaan

  1. Pengorganisasi Program dan Perencanaan Training Interpretasi 17025, Training Dokumentasi ISO 17025 dan Training Penerapan ISO/IEC 17025:2005
  2. Pengembangan Dokumentasi Mutu Laboratorium, Pengendalian Dokumen
  3. Penerapan Sistem Manajemen Laboratorium
  4. Training Audit Internal 17025
  5. Audit Internal
  6. Pra-akreditasi / Audit Persiapan
  7. Akreditasi : Akan dilakukan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk ruang lingkup akreditasi yang sesuai dengan kegiatan Laboratorium
  8. Tindak Lanjut Setelah Akreditasi

Selanjutnya KAN akan melakukan audit pemantauan (survailen) secara berkala (paling lambat 1 tahun sesudah akreditasi, dan paling lama 27 bulan setelah akreditasi) sesuai dengan prosedur KAN. Masa akreditasi akan berakhir setelah 4 tahun. Bila laboratorium ingin memperpanjang masa akreditasinya, maka laboratorium harus mengajukan permohonan re-akreditasi 3 tahun setelah akreditasi untuk dilakukannya asesmen ulang.

2.4       Jaminan atau Garansi

            Konsultan ISO 17025 menjamin bahwa jasa konsultasi akan diberikan dengan menggunakan metodologi pada jadwal yang telah ditetapkan sehingga dapat tercapai sasaran yang telah ditetapkan. Jika setelah Program Konsultasi berakhir,namun Laboratorium gagal memperoleh akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional kembali, maka Konsultan ISO 17025 akan memberikan garansi untuk menerima konsultasi tambahan yang diperlukan sampai akreditasi tersebut diperoleh. Garansi pemberian konsultasi tambahan tersebut diberikan dan diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 3 (tiga) bulan, atau maksimum 2 kali kunjungan ke lapangan,dan akan terhitung sejak tanggal diterbitkannya Laporan Ketidak-sesuaian dari Komite Akreditasi Nasional sebagai hasil dari asesmen.

2.5       Manfaat ISO / IEC 17025
Manfaat utama dari ISO/IEC 17025 antara lain adalah :

  1. Akan mendapatkan akses langsung yang lebih kontrak untuk pengujian maupun kalibrasi.
  2. Akan meningkatkan reputasi dan citra laboratorium, membantu untuk mendapatkan lebih banyak kontrak dari organisasi-organisasi yang tidak mendapatkan akreditasi tetapi memberikan preferensi untuk akreditasi laboratorium dalam situasi yang kompetitif.
  3. Saat dilaksanakan dengan benar, sistem mutu dapat membantu untuk terus meningkatkan kualitas data dan efektivitas laboratorium.
  4. ISO / IEC 17025 merupakan dasar untuk sebagian besar sistem mutu lainnya yang berhubungan dengan laboratorium, misalnya Good Manufacturing Practices (GMP) dan Good Laboratory Practices (GLP).

2.6       Perkembangan Sistem Mutu Laboratorium ISO 17025

            Semakin pesatnya perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi pada akhir milenium ke-2 (sekitar akhir 1970-an) membawa dampak yang sangat besar terhadap tatanan hidup dunia pada awal milenium ke-3. Perubahan yang sangat cepat tersebut membawa dampak di segala bidang dan di segala tatanan hidup manusia yang menuntut kebebasan interaksi antar manusia tak mengenal batas karena begitu pesatnya perkembangan industri teknologi informasi dan komunikasi. Hal tersebut akhirnya menimbulkan persaingan yang sangat ketat di pasar dalam negeri maupun pasar internasional.

            Laboratorium adalah salah satu lembaga yang peranannya sangat menentukan dalam penjaminan dan pengendalian mutu suatu produk. Laboratorium-laboratorium tersebut tentunya membutuhkan hasil analisa yang akurat, tidak terbantahkan, dapat dipercaya dan mempunyai personil yang kompeten dalam melaksanakan kegiatannya. Oleh karena itu dibutuhkan suatu standar internasional yang mencakup sistem mutu dan implementasi teknis yang baik, salah satunya dengan menerapkan standar ISO/IEC-17025.

            ISO/IEC 17025 adalah standar utama yang digunakan oleh laboratorium pengujian dan kalibrasi. Dikeluarkan oleh International Laboratory Accreditation Cooperation (ILAC) untuk standarisasi pada tahun 1999. Dua bagian utama ISO / IEC 17025 adalah Manajemen Persyaratan dan Persyaratan Teknis.

Perkembangan ISO 17025

Secara garis besar perkembangan sistem mutu laboratorium atau ISO 17025 terdiri dari:

  1. ISO Guide 25: 1978
  2. ISO/IEC Guide 25: 1982
  3. ISO/IEC Guide 25: 1990
  4. ISO/IEC Guide 17025: 2000
  5. ISO/IEC Guide 17025: 2005

            Pada tahun 1977 didirikanlah International Laboratory Accreditaion CooperationILAC, sebagai organisasi kerjasama internasional antara berbagai badan akreditasi laboratorium yang ada di seluruh dunia. Organisasi ini bertujuan untuk menciptakan persetujuan saling pengakuan antar Negara anggota ILAC.

            Pada tahun 1978 ILAC mengembangkan suatu persyaratan teknis untuk laboratorium pengujian sebagai kriteria teknis akreditasi laboratorium. Persyaratan tersebut diajukan kepada International Organization of Standardization (ISO) untuk dapat diterima secara internasional. Sebagai hasilnya, pada tahun 1978 ILAC menerbitkan persyaratan tersebut sebagai ISO Guide 25: 1978.

            Sebagai sistem akreditasi laboratorium yang berlaku di seluruh dunia, ISO Guide 25: 1978 merupakan edisi pertama sistem mutu laboratorium yang mulai diterapkan. Namun dalam penerapannya dirasa kurang sempurna sehingga dibutuhkan persyaratan yang lebih jelas dan tegas. Karena itu ILAC kembali mengadakan pertemuan pada tahun 1980. Hasil pertemuan tersebut mendesak ISO khususnya the ISO Committee on Certification (ISO/CERTICO) untuk melakukan revisi. Komisi tersebut menghasilkan dokumen yang disetujui oleh dua organisasi internasional yaitu The International Electrochemical Commission (IEC) dan ISO pada tahun 1982 yang kemudian diterbitkan sebagai ISO/IEC Guide 25: 1982.

            Dalam ISO/IEC Guide 25: 1982 persyaratan kompetensi laboratorium menjadi lebih jelas dan lebih tegas. Sejak penerapan ISO/IEC Guide 25: 1982 penggunaan sistem mutu laboratorium berkembang pesat dikarenakan banyak Negara menggunakannya sebagai dasar untuk membentuk sistem mutu laboratorium. Selain itu juga digunakan sebagai pedoman untuk mengetahui kemampuan laboratorium baik oleh badan akreditasi laboratorium maupun pelanggan.

            Bersamaan dengan penggunaan ISO/IEC Guide 25: 1982, terjadi perubahan dunia menuju diberlakukannya pendekatan sistem mutu di pabrik, industri, maupun jasa pelayanan. Situasi itu mendorong perlunya penyempurnaan standar dalam bidang jaminan mutu. Perkembangan antara sistem manajemen mutu pada industri dengan standar sistem mutu di laboratorium dalam waktu hampir bersamaan mendorong terbentuknya “Standar Sistem Mutu Laboratorium”. Pada tahun 1988 ILAC mengadakan pertemuan dan meminta ISO untuk merevisi lebih lanjut ISO/IEC Guide 25: 1982. Sebagai hasilnya, IEC menyetujui revisi tersebut pada Oktober 1990 dan kemudian disusul oleh ISO pada Desember 1990. Edisi ketiga ini diterbitkan sebagai ISO/IEC Guide 25: 1990 yang lebih difokuskan pada kegiatan laboratorium dengan memperhatikan persyaratan kemampuan laboratorium yang tercantum dalam OECD tentang GLP dan ISO seri 9000 tentang jaminan mutu.

    Sejalan dengan perkembangan ISO/IEC Guide 25, European Commitete for Standardization (CEN/CENELEC) sesuai dengan mandat dari Commission of European Communities (ECC) menyusun kreteria pengujian laboratoriun secara umum sehingga terbitlah Standar EN 45001: 1989 tentang General Criteria For the Operation of Testing Laboratories. EN 45001: 1989 direvisi untuk disesuaikan dengan dokumen ISO/IEC Guide: 1990.

      Tahun 2000, ISO/IEC Guide 25: 1990 dan EN 45001: 1989 kedua standar tersebut disempurnakan menjadi ISO/IEC 17025: 2000. ISO/IEC 17025 merupakan perpaduan antarapersyaratan manajemen dan persyaratan teknis yang harus dipenuhi oleh laboratorium pengujian/kalibrasi. Jika dibandingkan dengan ISO/IEC Guide 25: 1990, maka ISO/IEC 17025: 2000 lebih teratur. Pada tahun 2005, ISO/IEC 17025: 2000 dirivisi menjadi ISO/IEC 17025: 2005 dengan menambah satu elemen manajemen yaitu elemen peningkatan. Dengan demikian ISO 17025 terdiri dari 15 elemen manajemen dan 10 elemen teknis.

Tabel 1. Persyaratan Manajemen dan Persyaratan Teknis Sesuai ISO/IEC 17025: 2005

Persyaratan Manajemen dan Persyaratan Teknis Sesuai

ISO/IEC 17025: 2005

Persyaratan Manajemen Persyaratan Teknis
1.      Organisasi

2.      Sistem manajemen

3.      Pengendalian dokumen

4.      Kaji ulang permintaan, tender, dan kontrak

5.      Subkontrak pengujian dan kalibrasi

6.      Pembelian jasa dan perbekalan

7.      Pelayanan pelanggan

8.      Pengaduan (pelanggan)

9.      Pengendalian pekerjaan pengujian dan/ atau kalibrasi yang tidak sesuai

10.  Peningkatan

11.  Tindakan perbaikan

12.  Tindakan pencegahan

13.  Pengendalian rekaman

14.  Audit internal

15.  Kaji ulang manajemen

1.      Umum

2.      Personel

3.      Kondisi akomodasi dan lingkungan

4.      Metode pengujian, metode kalibrasi, dan validasi metode

5.      Peralatan

6.      Ketertelusuran pengukuran

7.      Pengambilan sampel

8.      Penanganan barang yang diuji dan dikalibrasi

9.      Jaminan mutu hasil pengujian dan kalibrasi

10.  Laporan hasil

            Indonesia mengadopsi ISO/IEC 17025: 2005 menjadi SNI 19-17025: 2005 melalui Badan Standarisasi Nasional (BSN). Kepala Badan Standarisasi Nasional selaku Ketua Komite Akreditasi Nasional memutuskan bahwa SNI 19-17025: 2005 tentang persyaratan umum kompetensi laboratorium pengujian dan laboratorium kalibrasi, sebagai persyaratan akreditasi laboratorium yang berlaku mulai tahun 2005.

            Dengan demikian dapat kita ketahui sejarah perkembangan ISO 17025 mulai dari awal terbentuknya hingga ISO 17025 yang telah mengalami beberapa kali revisi untuk mencapai tujuan laboratorium yang sesuai dengan penerapan ISO 17025.

2.7       Konsultan ISO Yang Lain

Konsultan iso yang lainnya merupakan konsultan untuk sistem manajemen ISO dan consultant iso yang terdiri dari:

  • Konsultan ISO 9001 ( System Manajemen Mutu )
    • Konsultan ISO 14001 ( System Manajemen Lingkungan )
    • Konsultan ISO 17025 ( System Manajemen Mutu Laboratorium )
    • Konsultan ISO/TS 16949 ( System Manajemen untuk Otomotive )
    • Konsultan ISO 22000 ( System Manajemen Keamanan Pangan )
    • Konsultan ISO SA 8000 ( Sistem Manajemen Ketenagakerjaan )
    • Konsultan ISO / OHSAS 18001 ( System Manajemen K3)
    • Konsultan ISO 13485 ( Manufacturer ALat Bedah )
    • Konsultan ISO 13488 ( Distribusi Alat Bedah )
    • Konsultan HACCP & GMP ( Analisa Keamanan Pangan Industri Pangan )
    • Konsultan Manajemen
    • Konsultan Human Resources Management
    • Konsultan 5 S ( Seiri Seiton Seiso Seiketsu Shitsuke)
    • Konsultan API (American Petroleum Institute)
    • Konsultan Balance Scorecard
    • Konsultan BRC dan Konsultan HACCP
    • Konsultan Perencanaan Bisnis
    • Konsultan Study Kelayakan (Feasibility Study)
    • Konsultan Akuntansi dan Keuangan

ISO 17025:2005

ISO / IEC 17025:2005 telah menetapkan persyaratan umum untuk kompetensi dalam melaksanakan pengujian maupun kalibrasi, termasuk dalam pengambilan sample,yaitu pengujian dan kalibrasi dilakukan dengan menggunakan metode standar, metode non-standar, dan laboratorium-metode dikembangkan.

            ISO / IEC 17025:2005 dapat diterapkan pada semua laboratorium berapapun jumlah personil atau luas ruang lingkup pengujian maupun kegiatan kalibrasi. ISO / IEC 17025:2005 digunakan oleh laboratorium dalam mengembangkan sistem manajemen kualitas, administrasi dan teknis operasi. Laboratorium pelanggan, peraturan pemerintah dan badan-badan akreditasi dapat juga menggunakan ISO / IEC 17025:2005 dalam membenarkan atau mengakui kompetensi yang dimiliki oleh suatu laboratorium.Namun ISO / IEC 17025:2005 tidak dimaksudkan untuk digunakan sebagai dasar dalam sertifikasi laboratorium. Kepatuhan terhadap peraturan dan persyaratan keselamatan pengoperasian laboratorium tidak dicakup oleh ISO / IEC 17025:2005.
Bila Laboratorium pengujian analitis mencari ISO 17025,maka akan berdampak dalam beberapa bidang,yaitu Perbedaan utama antara formal akreditasi dengan praktek analitis biasa yang baik termasuk jumlah dokumentasi yang perlu dikembangkan.Hal tersebut dikarenakan ada keraguan akan setiap laboratorium analisis menggunakan analis berkualitas, untuk melakukan tes, memeriksa kinerja peralatan yang digunakan untuk menguji dan memvalidasi metode analisis.. Akreditasi ISO 17025 memerlukan dokumentasi resmi tentang berbagai hal.

2.8       Sistem Kualitas

            Pengembangan Standar Sistem Mutu dilakukan di berbagai negara pada tahun 1960-an dan 1970-an,seperi The MIL-Q-9858A di Amerika Serikat pada tahun 1963 dan 5.750 BS di Inggris Raya pada tahun 1979. ISO 9000 merupakan serangkaian standar kualita yang didirikan pada tahun 1987 untuk mengimplementasikan dan memelihara sistem mutu yang diterima secara internasional sehingga dapat digunakan sebagai kriteria untuk penilaian kualitas pihak ketiga.

            ISO / IEC 17025 – Laboratorium Sistem Mutu Laboratorium memiki peran penting dalam sistem mutu di perusahaan. ISO / IEC 17025 (1) dapat digunakan sebagai standar untuk mengembangkan dan membangun sistem mutu di laboratorium serta penilaian yang dilakukan oleh klien atau pihak ketiga. Standar ini juga digunakan sebagai kriteria untuk akreditasi laboratorium.

            Edisi pertama (1999) ISO / IEC 17025 yaitu International Standar “Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi”/ General Requirements for the Competence of Testing and Calibration Laboratories,dan diproduksi sebagai hasil dari pengalaman yang luas dalam penerapan ISO / IEC Guide 25 dan EN 45001, dimana keduanya itu diganti. Itu berisi tentang semua persyaratan bahwa laboratorium pengujian dan kalibrasi harus berkesinabungan apabila laboratorium tersebut ingin menunjukkan dalam pengoperasian sistem manajemen, secara teknis kompeten dan mampu menghasilkan data yang valid secara teknis.

            Persyaratan manajemen edisi pertama disebut ISO 9001:1994 dan ISO 9002:1994.Namun Standar-standar ini telah digantikan oleh ISO 9001:2000, yang membuat keselarasan ISO / IEC 17.025 itu diperlukan. ISO 17025 mengeluarkan edisi kedua yang dirilis pada tahun 2005,merupakan klausa yang diubah atau ditambah apabila dianggap perlu dalam ISO 9001:2000. Laboratorium pengujian dan kalibrasi yang memenuhi Standar Internasional juga dapat mempengaruhi, karena harus beroperasi sesuai dengan ISO 9001. Badan akreditasi yang mengakui kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi menggunakan Standar Internasional ini sebagai dasar akreditasi mereka.

            ISO / IEC 17.025 dibagi menjadi lima bab,yang meliputi dua lampiran dan satu bagian daftar pustaka:

  • Bab 1: Ruang Lingkup. Standar yang mencakup kegiatan teknis laboratorium serta aspek manajemen dan organisasi untuk melakukan kegiatan teknis dalam cara yang kompeten.
  • Bab 2: Normatif Referensi
  • Bab 3: Syarat dan Definisi
  • Bab 4: Manajemen Persyaratan. Sebagian besar persyaratan mirip dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Standar ISO 9001:2000
  • Bab 5: Persyaratan Teknis. Sebagian besar berasal dari persyaratan ISO Guide 25.

             Ruang Lingkup dan Isi Tutorial ini Menerapkan sistem mutu seperti ISO / IEC 17.025 akan berdampak pada organisasi dan operasi laboratorium.Tutorial ini akan mendiskusikan beberapa persyaratan khusus bersama dengan implikasinya dalam pengujian laboratorium. Tutorial ini sangat berguna untuk laboratorium analisis kimia yang berusaha akreditasi sesuai dengan standar yang diakui secara internasional. Contoh makanan pengujian, lingkungan pengujian, uji kimia, uji klinis, farmasi pengujian dan laboratorium pengujian lainnya. Tutorial akan membimbing personel laboratorium, manajer dan QA manajer serta staf melalui seluruh proses ISO / IEC 17.025 akreditasi.

            Hal ini juga membantu laboratorium yang harus bekerja di bawah sistem kualitas yang berbeda secara efisien dalam mengatur prosedur untuk mematuhi semua persyaratan.
Meliputi:

  • Persyaratan manajemen.
    • Persyaratan teknis.
    • Rekomendasi untuk Implementasi.
    • Langkah ke arah ISO / IEC 17.025 Akreditasi.
    Documentation (Dokumentasi )
    • Audit Internal dan Eksternal
    • Menerapkan beberapa sistem mutu
    Tutorial dan material referensi harus memberikan pemahaman yang baik mengenai mengapa 17.025 merupakan hal penting, apa syarat dan poin-poin kunci untuk pelaksanaannya.

            Hal ini juga membantu untuk meningkatkan kualitas keseluruhan hasil analitis dan pada saat yang sama, untuk meningkatkan pengakuan atas laboratorium dan karyawannya.
Tutorial ini bukanlah pengganti untuk standar itu sendiri.Hal tersebut dikarenakan tidak mencantumkan semua persyaratan tetapi lebih berfokus pada yang paling penting dan yang yang memerlukan perhatian khusus sesuai dengan pendapat penulis. Tutorial juga tidak termasuk perangkat seperti contoh manual mutu, prosedur operasi dan semua template yang akan membantu untuk segera menerapkan ISO / IEC 17025. Untuk itu kami sarankan agar mencari paket khusus yang tersedia dari operator selular, misalnya, Paket Akreditasi ISO 17025 dari Labcompliance (2).

2.9       Penjabaran ISO 17025

  1. Ruang Lingkup

            Standar ISO 17025 menetapkan persyaratan umum kompetensi dalam melakukan pengujian dan/atau kalibrasi, termasuk pengambilan contoh. Hal ini mencakup pengujian dan kalibrasi dengan menggunakan metode yang baku, metode yang tidak baku, dan metode yang dikembangkan laboratorium.

Standar ISO 17025 dapat diterapkan pada :

  1. Semua organisasi yang melakukan pengujian dan/atau kalibrasi. Hal ini mencakup misalnya, laboratorium pihak pertama, kedua, dan ketiga, dan laboratorium pengujian dan/atau kalibrasi yang merupakan bagian dari inspeksi dan sertifikasi produk.
  2. Semua laboratorium tanpa mengindahkan jumlah personel atau luasnya lingkup kegiatan pengujian dan/atau kalibrasi.Standar Internasional ISO 17025 digunakan oleh laboratorium untuk mengembangkan sistem manajemen untuk mutu, administratif dan kegiatan teknis. Customer laboratorium, regulator dan badan akreditasi dapat juga menggunakannya dalam melakukan konfirmasi atau mengakui kompetensi laboratorium. Standar internasional ini tidak ditujukan sebagai dasar untuk sertifikasi laboratorium. Bila laboratorium pengujian dan kalibrasi sesuai dengan persyaratan standar ini, mereka akan mengoperasikan sistem manajemen untuk kegiatan pengujian dan kalibrasi yang juga memenuhi prinsip-prinsip ISO 9001.
  3. Acuan Normatif

            Dokumen acuan berikut sangat diperlukan dalam mengaplikasikan dokumen ini. Untuk acuan dengan tahun penerbitan, hanya edisi yang dikutip yang berlaku. Untuk dokumen acuan tanpa tahun penerbitan, edisi terakhir dokumen acuan tersebut (termasuk amandemennya) berlaku:

  • ISO/IEC 17000, Conformity assessment ⎯ Vocabulary and general principles
  • VIM, International vocabulary of basic and general terms in metrology, issued by BIPM, IEC, IFCC, ISO, IUPAC, IUPAP and OIML
  1. Istilah dan Definisi

            Untuk keperluan dokumen ini berlaku istilah dan definisi yang digunakan dalam ISO/IEC 17000 dan VIM.

  1. Persyaratan Manajemen

4.1    Organisasi

4.1.1 Laboratorium atau organisasi induknya harus merupakan suatu kesatuan yang secara legal dapat dipertanggungjawabkan.

4.1.2 Merupakan tanggung jawab laboratorium untuk melakukan pengujian dan kalibrasi sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan standar ini dan untuk memuaskan kebutuhan pelanggan, pihak yang berwenang, atau organisasi yang memberikan pengakuan.

4.1.3 Sistem manajemen harus mencakup pekerjaan yang dilakukan dalam fasilitas laboratorium, di tempat di luar fasilitas laboratorium yang permanen atau dalam fasilitas laboratorium yang sementara atau bergerak.

4.1.4 Apabila laboratorium merupakan bagian dari suatu organisasi yang melakukan kegiatan selain pengujian dan/atau kalibrasi, tanggung jawab personel inti di dalam organisasi yang mempunyai keterlibatan atau pengaruh pada kegiatan pengujian dan/atau kalibrasi harus ditetapkan untuk mengidentifikasi pertentangan kepentingan yang potensial.

4.1.5 Laboratorium harus :

  1. a) Mempunyai personel manajerial dan teknis yang, disamping tanggung jawabnya yang lain, memiliki kewenangan dan sumber daya yang cukup untuk melaksanakan tugasnya, termasuk implementasi, pemeliharaan dan peningkatan sistem manajemen, dan untuk mengidentifikasi kejadian penyimpangan dari sistem manajemen atau dari prosedur untuk melaksanakan pengujian dan/atau kalibrasi, dan untuk memulai tindakan untuk mencegah atau meminimalkan penyimpangan tersebut (lihat juga 5.2);
  2. b) Memiliki pengaturan untuk menjamin bahwa manajemen dan personelnya bebas dari setiap pengaruh dan tekanan komersial, keuangan dan tekanan intern dan extern yang tidak diinginkan serta tekanan lainnya yang dapat berpengaruh buruk terhadap mutu kerja mereka
  3. c) Memiliki kebijakan dan prosedur untuk memastikan adanya perlindungan atas kerahasiaan informasi dan hak kepemilikan customer, termasuk prosedur untuk melindungi penyimpanan dan penyampaian hasil secara elektronik
  4. d) Memiliki kebijakan dan prosedur untuk menghindari keterlibatan dalam setiap kegiatan yang akan mengurangi kepercayaan pada kompetensinya, ketidakberfihakannya, integritas pertimbangan dan operasionalnya
  5. e) Menetapkan stuktur organisasi dan manajemen laboratorium, kedudukannya di dalam organisasi induk, dan hubungan antara manajemen mutu, kegiatan teknis dan jasa penunjang
  6. f) Menentukan tanggung jawab, wewenang dan hubungan antar semua personel yang mengelola, melaksanakan atau memverifikasi pekerjaan yang mempengaruhi mutu pengujian dan/atau kalibrasi;
  7. g) Melakukan penyeliaan yang memadai pada staf pengujian dan kalibrasi, termasuk personel yang dilatih, oleh personel yang memahami metode dan prosedur, maksud dari tiap pengujian dan/atau kalibrasi, dan penilaian terhadap hasil pengujian atau kalibrasi
  8. h) Memiliki manajemen teknis yang sepenuhnya bertanggung jawab atas pelaksanaan teknis dan ketersediaan sumber daya yang diperlukan untuk menjamin mutu yang dipersyaratkan dalam kegiatan laboratorium;
  9. i) Menunjuk seorang staf sebagai manajer mutu (atau apapun namanya) yang, disamping tugas dan tanggung jawabnya yang lain, harus mempunyai tanggung jawab dan kewenangan tertentu untuk memastikan sistem manajemen yang terkait dengan mutu diterapkan dan diikuti setiap waktu; manajer mutu harus mempunyai akses langsung ke pemimpin tertinggi yang membuat keputusan terhadap kebijakan atau sumber daya laboratorium
  10. j) Menunjuk deputi untuk personel inti manajemen
  11. k) Menjamin bahwa personel menyadari relevansi dan pentingnya kegiatan mereka dan bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam pencapaian tujuan sistem manajemen

4.1.6 Manajemen puncak harus menjamin bahwa proses komunikasi yang tepat ditetapkan dalam laboratorium dan bahwa komunikasi memegang peranan dalam kaitannya dengan efektivitas sistem manajemen.

4.2  Sistem manajemen

4.2.1 Laboratorium harus menetapkan, menerapkan dan memelihara sistem manajemen yang sesuai dengan lingkup kegiatannya. Laboratorium harus mendokumentasikan kebijakan, sistem, program, prosedur, dan instruksi sejauh yang diperlukan untuk menjamin mutu hasil pengujian dan/atau kalibrasi. Dokumentasi dari sistem tersebut harus dikomunikasikan kepada, dimengerti oleh, tersedia bagi, dan diterapkan oleh semua personel yang terkait

4.2.2 Kebijakan sistem manajemen laboratorium terkait dengan mutu, termasuk pernyataan kebijakan mutu, harus dinyatakan dalam panduan mutu (apapun namanya). Keseluruhan sasaran mutu harus ditetapkan dan dikaji ulang dalam kaji ulang manajemen. Pernyataan kebijakan mutu harus diterbitkan dibawah kewenangan manajemen puncak. Harus mencakup paling sedikit hal berikut :

  1. a) Komitmen manajemen laboratorium pada praktek profesional yang baik dan pada mutu pengujian dan kalibrasi dalam melayani customer
  2. b) Pernyataan manajemen untuk standar pelayanan laboratorium
  3. c) Tujuan sistem manajemen yang terkait dengan mutu
  4. d) Persyaratan yang menyatakan bahwa semua personel yang terlibat dalam kegiatan pengujian dan kalibrasi di laboratorium harus memahami dokumentasi mutu dan menerapkan kebijakan serta prosedur di dalam pekerjaan mereka
  5. e) Komitmen manajemen laboratorium untuk bersesuaian dengan standar ini, dan secara berkelanjutan meningkatkan efektivitas sistem manajemen

4.2.3 Manajemen puncak harus memberikan bukti komitmen tentang pengembangan dan implementasi sistem manajemen dan meningkatkan efektivitasnya secara berkelanjutan

4.2.4 Manajemen puncak harus mengomunikasikan kepada organisasi mengenai pentingnya memenuhi persyaratan customer, demikian juga persyaratan perundangundangan dan peraturan lainnya

4.2.5 Panduan mutu harus mencakup atau menjadi acuan untuk prosedur pendukung termasuk juga prosedur teknisnya. Hal ini harus menggambarkan struktur dokumentasi yang digunakan dalam sistem manajemen

4.2.6 Peranan dan tanggung jawab manajemen teknis dan manajer mutu, termasuk tanggung jawab mereka untuk memastikan kesesuaian dengan Standar ini harus ditetapkan dalam panduan mutu

4.2.7 Manajemen puncak harus menjamin bahwa integritas sistem manajemen dipelihara pada saat perubahan terhadap sistem manajemen direncanakan dan diimplementasikan

4.3  Pengendalian dokumen

4.3.1 Umum

Laboratorium harus menetapkan dan memelihara prosedur untuk mengendalikan semua dokumen yang merupakan bagian dari sistem manajemen (dibuat secara internal atau dari sumber eksternal), seperti peraturan, standar, atau dokumen normatif lain, metode pengujian dan/atau kalibrasi, demikian juga gambar, perangkat lunak, spesifikasi, instruksi dan panduan

4.3.2 Pengesahan dan penertiban dokumen

4.3.2.1 Semua dokumen yang diterbitkan untuk personel di laboratorium yang merupakan bagian dari sistem manajemen harus dikaji ulang dan disahkan oleh personel yang berwenang sebelum diterbitkan. Daftar induk atau prosedur pengendalian dokumen yang setara, yang menunjukkan status revisi yang terakhir dan distribusi dokumen dalam sistem manajemen, harus dibuat dan mudah didapat untuk menghindarkan penggunaan dokumen yang tidak sah dan/atau kadaluwarsa

4.3.2.2 Prosedur yang diberlakukan harus menjamin bahwa:

  1. a) Edisi resmi dari dokumen yang sesuai tersedia di semua lokasi tempat dilakukan kegiatan yang penting bagi efektifitas fungsi laboratorium
  2. b) Dokumen dikaji ulang secara berkala, dan bila perlu, direvisi untuk memastikan kesinambungan kesesuaian dan kecukupannya terhadap persyaratan yang diterapkan
  3. c) Dokumen yang tidak sah atau kadaluwarsa ditarik dari semua tempat penerbitan atau penggunaan, atau dengan cara lain yang menjamin tidak digunakannya dokumen tersebut
  4. d) Dokumen kadaluwarsa yang disimpan untuk keperluan legal atau untuk maksud suaka pengetahuan diberi tanda sesuai

4.3.2.3 Dokumen sistem manajemen yang dibuat oleh laboratorium harus diidentifikasi secara khusus. Identifikasi tersebut harus mencakup tanggal penerbitan dan/atau identifikasi revisi, penomoran halaman, jumlah keseluruhan halaman atau tanda yang menunjukkan akhir dokumen, dan pihak berwenang yang menerbitkan

4.3.3 Perubahan dokumen

4.3.3.1 Perubahan terhadap dokumen harus dikaji ulang dan disahkan oleh fungsi yang sama dengan yang melakukan kaji ulang sebelumnya kecuali bila ditetapkan lain. Personel yang ditunjuk harus memiliki akses pada informasi latar-belakang terkait yang mendasari kaji ulang dan pengesahannya

4.3.3.2 Apabila memungkinkan, teks yang telah diubah atau yang baru harus diidentifikasi di dalam dokumen atau lampiran yang sesuai

4.3.3.3 Jika sistem pengendalian dokumen laboratorium membolehkan diberlakukan adanya amandemen dokumen dengan tulisan tangan, sebelum penerbitan kembali dokumen yang bersangkutan, maka prosedur dan kewenangan untuk melakukan amandemen itu harus ditetapkan. Dokumen yang telah direvisi harus secara formal diterbitkan kembali sesegera mungkin

4.3.3.4 Harus terdapat prosedur yang menjelaskan tata cara perubahan dokumen yang disimpan dalam sistemkomputer dilakukan dan dikendalikan

4.4  Kaji ulang permintaan, tender dan kontrak

4.4.1 Laboratorium harus menetapkan dan memelihara prosedur untuk kaji ulang permintaan, tender dan kontrak. Kebijakan dan prosedur untuk melakukan kaji ulang yang berkaitan dengan kontrak pengujian dan/atau kalibrasi harus memastikan bahwa:

  1. a) Persyaratan, termasuk metode yang akan digunakan, ditetapkan, didokumentasikan dan dipahami sebagaimana mestinya (lihat 5.4.2);
  2. b) Laboratorium mempunyai kemampuan dan sumber daya untuk memenuhi persyaratan
  3. c) Metode pengujian dan/atau kalibrasi yang sesuai dipilih dan dapat memenuhi persyaratan customer

4.4.2 Rekaman kaji ulang, termasuk setiap perubahan yang berarti, harus dipelihara. Rekaman diskusi yang berkaitan dengan seorang customer, yang berkaitan dengan persyaratan customer atau hasil pekerjaan selama periode pelaksanaan kontrak harus dipelihara

4.4.3 Kaji ulang harus juga mencakup setiap pekerjaan yang disubkontrakkan oleh laboratorium

4.4.4 Penyimpangan apapun dari kontrak harus diinformasikan kepada customer.

4.4.5 Jika suatu kontrak perlu diamandemen setelah pekerjaan mulai dilakukan, proses kaji ulang kontrak yang sama harus diulang dan setiap amandemen harus dikomunikasikan dengan semua personel yang terkait

4.5  Subkontrak pengujian dan kalibrasi

4.5.1 Apabila suatu laboratorium mensubkontrakkan pekerjaan karena keadaan yang tak terduga (misalnya beban kerja, membutuhkan keahlian yang lebih baik atau ketidakmampuan sementara) atau berdasarkan kelanjutan (misalnya melalui subkontrak permanen, agen atau pengaturan kerja sama), pekerjaan ini harus diberikan pada subkontraktor yang kompeten. Subkontraktor yang kompeten adalah, sebagai contoh yang berkesesuaian dengan Standar ini, untuk pekerjaan yang dimaksudnya.

4.5.2 Laboratorium harus memberitahu customer secara tertulis perihal pengaturan yang dilakukan dan, bila sesuai, memperoleh persetujuan yang sebaiknya tertulis dari customer

4.5.3 Laboratorium bertanggung jawab kepada customer atas pekerjaan subkontraktor, kecuali bila customer atau pihak yang berwenang menempatkan subkontraktor yang harus digunakan

4.5.4 Laboratorium harus memelihara daftar semua subkontraktor yang digunakannya untuk pengujian dan/atau kalibrasi dan rekaman dari bukti kesesuaian dengan Standar ini untuk pekerjaan yang dimaksud

4.6  Pembelian jasa dan perbekalan

4.6.1 Laboratorium harus mempunyai suatu kebijakan dan prosedur untuk memilih dan membeli jasa dan perbekalan yang penggunaannya mempengaruhi mutu pengujian dan/atau kalibrasi. Harus ada prosedur untuk pembelian, penerimaan dan penyimpanan pereaksi dan bahan habis pakai laboratorium yang relevan dengan pengujian dan kalibrasi

4.6.2 Laboratorium harus memastikan bahwa perlengkapan, pereaksi dan bahan habis pakai yang dibeli yang mempengaruhi mutu pengujian dan/atau kalibrasi tidak digunakan sebelum diinspeksi atau dengan cara lain untuk memverifikasi kesesuaiannya dengan spesifikasi standar atau persyaratan yang ditetapkan dalam metode pengujian dan/atau kalibrasi yang dimaksud. Jasa dan perlengkapan yang digunakan harus sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Rekaman dan tindakan yang dilakukan untuk mengecek kesesuaian harus dipelihara.

4.6.3 Dokumen pembelian barang-barang yang mempengaruhi mutu hasil laboratorium harus berisi data yang menjelaskan jasa dan perbekalan yang dibeli. Dokumen pembelian harus dikaji ulang dan disahkan spesifikasi teknisnya terlebih dulu sebelum diedarkan

4.6.4 Laboratorium harus mengevaluasi pemasok bahan habis pakai, perbekalan, dan jasa yang penting dan berpengaruh pada mutu pengujian dan kalibrasi, dan harus memelihara rekaman evaluasi tersebut serta membuat daftar yang disetujui

4.7  Pelayanan kepada customer

4.7.1 Laboratorium harus mengupayakan kerja sama dengan customer atau perwakilannya untuk mengklarifikasi permintaan customer dan untuk memantau unjuk kerja laboratorium sehubungan dengan pekerjaan yang dilaksanakan, dengan tetap menjaga kerahasiaan terhadap customer lainnya

4.7.2 Laboratorium harus mencari umpan balik, baik positif maupun negatif dari customer-nya. Umpan balik tersebut harus digunakan dan dianalisis untuk meningkatkan sistem manajemen, kegiatan pengujian dan kalibrasi serta pelayanan customer

4.8  Pengaduan

Laboratorium harus mempunyai kebijakan dan prosedur untuk menyelesaikan pengaduan yang diterima dari customer atau pihak-pihak lain. Rekaman semua pengaduan dan penyelidikan serta tindakan perbaikan yang dilakukan oleh laboratorium harus dipelihara

4.9  Pengendalian pekerjaan pengujian dan/atau kalibrasi yang tidak sesuai

4.9.1 Laboratrium harus mempunyai suatu kebijakan dan prosedur yang harus diterapkan bila terdapat aspek apapun dari pekerjaan pengujian dan/atau kalibrasi yang mereka lakukan, atau hasil yang diperoleh pekerjaan mereka, tidak sesuai dengan prosedur mereka, atau persyaratan customer yang telah disetujui. Kebijakan dan prosedur harus memastikan bahwa:

  1. a) Tanggung jawab dan kewenangan untuk pengelolaan pekerjaan yang tidak sesuai ditentukan dan tindakan (termasukmenghentikan pekerjaan dan menahan laporan pengujian dan sertifikat kalibrasi sebagaimana yang diperlukan) ditetapkan dan dilaksanakan bila ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai;
  2. b) Evaluasi dilakukan terhadap signikansi ketidaksesuain pekerjaan
  3. c) Perbaikan segera dilakukan bersamaan dengan keputusan penerimaan pekerjaan yang ditolak atau yang tidak sesuai
  4. d) Bila diperlukan, customer diberitahu dan pekerjaan dibatalkan
  5. e) Tanggung jawab untuk menyetujui dilanjutkannya kembali pekerjaan harus ditetapkan

4.9.2 Bila evaluasi menunjukkan bahwa pekerjaan yang tidak sesuai dapat terjadi kembali, atau adanya keraguan pada keseuaian kegiatan laboratorium dengan kebijakan dan prosedur, prosedur tindakan perbaikan pada 4.11 harus segera diikuti

4.10     Peningkatan

Laboratorium harus meningkatkan efektivitas sistem manajemen secara berkelanjutan melalui penggunaan kebijakan mutu, sasaran mutu, hasil audit, analisis data, tindakan perbaikan dan pencegahan serta kaji ulang manajemen.

4.11     Tindakan Perbaikan

4.11.1 Umum

Laboratorium harus menetapkan kebijakan dan prosedur serta harus memberikan kewenangan yang sesuai untuk melakukan tindakan perbaikan bila pekerjaan yang tidak sesuai atau penyimpangan kebijakan dan prosedur di dalam sistem manajemen atau pelaksanaan teknis telah diindentifikasi

4.11.2 Analisis penyebab

Prosedur tindakan perbaikan harus dimulai dengan suatu penyelidikan untuk menentukan akar penyebab permasalahan

4.11.3 Pemilihan dan pelaksanaan tindakan perbaikan

Laboratorium harus memilih dan melakukan tindakan perbaikan paling memungkinkan untuk meniadakan masalah dan mencegah terjadinya kembali. Tindakan perbaikan harus dilakukan sampai tingkat yang sesuai dengan besar dan resiko masalah. Laboratorium harus mendokumentasikan dan menerapkan setiap perubahan yang diperlukan sebagai hasil dari penyelidikan tindakan perbaikan.

4.11.4 Pemantauan tindakan perbaikan

Laboratorium harus memantau hasil untuk memastikan bahwa tindakan perbaikan yang dilakukan telah efektif.

4.11.5 Audit tambahan

Apabila identifikasi dari ketidaksesuaian atau penyimpangan menimbulkan keraguan pada kesesuaian laboratorium dengan kebijakan dan prosedur mereka, atau pada kesesuaian dengan standar ini, laboratorium harus memastikan bahwa bidang kegiatan yang terkait harus segera diaudit sesuai dengan 4.14.

4.12          Tindakan pencegahan

4.12.1 Peningkatan yang dibutuhkan, baik teknis maupun berkaitan dengan sistem manajemen, harus diidentifikasi.

4.12.2 Prosedur untuk tindakan pencegahan harus mecakup tahap awal tindakan dan penerapan pengendalian untuk memastikan efektivitasnya

4.13     Pengendalian rekaman

4.13.1 Umum

4.13.1.1 Laboratorium harus menetapkan dan memelihara prosedur untuk identifikasi, pengumpulan, pemberian indek, pengaksesan, pengarsipan, penyimpanan, pemeliharaan dan pemusnahan rekaman mutu dan rekaman teknis.

4.13.1.2 Semua rekaman harus dapat dibaca dan harus disimpan dan dipelihara sedemikian rupa sehingga mudah didapat bila diperlukan dalam fasilitas yang memberikan lingkungan yang sesuai untuk mencegah terjadinya kerusakan atau deteriorasi dan untuk mencegah agar tidak hilang. Waktu penyimpanan rekaman harus ditetapkan.

4.13.1.3 Semua rekaman harus terjaga keamanan dan kerahasiaannya.

4.13.1.4 Laboratorium harus mempunyai prosedur untuk melindungi dan membuat cadangan rekaman yang disimpan secara elektronik dan untuk mencegah akses dan amandemen yang tidak berwenang terhadap rekaman-rekaman tersebut

4.13.2 Rekaman Teknis

4.13.2.1Laboratorium harus menyimpan untuk suatu periode tertentu rekaman pengamatan asli, data yang diperoleh dan informasi yang cukup untuk menetapkan suatu jejak audit, rekaman kalibrasi, rekaman staf dan salinan dari setiap laporan pengujian atau sertifikat kalibrasi yang telah diterbitkan. Rekaman-rekaman tersebut harusmencakup identitas personel yang bertanggung jawab untuk pengambilan sampel, pelaksanaan setiap pengujian dan/atau kalibrasi dan pengecekan hasil.

4.13.2.2 Pengamatan, data dan perhitungan harus direkam pada saat pekerjaan dilaksanakan dan harus diidentifikasi pekerjaan asalnya.

4.13.2.3 Bila terjadi kesalahan dalam rekaman, setiap kesalahan harus dicoret, tidak dihapus, dibuat tidak kelihatan atau dihilangkan, dan nilai yang benar ditambahkan disisinya. Bagi rekaman yang disimpan secara elektronis, tindakan yang sepadan harus dilakukan untuk mencegah hilang atau berubahnya data asli.

4.14     Audit Internal

4.14.1 Laboratorium harus secara periodik, dan sesuai dengan jadwal serta prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya, menyelenggarakan audit internal untuk memverifikasi kegiatan berlanjut sesuai dengan persyaratan sistem manajemen dan Standar Internasional ini.

4.14.2 Bila temuan audit menimbulkan keraguan pada efektivitas kegiatan atau pada kebenaran atau keabsahan hasil pengujian atau kalibrasi, laboratorium harus melakukan tindakan perbaikan pada waktunya, dan harus memberitahu customer secara tertulis bila penyelidikan memperlihatkan hasil laboratorium mungkin telah terpengaruh

4.14.3 Bidang kegiatan yang diaudit, temuan audit dan tindakan perbaikan yang dilakukan harus direkam

4.14.4 Tindak lanjut kegiatan audit harus memverifikasi dan merekam penerapan dan efektivitas dari tindakan perbaikan yang telah dilakukan.

4.15     Kaji Ulang Manajemen

4.15.1 Sesuai dengan jadwal dan prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya, manajemen puncak laboratorium harus secara periodik menyelenggarakan kaji ulang pada sistem manajemen laboratorium dan kegiatan pengujian dan/atau kalibrasi yang dilakukannya untuk memastikan kesinambungan kecocokan dan efektivitasnya, dan untuk mengetahui perubahan atau peningkatan yang diperlukan. Kaji ulang harus memperhitungkan:

  1. Kecocokan kebijakan dan prosedur
  2. laporan dari staf manajerial dan personel penyelia
  3. hasil dari audit internal yang terakhir
  4. tindakan perbaikan dan pencegahan
  5. asesmen oleh badan eksternal
  6. hasil dari uji banding antar laboratorium dan uji profisiensi
  7. perubahan volume dan jenis perkerjaan
  8. umpan balik customer
  9. Pengaduan
  10. rekomendasi tentang peningkatan
  11. faktor-faktor relevan lainnya, seperti kegiatan pengendalian mutu, sumber daya, dan pelatihan staf

4.15.2 Temuan kaji ulang manajemen dan tindakan yang dilakukan harus direkam. Manajemen harus memastikan tindakan tersebut dilaksanakan dalam jangka waktu yang sesuai dan disepakati.

  1. Persyaratan Teknis

5.1.   Umum

5.1.1.      Berbagai faktor yang menentukan kebenaran  dan kehandalan pengujian/kalibrasi adalah faktor manusia, kondisi akomodasi dan lingkungan, metode pengujian metode kalibrasi validasi metode, peralatan, ketertelusuran pengukuran, pengambilan sampel, penanganan sampel.

5.1.2.      Setiap faktor tersebut mempunyai kontribusi pada ketidakpastian pengukuran. Laboratorium  memperhitungkan faktor-faktor tersebut  dlm mengembangkan metode pengujian/kalibrasi, dlm pelatihan dan kualifikasi pesonel dan pemilihan peralatan.

 

5.2.   Personel

Manajemen laboratorium harus memastikan kompetensi semua personil yang mengoperasikan peralatan tertentu, melakukan pengujian, mengevaluasi hasil, dan menandatangani laporan pengujian. kemampuan kerja setiap individu, mencakup pengetahuan, ketrampilan dan sikap kerja, harus sesuai dengan standard yang ditetapkan.

 

5.3.   Kondisi Akomodasi dan Lingkungan

Laboratorium harus memastikan kondisi lingkungan  tidak berpengaruh buruk pada mutu pengujian yang dipersyaratkan. Persyaratan teknis untuk kondisi akomodasi dan lingkungan yang dapat mempengaruhi hasil pengujian harus didokumentasikan.

Laboratotium harus dilengkapi dengan fasilitas yang mampu menjamin kebenaran unjuk kerja pengujian serta mengendalikan lingkungan yang dapat mempengaruhi mutu hasil

 

5.4.   Metode pengujian, Kalibrasi dan metode validasi

Laboratorium harus menggunakan metode yang sesuai untuk semua pengujian di dalam lingkupnya. Hal tersebut mencakup pengambilan contoh, penanganan, transportasi, penyimpanan dan penyiapan barang untuk diuji.

 

5.5.   Peralatan

Laboratorium harus dilengkapi peralatan pengambilan contoh dan pengukuran yang diperlukan dalam pengujian. Peralatan dan perangkat lunaknya yang digunakan, harus mampu mencapai akurasi yang diperlukan dan memenuhi spesifikasi yang relevan. Program kalibrasi harus ditetapkan untuk besaran / nilai utama peralatan, apabila sifat-sifatnya berpengaruh nyata pada hasil. Sehingga dapat dihasilkan data yang absah dan akurasi yang diperlukan.

 

5.6.   Ketertelusuran Pengukuran

Semua pengukuran yang dilakukan di laboratotium harus tertelusur ke standar nasional/internasional atau pada bahan acuan yang bersertifikat. Semua peralatan yang digunakan untuk pengujian, termasuk untuk pengukuran tambahan (misalnya untuk pengukuran kondisi lingkungan) yang mempunyai pengaruh nyata pada akurasi atau validitas pengujian, atau pengambilan contoh, harus dikalibrasi sebelum digunakan. Laboratorium harus mempunyai program dan prosedur untuk kalibrasi bagi peralatan-peralatan – nya.

 

5.7.   Pengambilan Sampel

Laboratorium yang melakukan pengambilan sampel harus mempunyai rencana dan prosedur pengambilan sampel yang akan diuji, untuk menghasilkan informasi yang diperlukan. Laboratorium harus memiliki prosedur pencatatan data dan kegiatan pengambilan contoh yang merupakan bagian dari pengujian. Pencatatan ini harus termasuk prosedur pengambilan contoh yang dipakai, identifikasi pengambil contoh, kondisi lingkungan (bila relevan) dan diagram atau pengertian lain yang terkait untuk mengidentifikasi lokasi pengambilan contoh

5.8.   Penanganan Barang yang diuji dan di Kalibrasi

Laboratorium harus memiliki prosedur untuk transportasi, penerimaan, penanganan, perlindungan dan penyimpanan, serta pembuangan contoh uji. (Termasuk semua yang diperlukan untuk melindungi integritas barang yang diuji dan untuk melindungi keinginan laboratorium serta pelanggan).

5.9.   Jaminan mutu hasil pengujian dan kalibrasi

Laboratorium harus memiliki Prosedur Pengendalian Mutu untuk memantau validitas pengujian yang dilakukan. Data yang dihasilkan harus direkam sedemikian rupa sehingga kecenderungan yang terjadi dapat dideteksi dan bilamana memungkinkan teknik statistik harus dipakai dalam mengkaji ulang hasil-hasil. Laboratorium yang melakukan pengendalian untuk memantau unjuk kerja dan keabsahan pengujian/kalibrasi yang dilakukan

5.10. Pelaporan hasil

Laboratorium yang melaporkan setiap hasil pekerjaannya dengan akurat, jelas, tidak meragukan dan objektif dalam bentuk laporan hasil pengujian yang digunakanHasil setiap pengujian, maupun rangkaian pengujian yang dilakukan oleh laboratorium harus dilaporkan secara teliti, jelas, tidak samar-samar dan obyektif, sesuai dengan petunjuk dalam metode pengujian.

2.10    Penerapan ISO/IEC 17025

            ISO/IEC 17025 pada saat ini merupakan sebuah standar yang sangat populer di kalangan praktisi laboratorium di Indonesia. Penerapan standar ini pada umumnya dihubungkan dengan proses akreditasi yang dilakukan oleh laboratorium untuk berbagai kepentingan. Hal ini tentu saja merupakan sebuah fenomena yang menggembirakan mengingat ISO/IEC 17025 merupakan sebuah standar yang diakui secara internasional dan pengakuan formal kompetensi laboratorium uji dan kalibrasi melalui akreditasi digunakan secara luas sebagai persyaratan keberterimaan hasil-hasil uji dan kalibrasi yang diperlukan oleh berbagai pihak di dunia. Namun demikian, terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dan renungan kita semua, “apakah ISO/IEC 17025 digunakan oleh laboratorium sebagai acuan untuk kepentingan memperoleh akreditasi saja sehingga segala kegiatan laboratorium berdasarkan ISO/IEC 17025 disiapkan semata-mata untuk menghadapi kedatangan asesor dalam rangka proses akreditasi yang sedang ditempuh oleh laboratorium ?” Pertanyaan di atas perlu kita perhatikan untuk menghindari kondisi yang mungkin telah menjadi kronis, bahwa laboratorium yang menerapkan ISO/IEC 17025 dan kemudian diakreditasi seperti memiliki “kegiatan baru” di luar tugas-tugas rutin organisasinya, yang mungkin mencakup:

  1. pembentukan “organisasi ISO/IEC 17025” sebagai unit “ekstra organisasi” atau “organisasi di dalam organisasi” yang disusun semata-mata untuk keperluan dinyatakan dalam Panduan Mutu yang dipersyaratkan dalam akreditasi
  2. penyiapan rekaman-rekaman ISO/IEC 17025 yang khusus dibuat untuk ditunjukkaan sebagai bukti implementasi ISO/IEC 17025 kepada asesor akreditasi dan mungkin berbagai kegiatan lainnya yang salah satunya menyebabkan ritual “kerja lembur” menjelang “asesmen awal” akreditasi dan kemudian menjadi ritual rutin tahunan setiap kali menjelang “survailen” maupun “reakreditasi” laboratorium.

            Bila kondisi ini memang benar-benar terjadi di mayoritas laboratorium yang diakreditasi berdasarkan ISO/IEC 17025. Mungkin saat ini merupakan saat yang tepat bagi kita semua untuk melakukan renungan. Sebagai salah satu standar internasional yang menggunakan konsep sistem manajemen mutu sesuai dengan ISO 9000 series, seharusnyalah laboratorium yang diakreditasi berdasarkan ISO/IEC 17025 dapat melakukan “continual improvement” dalam hal “efektifitas” dan “efisiensi” sistem manajemen mutunya.

            Dan sudah barang tentu “continual improvement” yang dimaksud bukanlah “bertambah tebalnya dokumen dan rekaman yang dipelihara oleh laboratorium”, atau “bertambah rumitnya sebuah proses di dalam laboratorium untuk satu tujuan yang sama”. Atau bertambahnya hal-hal lain yang secara umum dapat dipandang sebagai peningkatan investasi (waktu, tenaga, atau bahkan anggaran), tanpa analisis yang jelas dari keuntungan setelah investasi dilakukan. Keuntungan yang dimaksud di sini bukanlah semata-mata keuntungan dari sisi keuangan, tetapi hal-hal lain seperti tercapainya tujuan organisasi yang tidak terkait dengan keuangan juga dapat dipandang sebagai sebuah keuntungan bagi organisasi. Sebagai bahan renungan, tulisan ini mencoba mengangkat beberapa isu yang berkembang dari penerapan ISO/IEC 17025 di laboratorium yang telah diakreditasi atau yang akan mengajukan akreditasi, atau yang sedang dalam proses akreditasi, dikaitkan dengan persyaratan-persyaratan dalam ISO/IEC 17025 dan standar-standar lain atau dokumen atau text-book yang mendasari atau berkaitan dengan sistem manajemen mutu secara umum.

BAB III

PENEUTUP

3.1       Kesimpulan

  1. ISO/IEC 17025 merupakan standar mutu yang dibuat untuk laboratorium pengujian dan kalibrasi .
  2. ISO dibagi menjadi dua bagian utama yaitu persyaratan manajemen dan taknis. Persyaratan manajemen berisi tentang operasi dan keefektifan system manajemen mutu dalam laboratorium serta memiliki persyaratan yang dengan ISO 9001. Persyaratan teknis berisi tentang alamat kompetensi staf,metodologi pengujian ,peralatan ,dan kualitas dan pelaporan hasil pengujian dan kalibrasi.
  3. ISO 17025 dikembangkan dan diterapkan ,sehingga hasil dari pengujian dan kalibrasi laboratorium diakui karena kemampuan yang dimiliki. Tanpa jaminan tersebut maka akan mengakibatkan data ,pendapat, dan rekomendasi akan dicurigai, dipertanyakan, beresiko dan dikurangi nilai serta kegunaan .
  4. ISO 17025 dibagi menjadi lima bab yang meliputi:
  5. Ruang lingkup .Standar yang mencangkup kegiatan teknis laboratorium dan aspek manajemen serta organisasi untuk melakukan kegiatan teknis yang kompeten
  6. Normatif refrensi
  7. Syarat dan definisi
  8. Manajemen persyaratan.Sebagian persyaratan mirip dengan persyaratan yang diterapkan dalam Standar ISO 9001 :2000
  9. Persyaratan teknis.Sebagian besar berasal dari persyaratan ISO Guide 25

3.2       Kritik dan Saran

3.2.1    Kritik

  1. ISO kurang memperhatikan persyaratan keselamatan pengoperasian laboratorium
  2. ISO terlalu menekan kapada laboratorium agar mutunya tetap terjaga
  3. Perubaha ISO dari tahun ke tahun selalu membingungkan
  4. Seharusnya ada kebijakan prosedur standard dan instruksi kerja

3.2.2 Saran

  1. ISO harus menerapkan standar mutu yang berkualitas agar pengguna ISO merasa nyaman menggunakannya.
  2. ISO harus menjadi panduan untuk penggunanya agar hasil yang dilakukan Laboratorium terjaga mutunya
  3. ISO diharapkan mampu mengatur semua aspek tentang bagaimana laboratorium melakukan bisnis mereka
  4. ISO harus dapat mengembangkan system menejemen kualitas administrasi dan teknis operasi
  5. ISO diharapkan dapat menunjukan konsistensi mutu pruduk yangdihasilhan oleh laboratorium

 

DAFTAR PUSTAKA

  • Prayitno, Caribu Hadi . 2006 . Dokumen Sistem Manajemen Mutu ISO/IEC 17025:2005. Purwokerto : UPT. Pemberdayaan Fasilitas UNSOED
  • SNI/ISO/IEC 17025 . 2008 . Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Laboratorium Kalibrasi. Jakarta : Badan Standardisasi Nasional

 

 

 

 

 

 

 

Diposkan pada Kimia Analisis, Uncategorized

KOLORIMETRI

1. Pengertian Kolorimetri

Kolorimetri adalah suatu metoda analisis kimia yang didasarkan pada tercapainya kesamaan warna antara larutan sampel dan larutan standar, dengan menggunakan sumber cahaya polikromatis dengan detektor mata.  http://organiksmakma3b30.blogspot.co.id/2013/04/kolorimetri.html

Kolorimetri adalah suatu metode analisa kimia yang berdasarkan pada perbandingan intensitas warna larutan dengan warna larutan standarnya. Metode ini merupakan bagian dari analisis fotometri. Fotometri adalah bagian dari optik yang mempelajari mengenai kuat cahaya(intensity) dan derajat penerangan(brightness). http://vainekardila.blogspot.com/2011/05/penentuan-ion-pernanganat-dengan-metode.html

– Faktor yang mempengaruhi kolorimetri

Pemakaian indikator tidak mempengaruhi pHkolorimetri. Hal ini disebabkan karena indikator pada umumnya adalah asam atau basa yang sangat lemah. Faktor yang mempengaruhi kolorimetri adalah pemakaian indikator yang tidak cocok dengan pH larutan. Selain itu, dengan adanya protein dan asam amino. Karena bersifat amfoter sehingga dapat bereaksi dengan asam ataupun basa. http://belajar-dan-berbagii.blogspot.co.id/2013/04/kolorimetri-1.html

2.  Penggolongan Metode Kolorimetri

Kolorimetri memiliki berbagi macam metode . Diantaranya, kolorimetri terbagi atas 2 metoda, yaitu:

1 kolorimetri visual : Menggunakan mata sebagai detektor.

2 fotometri                         : M enggunakan fotosel sebagai detektornya.

Metoda kolorimetri visual merupakan metoda yang konvensional dan sudah jarang digunakan karena tidak akurat. Hal ini disebabkan karena mata hanya sebagai detektor untuk melihat kesamaan warna, bukan sebagai alat ukur intensitas absorbsi.http://ayuputriaryati.blogspot.co.id/2014/10/penentuan-kadar-besi-secara-kolorimetri.html

Metode Kolorimetri merupakan bagian dari metode spektroskopi sinar tampak yang berdasarkan pada panjang sinar tampak oleh suatu larutan berwarna, hanya senyawa yang dapat ditentukan dengan metode spektroskopi, senyawa yang tidak berwarna dapat dibuat menjadi berwarna, seperti ion Fe3+ dan SCN- menghasilkan larutan berwarna merah.

Kolorimetri dilakukan dengan membandingkan larutan standar dengan aplikasi yang dibuat pada keadaan yang sama dengan menggunakan tabung Nessler atau kolorimeterDubosque. Dengan kolorimetri elektronik, jumlah cahaya yang diserap berbanding lurus dengan konsentrasi larutan. Metode ini sering digunakan dalam menentukan konsentrasi besi dalam air minum.

 Pada kolorimetri, suatu duplikasi warna dilakukan dengan dua larutan yang mengandung zat yang sama pada kolom dengan kemampuan areometer penampang yang sama serta tegak lurus dengan arah sinar atau alat visualisasi. Biasanya zat-zat yang dapat menimbulkan warna adalah ion-ion kompleks. Warna tersebut muncul karena adanya elektron – elektron yang tidak berpasangan.

Konsentrasi berwarna dapat diperkirakan secara visual. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membandingkan cuplikan dengan sederet larutan yang konsentrasinya sudah diketahui terlebih dahulu yaitu larutan standar. http://belajar-dan-berbagii.blogspot.co.id/2013/04/kolorimetri-1.html 25

3. Persyaratan larutan

Persyaratan larutan yang harus dipenuhi untuk absorbsi sinar tampak adalah larutan harus berwarna. Oleh karena itu metoda spektroskopi sinar tampak disebut juga dengan metoda kolorimetri dan alatnya disebut dengan kolorimeter. Kolorimeter didasarkan pada perubahan warna larutan yang sebanding dengan perubahan konsentrasi komponen pembentuk larutan. Oleh karena itu aspek kuantitatif merupakan tujuan pengukuran dengan metoda ini. Contohnya adalah larutan nitrit dibuat berwarna dengan pereaksi sulfanila-mida dan N-(1-naftil)-etilendiamin. http://organiksmakma3b30.blogspot.co.id/2013/04/kolorimetri.html

Syarat Pewarnaan Metode Kolorimetri

  • Warna yang terbentuk harus stabil
  • Reaksi pewarnaan harus selektif
  • Larutan harus transparan
  • Kesensitifannya tinggi
  • Ketepatan ulang tinggi
  • Warna yang terbentuk harus merupakan fungsi dari konsentrasi

http://irvankhairudin.files.wordpress.co m/2012/10/kolorimetri-dan-spektrofotometri-uv.docx

4. Prinsip Kolorimetri Visual

Prinsip dasar dari metoda kolorimetri visual adalah tercapainya kesamaan warna bila jumlah molekul penyerap yang dilewati sinar pada ke dua sisi larutan persis sama.

Metoda ini dapat diterapkan untuk penentuan komponen zat warna ataupun komponen yang belum bewarna, namun dengan menggunakan reagen pewarna yang sesuai dapat menghasilkan senyawa bewarna yang merupakan fungsi dari konten komponennya. Jika telah tercapai kesamaan warna berarti jumlah molekul zat penyerap yang dilewati sinar pada kedua sisi tersebut telah sama dan ini dijadikan dasar perhitungan. (Kosasih, Satiadarma, et al. 2004. Asas Pengembangan Prosedur Analisis edisi pertama. Jakarta: Erlangga. hal.87-97)

  1. Metode kolorimetri visual
  2. Metoda Standar Seri (Metoda Nessler)

Pada metoda ini dibuat sederetan larutan standar dan larutan sampel dalam tabung yang berukuran sama dengan jenis yang sama pula. Kemudian warna larutan sampel dibandingkan dengan salah satu warna dari larutan standar.

  1. Metoda Kesetimbangan

Pada metoda ini dilakukan cara membandingkan larutan sampel dengan larutan standar yang didasarkan pada ketebalan larutan standar yang divariasikan.

  1. Metoda Pengenceran

Menggunakan satu zat standar dan sejumlah buret yang berisi blanko. Konsentrasi standar diencerkan dengan blanko sampai tercapai kesamaan warna. Prinsip dasarnya : pada larutan standar ditambahkan blanko.

  1. Metoda Standar Sintetis

Zat yang diselidiki diperoleh dengan cara penambahan sejumlah komponen standar terhadap suatu larutan blanko sampai terjadi kesamaan warna. Prinsip dasarnya : pada blanko ditambahkan larutan standar.  http://organiksmakma3b30.blogspot.co.id/2013/04/kolorimetri.html

5. Hukum- Hukum yang Mendasari Kolorimetri

  1. Hukum Bougner Lambert

Jika kita membiarkan ketebalan medium bertambah secar tidak terhingga, maka daya radiasi diteruskan harus mendekaati nol. Tetapi, daya itu, tak dapt menjadi nol jika ada suatu fraksi yang cukup besar sama sekali tidak diserap.

  1. Hukum Beer

Menyelidiki hubungan antara intensitas serapan dan konsentrasi media yang berupa larutan dengan tebal media tetap. Dihasilkan hubungan yang sama dengan hukum Lambert.

  1. Hukum Bougner Lambert- Beer

Uatu alaur absorbans vs konsentrasi molar akan brupa garis lurus dengan arah lereng. Tetapi seringkali pengukuran terhadap sistem kimia riil menghasilkan alur hukum Beer yang tidak linear sepanjang seluruh jangka konsentrasi yang diminati. Penyimpangan linear darihukum Beer dalam praktek analisis dibebankan pada kegagalan atau ketidak mampuan mengawasi kedua aspek ini, karena itu dapat dikatakan sebagai penyimpangan semu karena ini lebih mencerminkan kesukaran eksperimen dari pada tidak memadainya hukum Beer. http://puisino.blogspot.co.id/2014/02/i.html

6. Keuntungan Metode Kolorimetri

  1. Metode kolorimetri seringkali akan memberikan hasil yang lebih tepat pada konsentrasi rendah dibandingkan prosedur titrimetri ataupun gravimetri padanannya. Selain itu prosedur kolorimetri lebih sederhana dilakukan daripada prosedur titrimetri ataupun gravimetri.
  2. Suatu metode kolorimetri seringkali dapat diterapkan pada kondisi-kondisi dimana tidak terdapat prosedur gravimetri ataupun titrimetri yang memuaskan, misalnya untuk zat-zat hayati tertentu.
  3. Prosedur kolorimetri mempunyai keunggulan untuk penetapan rutin dari beberapa komponen dalam sejumlah contoh yang serupa oleh dapat dilakukan dengan cepat.

(Khairudin,Irvan.2012.Kolorimetri dan Spektrofotometri –UV)

 7. Analisis cara kolorimetri

Analisis cara kolorimetri berdasarkan kepeda perbandingan warna larutan yang konsentrasinya tidak diketahui, dengan larutan standar yaitu larutan yang diketahui konsentrasinya. Yang dimaksud dengan warna disini adalah semua warna mulai dari rentang inframerah hingga ultraviolet.berdasarkan intensitas warnanya, konsentrasi zat yang mempunyai warnasendiri dapat diukur. Untuk zat yang tidak berwarna, contoh kita jadikan suatu senyawaan yang berwarnadengan menambahkan pereaksi-pereaksi yang sesuai. Intensitas dari cahaya kemudian dibandingkan dengan suatu larutan standar yang telah diketahui kepekatannya.

Kolorimetri dikaitkan dengan penetapan konsentrasi suatu zat dengan mengukur absorpsi relatif cahaya sehubungan dengan konsentrasi tertentu zat itu. Dalam kolorimetri visual, cahaya putih alamiah ataupun buatan umumnya digunakan sebagai sumber cahaya, dan penetapan biasanya dilakukan dengan suatu instrumen sederhana yang disebut kolorimeter atau pembanding (comparator) warna. Bila mata digantikan oleh sel fotolistrik instrumen ini disebut kolorimeter fotolistrik.http://darmawandarnis.blogspot.co.id/2012/10/kolorimetri-spektrofotometri.html

8. Kalium Dikromat (K2Cr2O7)

Kalium Dikromat merupakan oksidator kuat dan berbahaya, Hablur berwarna merah jingga beracun, dalam air panas lebih mudah larut daripada dalam air dingin sehingga lebih mudah menghablurnya. Kalium Dikromat merupakan pengoksid yang banyak digunakan dalam Kimia Oganik, dan dalam pembuatan Klise. Hindari kontak dengan Kalium Dikromat karena menyebabkan iritasi pada mata, kulit , saluran pernapasan dan ginjal. http://uhibbu-ilaiki.blogspot.co.id/2013/01/kalium-dikromat-k2cr2o7.html

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Diposkan pada Makalah

MAKALAH POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA BEBAS AKTIF

MAKALAH

POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA BEBAS AKTIF

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Sejarah Indonesia

Guru Pengampu :

Ustri Rusmiyati, S.Pd

hh

Disusun Oleh:

             Nama : Sri Rusmiyati

 Kelas : XII-KA 1

  No. Presensi : 34

SMK TUNAS HARAPAN PATI

Tahun Pelajaran 2015/2016

KATA PENGANTAR

            Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah, karena atas rahmat, taufik, dan hidayah-Nylah sehingga saya dapat menyelesaikan Makalah Sejarah Indonesia  Mengenai “Politik Luar Negeri Indonesia Bebas Aktif”.

            Pada kesempatan kali ini, saya mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah meluangkan waktunya untuk membantu saya dalam menyelesaikan makalah ini, diantaranya :

  1. Ibu Ustri Rusmiyati, S.Pd selaku guru dalam mapel tersebut.
  2. Kedua orangtua yang selalu memberi motivasi baik moril maupun materiil.
  3. Teman-teman atas kerja samanya dalam penyusunan makalah ini.

            Saya menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini, tentu masih terdapat beberapa kesalahan dan masih jauh dari yang diharapkan. Maka dari itu, kami membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun, agar kedepannya dapat mencapai kesempurnaan.

            Akhir kata, semoga Makalah ini dapat digunakan dan dimanfaatkan bagi kita semua. Amin.

Pati, 05 Februari 2016

Penulis

 

DAFTAR ISI

Kata Pengantar………………………………………………………………………………..………..i

Daftar Isi………………………………………………………………………………….………..……ii

 

BAB I. Pendahuluan

1.1  Latar Belakang……………………………………………………………………………………. iii

1.2   Rumusan Masalah………………………………………………………………………………..iii

1.3  Tujuan……..……………………………………….………………………………………………..iii

 

BAB II. Pembahasan

2.1.    Pengertian  Politik Luar Negeri…………………………………………………………………..1

2.2.    Kebijakan Politik Luar Negeri…………………………………………………………………….1

2.3.   Tujuan dan Prinsip Politik Luar Negeri………………………………………………………….2

2.4.   Landasan Politik Luar Negeri…………………………………………….……………….………3

2.5.    Arah Kebijakan Politik Luar Negeri…………………………………………………………..…3

2.6.    Pelaksanaan Politik Luar Negeri Pada Masa Orde Lama……………………………………4

2.7.   Pelaksanaan Politik Luar Negeri Pada Masa Orde Baru………..……………………..…….4

2.8.   Politik Luar Negeri Bebas Aktif di Era Globalisasi………………………….…………….….5

2.9.      Perwujudan Politik Bebas Aktif………………………………………………………………..5

2.10.    Peran Perwakilan Diplomatik dalam Pelaksanaan Politik Luar Negeri…………..…..8

 

BAB III. Penutup

3.1   Kesimpulan…………………………………………………………………………………………….9

3.2   Saran……………………………………………………………………………………………………9

 

Daftar Pustaka…………………………………………………………….……………….………………9

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang

         Kebijakan politik luar negeri Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sejarah kelahirannya dan perkembangan nasional serta internasional. Kemerdekaan yang kita peroleh harus dijaga, dipertahankan, dan diisi dengan pembangunan. Dalam menegakkan kemerdekaan Indonesia masih menghadapi berbagai ancaman, baik dari dalam maupun dari luar. Dari dalam negeri, adanya gerakan ekstremis, baik ekstrem kiri maupun ekstrem kanan, serta adanya gerakan separatisme. Dari luar negeri, adanya kekuatan asing yang ingin menguasai Indonesia, adanya bipolarisme dan multipolarisme politik internasional yang dapat mengganggu stabilitas nasional, regional, dan internasional.

                Menurut buku Rencana Strategi Pelaksanaan Politik Luar Negeri Republik Indonesia (1984-1988), politik luar negeri diartikan sebagai “suatu kebijaksanaan yang diambil oleh pemerintah dalam rangka hubungannya dengan dunia internasional dalam usaha untuk mencapai tujuan nasional”. Melalui politik luar negeri, pemerintah memproyeksikan kepentingan nasionalnya ke dalam masyarakat antar bangsa”.

           

2.1       Rumusan Masalah

  1. Apa pengertian  politik luar neger Indonesia?
  2. Apa saja kebijakam politik luar negeri Indonesia?
  3. Apa tujuan dan prinsip politik liuar negeri Indonesia?
  4. Apa saja landasan politik l,uar negeri Indonesia?
  5. Bagaimana arah kebijakan politik luar negeri Indonesia?
  6. Bagaimana pelaksanaan politik luar negeri Indonesia pada masa orde lama?
  7. Bagaimana pelaksanaan politik luar negeriIndonesia pada masa orde baru?
  8. Bagaimana politik luar negerii Indonesia pada era globalisasi?
  9. Apa saja perwujudan politik luar negeri Indonesia bebas aktif?
  10. Apa peran perwakilan diplomatik dalam pelaksanaan politik luar negeri?

3.1       Tujuan

           Dengan disusunya makalah ini diharap peserta didik dapat memahami tentang politik luar negeri republik Indonesia, sehingga dapat menunjang kemampuan mendeskrifsikan dan memahami dalam proses pembelajaran. Dan juga dapat sebagai bahan pengembangan tentang aspek-aspek Politik LuarNegeri Republik Indonesia.

BAB II

PEMBAHASAN

            2.1.        Pengertian Politik Luar Negeri Indonesia

               Secara sederhana Politik luar negeri diartikan sebagai skema atau pola dari cara dan tujuan secara terbuka dan tersembunyi dalam aksi negera tertentu berhadapan dengan Negara lain atau sekelompok Negara lain. Politik luar negeri merupakan perpaduan dari tujuan atau kepentingan nasional dengan power dan kapabilitas (kemampuan). Dalam arti luas, politik luar negeri adalah pola perilaku yang digunakan oleh suatu Negara dalam hubungannya dengan Negara-negara lain. Politik luar negeri berhubungan  dengan proses pembuatan keputusan untuk mengikuti pilihan jalan tertentu.

              Menurut buku Rencana Strategi Pelaksanaan Politik Luar Negeri Republik Indonesia (1984-1988), politik luar negeri diartikan sebagai “suatu kebijaksanaan yang diambil oleh pemerintah dalam rangka hubungannya dengan dunia internasional dalam usaha untuk mencapai tujuan nasional”. Melalui politik luar negeri, pemerintah memproyeksikan kepentingan nasionalnya ke dalam masyarakat antar bangsa”.

                    Hubungan yang dilakukan oleh suatu negara dengan negara lain, tentu saja tidak bisa dilepaskan dari kebijakan politik luar negeri suatu negara termasuk Indonesia, definisi atau pengertian dari politik luar negeri seperti di bawah ini:

  1. Politik luar negeri adalah strategi dan taktik yang digunakan oleh suatu negara dalam berhubungan dengan negara lain.
  2. Politik luar negeri merupakan kumpulan kebijaksanaan atau setiap yang ditetapkan oleh suatu negara untuk mengatur hubungan dengan negara lain untuk yang ditujukan untuk kepentingan nasional.
  3. Politik luar negeri merupakan penjabaran dari politik nasional, sedangkan politik nasional merupakan penjabaran untuk dari kepentingan nasional atau tujuan negara yang bersangkutan.

                     Jadi, pada dasarnya politik luar negeri merupakan  strategi untuk melaksanakan kepentingan nasional atau tujuan negara yang ada kaitannya dengan negara lain.

       Dalam sejarah bangsa Indonesia, sejak tanggal 2 September 1948, PemerintahIndonesia mengambil haluan bebas aktif untuk politik luar negerinya. Dalam siding Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP), Pemerintah Indonesiamenyampaikan sikap politik luar negeri Indonesia seperti berikut. Sikap pemerintah tersebut dipertegas lagi oleh kebijakan politik luar negeri Indonesia yang antara lain dikemukakan oleh Drs. Moh. Hatta. Ia mengatakan, bahwa tujuan politik luar negeri Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga keselamatan negara;
  2. Memperoleh barang-barang dari luar untuk memperbesar kemakmuran rakyat, apabila   barang-barang itu tidak atau belum dapat dihasilkan sendiri;
  3. Meningkatkan perdamaian internasional, karena hanya dalam keadaan damai Indonesia dapat membangun dan syarat-syarat yang diperlukan untuk memperbesar kemakmuran rakyat;
  4. Meningkatkan persaudaraan segala bangsa sebagai cita-cita yang tersimpul dalam   Pancasila, dasar dan falsafah negara Indonesia.

 

            2.2.        Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia

                  Pembukaan UUD 1945 merupakan dasar hukum yang sangat kuat bagi politik luar negeri RI. Alinea I menyatakan bahwa “… kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan …” Selanjutnya pada alinea IV dinyatakan bahwa “… dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial …”  Jelaslah bahwa politik luar negeri RI mempunyai landasan atau dasar hukum yang sangat kuat, karena diatur di dalam Pembukaan UUD 1945.Kebijakan Politik luar negeri Indonesia dikenal dengan Politik Luar Negeri Bebas dan Aktif, beberapa pendapat mengenai pengertian bebas dan aktif.

  1. A.W Wijaya merumuskan:

                 Bebas, berarti tidak terikat oleh suatu ideologi atau oleh suatu politik negara asing atau oleh blok negara-negara tertentu, atau negara-negara adikuasa (super power). Aktif artinya dengan sumbangan realistis giat mengembangkan kebebasan persahabatan dan kerjasama internasional dengan menghormati kedaulatan negara lain.

  1. Mochtar Kusumaatmajamerumuskan bebas aktif sebagai berikut :

                Bebas : dalam pengertian bahwa Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa sebagaimana dicerminkan dalam Pancasila. Aktif : berarti bahwa di dalam menjalankan kebijaksanaan luar negerinya, Indonesia tidak bersifat pasif-reaktif atas kejadiankejadian internasionalnya, melainkan bersifat aktif .

  1. B.A Urbanimenguraikan sebagai berikut :

                 Bebas, perkataan bebas dalam politik bebas aktif tersebut mengalir dari kalimat yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai berikut : supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas. Jadi menurut pengertian ini, dapat diberi definisi sebagai “berkebebasan politik untuk menentukan dan menyatakan pendapat sendiri, terhadap tiap-tiap persoalan internasional sesuai dengan nilainya masing-masing tanpa apriori memihak kepada suatu blok”.

 

           2.3.      Tujuan dan Prinsip Politik Luar Negeri Indonesia

  1. Tujuan Politik Luar Negeri :

                Tujuan politik luar negeri setiap negara adalah mengabdi kepada tujuan nasional negara itu sendiri. Tujuan nasional bangsa Indonesia tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 Alinea keempat yang menyatakan ”… melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial…”

Menurut Drs. Moh. Hatta, tujuan politik luar negeri Indonesia, antara lain sebagai berikut:

  1. mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga keselamatan negara;
  2. memperoleh barang-barang yang diperlukan dari luar negeri untuk memperbesar kemakmuran rakyat;
  3. meningkatkan perdamaian internasional;
  4. meningkatkan persaudaraan dengan semua bangsa.

              Tujuan politik luar negeri tidak terlepas dari hubungan luar negeri. Hubungan luar negeri merupakan hubungan antarbangsa, baik regional maupun internasional, melalui kerja sama bilateral ataupun multirateral yang ditujukan untuk kepentingan nasional.

          Jika memperhatikan kenyataan tersebut maka upaya Indonesia untuk mencapai berbagai kepentingan nasionalnya di tingkat internasional perlu ditopang melalui pengerahan segenap potensi dan sumber daya yang ada untuk mendukung sepenuhnya pelaksanaan diplomasi atau kerja sama antarnegara. Hal tersebut harus diantisipasi oleh Indonesia melalui kebijakan dan strategi politik luar negeri yang tepat sehingga Indonesia dapat menarik manfaat maksimal dalam hubungan internasional tersebut.

  1. Prinsip-Prinsip Politik Luar Negeri :

Dalam menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif, bangsa Indonseia menjalankan prinsip-prinsip berikut:

  1. Negara Indonesia menjalankan politik damai, dalam arti bangsa Indonesia bersama-sama dengan masyarakat bangsa-bangsa lain di dunia ingin menegakkan perdamaian dunia;
  2. Negara Indonesia ingin bersahabat dengan negara-negara lain atas dasar saling menghargai dan tidak akan mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Indonesia menjalankan politik bertetangga baik dengan semua negara di dunia.
  3. Negara Indonesia menjunjung tinggi sendi-sendi hukum internasional.
  4. Indonesia membantu pelaksanaan keadilan sosial internasional dengan berpedoman kepada Piagam PBB.

 

       2.4.  Landasan Politik Luar Negeri Indonesia

         Pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif memiliki landasan yang kuat dan kokoh. Landasan tersebut tercantum pada alinea pertama dan keempat Pembukaan UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 serta pasal 11 UUD 1945. Dalam alinea pertama disebutkan, ” penjajahan harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” Sedangkan dalam alinea keempat dinyatakan, ” ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial ” Pasal 11 ayat 1 UUD 1945 berbunyi, “Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan perang, membuat perdamaian dan perjanjian dengan negara lain.”

        Hal yang menjadi landasan bagi pelaksanaan politik luar negeri Indonesia adalah sebagai berikut.

  1. Pancasila sebagai Landasan Idil
    Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus dijadikan sebagai pedoman dan pijakan dalam melaksanakan politik luar negeri Indonesia.
  2. Landasan Konstitusional
    Landasan konstitusional politik luar negeri Indonesia tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 Alinea pertama dan Alinea keempat, serta pada batang tubuh UUD 1945 Pasal 11 dan Pasal 13.

1)  Alinea Pertama Pembukaan UUD 1945
“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”

2) Alinea Keempat Pembukaan UUD 1945
”… dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, …”

3) UUD 1945 Pasal 11
”Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan perang, membuat perdamaian, dan perjanjian dengan negara lain.”

4) UUD 1945 Pasal 13
Ayat 1: ”Presiden mengangkat duta dan konsul.”
Ayat 2: ”Dalam mengangkat duta, Presiden memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.”
Ayat 3: ”Presiden menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.”

  1. Landasan Operasional

       Landasan operasional yaitu : Peraturan perundang-undangan, UU No. 37 Tahun1999 tentang Hubungan Luar Negeri.

  • ketetapan MPR  mengenai garis-garis besar haluan negara ( GBHN) terutama dibidang hukum luar negeri.
  • kebijakan yang dibuat oleh presiden.
  • kebijakan atau peraturan yang dibuat oleh menteri luar negeri.

2.5.  Arah Kebijakan Politik Luar negeri Indonesia

Dalam ketetapan MPR No. IV/MPR/1999 tentang GBHN, Bab IV Arah Kebijakan, huruf C angka 2 tentang Hubungan Luar Negeri, dirumuskan hal-hal sebagai berikut:

  1. Menegaskan arah politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan berorientasi pada kepentingan nasional, menitik beratkan pada solidaritas antar negara berkembang, mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa, menolak penjajahan dalam segala bentuk, serta meningkatkan kemandirian bangsa dan kerjasama internasional bagi kesejahteraan rakyat.
  2. Dalam melakukan perjanjian dan kerjasama internasional yang menyangkut kepentingan dan hajat hidup rakyat banyak harus dengan persetujuan lembaga perwakilan rakyat.
  3. Meningkatkan kualitas dan kinerja aparatur luar negeri agar mampu melakukan diplomasi pro-aktif dalam segala bidang untuk membangun citra positif Indonesia di dunia internasional, memberikan perlindungan dan pembelaan terhadap warga negara dan kepentingan Indonesia, serta memanfaatkan setiap peluang positif bagi kepentingan nasional.
  4. Meningkatkan kualitas diplomasi guna mempercepat pemulihan ekonomi dan pembangunan nasional, melalui kerjasama ekonomi regional maupun internasional dalam rangka stabilitas, kerjasama dan pembangunan kawasan.
  5. Meningkatkan kesiapan Indonesia dalam segala bidang untuk menghadapi perdagangan bebas, terutama dalam menyongsong pemberlakuan AFTA, APEC dan WTO.
  6. Memperluas perjanjian ekstradisi dengan negaranegara sahabat serta memperlancar prosedur diplomatik dalam upaya melaksanakan ekstradisi bagi penyelesaian perkara pidana.
  7. Meningkatkan kerjasama dalam segala bidang dengan negara tetangga yang berbatasan langsung dan kerjasama kawasan ASEAN untuk memelihara stabilitas, pembangunan dan kesejahteraan.

 

2.6.     Pelaksanaan Politik Luar Negeri Pada Masa Orde Lama

             Pada masa orde lama (Demokrasi Terpimpin), politik luar negeri Indonesia pernah belok ke arah negara-negara Eropa Timur atau Uni Sovyet, dan memusuhi negara-negara eropa. Hal ini disebabkan oleh dua faktor penting, yaitu:

  1. Faktor dari dalam negeri (intern), yaitu karena dominannya (besarnya pengaruh) Partai Komunis Indonesia (PKI) menguasai kehidupan politik Indonesia;
  2. Faktor dari luar negeri (ekstern), yaitu kurang simpatiknya bangsa eropa dan Amerika dalam menghadapi berbagai persoalan di negara Indonesia.

      Dengan dua alasan itu, pemerintah Indonesia akhirnya membelokkan haluan politiknya ke arah timur (Uni Sovyet). Indonesia mengambil haluan politik luar negeri dengan membentuk Poros Jakarta _ Hanoi _ Phnom Penh _ Peking _ Pyongyang.

      Dianutnya politik luar negeri yang cenderung condong ke Sovyet menyebabkan perubahan kehidupan sosial politik bangsa Indonesia. Partai Komunis Indonesia (PKI) berkembang dengan leluasa. Partai-partai politik lain dibubarkan satu per satu, sehingga dalam negara hanya ada satu partai, yaitu Partai Komunis Indonesia (PKI). Puncaknya terjadilah peristiwa G30S/PKI pada tanggal 30 September 1965.

 

2.7.    Pelaksanaan Politik Luar Negeri Pada Masa Orde Baru

       Politik pada masa Orde Baru lebih memperhatikan masalah stabilitas regional akan menjamin keberhasilan rencana pembangunan Indonesia.

Upaya yang dilakukan Indonesia yaitu dengan :

  1. Mempertahankan persahabatan dengan pihak barat
  2. Menjalankan politik pintu terbuka bagi infestor asing serta pinjaman luar negeri.
  3. Bergabungnya kembali Indonesia sebagai anggota PBB pada 28 Desember 1966.
  4. Memperbaiki hubungan dengan sejumlah negara yang sempat renggang karena adanya  politik konfrontasi masa Orde Lama.
  5. Didirikan pula bentuk kerjasama regional ASEAN dalam rangka menjaga stabilitas kawasan.
  6. Pada 1992 Indonesia menjad ketua Gerakan Non Blok tetapi pada saat itu timbul pertikaian dan perpecahan di negara Yugoslavia (Serbia menyerang Bosnia yang mayoritas beragama Islam).
  7. Indonesia menggunakan APEC untuk menentukan posisi kepemimpinan Indonesia. Awalnya Indonesia tidak mau bergabung sebab takut tidak mampu menghadapi liberalisasi perdagangan dan dipandang dapat mengurangi rasa kerjasama dianatara negara-negara ASEAN tetapi setelah berakhirnya Perang Dingin Indonesia bergabung dalam APEC. Dengan demikian Indonesia siap untuk mengikuti perdagangan bebas bagi negara-negara berkembang pada tahun 2020.

 

2.8.   Politik Luar Negeri Indonesia Bebas Aktif di Era Globalisasi

         Kita semua memaklumi, bahwa saat ini kehidupan dunia sedang mengalami proses yang dinamakan globalisasi. Globalisasi adalah proses kehidupan yang mulai mendunia. Keadaan ini disebabkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi komunikasi dan transportasi.

       Dengan globalisasi, dunia seakan-akan terasa mengecil. Hal ini terasa sekali ketika kita sedang menyaksikan suatu peristiwa di belahan dunia lain dalam waktu yang bersamaan. Seolah-olah dunia tidak mengenal batas-batas geografis. Demikian pula bila kita mengunjungi negara lain atau daerah lain dengan menggunakan alat transportasi moderen. Untuk menempuh suatu tempat hanya diperlukan waktu yang cukup singkat. Inilah salah satu tanda globalisasi.

    Seiring dengan perkembangan globalisasi yang terus melesat, ketergantungan antarnegara menjadi semakin tinggi, baik ketergantungan secara politis, ekonomi, maupun ilmu pengetahuan dan teknologi. Menghadapi kenyataan ini, tentu saja kita harus membuka diri terhadap seluruh bangsa-bangsa di dunia. Di abad globalisasi seperti sekarang ini, suatu bangsa tidak bisa lagi hanya menjalin hubungan dengan negara-negara tertentu saja. Kebutuhan negara akan barang-barang pemuas kebutuhan warga negara semakin beraneka ragam. Dan itu tidak semua dapat diproduksi oleh negaranya. Oleh sebab itu, maka menjalin hubungan dan kerja sama yang seluas-luasnya merupakan salah satu tantangan global.

        Bagi bangsa Indonesia, politik luar negeri yang bebas dan aktif merupakan kunci dalam menjalin hubungan di abad global. Ini berarti, bagi bangsa Indonesia, globalisasi tidak harus mengubah haluan politiknya. Sebab, politik luar negeri Indonesia telah sesuai dengan tuntutan globalisasi. Politik luar negeri Indonesia memberi kesempatan dan peluang untuk melakukan hubungan dengan Negara mana pun tanpa dibatasi oleh perbedaan ideologi, politik, ekonomi, dan social budaya, serta agama.

2.9.    Perwujudan Politik Luar Negeri Indonesia Bebas Aktif

          Sebagai bangsa yang menganut politik luar negeri bebas aktif, Indonesia melakukan berbagai kegiatan yang merupakan perwujudan dari politik luar negeri bebas aktif itu. Di antara kegiatan yang dilakukan bangsa Indonesia dapat kamu baca seperti berikut ini.

  1. Menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung

     Sebagai bangsa yang pernah merasakan betapa pahitnya hidup dalam penjajahan, bangsa Indonesia memprakarsai diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika bersama dengan negara India, Pakistan, Birma, dan Sri Lanka. Persiapan untuk menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika dilakukan di Colombo (Sri Lanka) pada tanggal 28 April – 2 Mei 1954 dan di Bogor (Indonesia) pada tanggal 29 Desember 1954. Dalam persiapan itu disepakati bahwa Konferensi Asia Afrika (KAA) akan dilaksanakan di Bandung (Indonesia) pada tanggal 18 _24 April 1955. Setelah disepakati, maka pada tanggal 18 sampai dengan 24 April 1955 di Kota Bandung (Jawa Barat) diseleng-garakan Konferensi Asia Afrika, tepatnya di Jalan Asia Afrika.

        Maksud dan tujuan diadakannya Konferensi Asia Afrika di Bandung adalah untuk:

  1. meningkatkan kemauan baik (goodwill) dan kerja sama antar bangsa-bangsa Asia Afrika, serta untuk menjajagi dan melanjutkan baik kepentingan timbale balik maupun kepentingan bersama.
  2. mempertimbangkan masalah-masalah sosial, ekonomi, dan budaya dalam hubungannya dengan negara-negara peserta.
  3. mempertimbangkan masalah-masalah mengenai kepentingan khusus yang menyangkut rakyat Asia Afrika, dalam hal ini yang menyangkut kedaulatan nasional, rasialisme, dan kolonialisme.
  4. meninjau posisi Asia Afrika dan rakyatnya dalam dunia masa kini dan saham yang diberikan untuk peningkatan perdamaian dunia dan kerja sama internasional.

       Konferensi yang diselenggarakan di Bandung itu menghasilkan 10 prinsip yang dikenal dengan nama Dasa Sila Bandung.Konferensi Asia Afrika ini dihadiri oleh 29 negara Asia dan Afrika

  1. Mendirikan Gerakan Non Blok

         Seusai Perang Dunia II, negara-negara di dunia terbagi ke dalam dua blok, yaitu Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Sovyet. Adanya dua kekuatan tersebut menyebabkan terjadinya “Perang Dingin” (Cold War) di antara kedua blok itu. Akibatnya, suhu politik dunia menjadi memanas dan penuh dengan ketegangan-ketegangan. Guna mengatasi ketegangan antara Blok Barat dan Blok Timur yang terus bersitegang, bangsa Indonesia memprakarsai didirikannya Gerakan Non-Blok (Non Aligned). Negara-negara pemrakarsa Non-Blok ialah:

  1. Afghanistan
  2. India
  3. Indonesia
  4. Republik Arab Persatuan (Mesir)
  5. Yugoslavia.

       Gerakan Non Blok ini dibentuk atas dasar Dasa Sila Bandung (hasil Konferensi Asia Afrika di Bandung). Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pertama Non Blok diadakan di Beograd atau Belgrado (Yugoslavia) dari tanggal 1 – 6 September 1961 atas undangan dari Presiden Yosef Broz Tito (Yugoslavia), Abdul Nasser (Mesir), dan Sukarno (Indonesia). KTT ini dihadiri oleh 25 negara dari Asia-Afrika, Amerika Latin, dan Eropa.

       Konferensi ini dimaksudkan untuk meredakan ketegangan dunia dan menunjukkan kepada dunia bahwa masih ada pihak ketiga yang berada di luar kedua blok yang sedang bertentangan itu. Setelah diadakan KTT Non Blok I, negaranegara yang tergabung dalam Non-Blok oleh Negara –  Negara barat disebut sebagai Dunia Ketiga (The Third World). Sampai saat ini, Non-Blok telah mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) puluhan kali. Temukan KTT kedua dan seterusnya, apa keputusan yang dihasilkan dalam setiap KTT.

  1. Mengirimkan Misi Garuda (MISIRIGA)

         Politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif menyatakan, bahwa bangsa Indonesia akan senantiasa aktif dalam upaya menciptakan perdamaian dunia. Untuk mewujudkan misi ini, maka Indonesia mengirimkan misi perdamaian dunia dengan nama Pasukan Garuda. Pasukan ini diperbantukan untuk PBB dalam usaha turut mendamaikan daerah-daerah yang sedang bersengketa.

        Pada bulan Januari 1957 dikirimlah Pasukan Garuda I ke Timur Tengah di bawah komando Kolonel Hartoyo, yang kemudian diganti oleh Letnan Kolonel Suadi. Pada tahun 1960, di Kongo terjadi perang saudara. Untuk mendamaikan situasi di Kongo ini, Indonesia mengirimkan Pasukan Garuda II di bawah pimpinan Kolonel Prijatna, sedangkan sebagai komandan batalion adalah Letkol Solichin Gautama Purwanegara. Selanjutnya Misi Garuda III dikirim ke Kongo dipimpin oleh Brigjen Kemal Idris.

        Dalam setiap sengketa internasional yang menerjunkan PBB, Indonesia selalu siap sedia menjadi petugas misi perdamaian PBB melalui Pasukan Garuda. Keikutsertaan Indonesia dalam Misi Perdamaian ini tergabung dalam Pasukan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB). Dalam pengiriman misi perdamaian ini, tentara dari Indonesia mendapat sambutan baik dari negara yang menerima. Hal ini karena tentara kita mengembangkan sikap bersahabat dan cinta damai. Sampai saat ini, bangsa Indonesia telah puluhan kali terlibat dalam misi perdamaian dunia di bawah bendera Perserikan Bangsa-Bangsa (PBB).

  1. Menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)natau United Nations Organization (UNO)

        Dalam rangka mewujudkan perdamaian dunia, bangsa Indonesia ikut aktif menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tanggal 28 September 1950 dengan nomor anggota ke-60. Pada masa Orde Lama (Demokrasi Terpimpin), Indonesia pernah menyatakan keluar dari keanggotaan PBB, yakni pada tanggal 7 Januari 1965. Pada saat itu, politik luar negeri Indonesia sedang condong ke Sovyet.

        Akan tetapi, setelah zaman  orde baru, Indonesia kembali menjadi anggota PBB pada tanggal 28 September 1966 dan tetap pada urutan ke-60, karena oleh PBB Indonesia masih belum dicoret dari keanggotaan. Sebagai anggota PBB, bangsa Indonesia aktif terus dalam usaha menciptakan perdamaian dan keamanan dunia internasional, salah satu di antaranya ialah dengan aktifnya Indonesia dalam mengirimkan misi perdamaian yang tergabung dalam Misi Republik Indonesia Garuda (MISIRIGA).

  1. Mendirikan ASEAN

          Sebagai perwujudan dari politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif, pada tanggal 8 Agustus 1967, Indonesia dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya mendirikan organisasi yang diberi nama ASEAN (Association of The South East Asian Nations), Organisasi Negara-negara Asia Tenggara.

           ASEAN ini didirikan berdasarkan Deklarasi Bangkok. Tujuan didirikannya ASEAN adalah untuk:

  1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, serta mengembangkan kebudayaan di kawasan ini melalui usaha bersama dalam semangat kebersamaan dan persahabatan untuk memperkokoh landasan sebuah masyarakat bangsa-bangsa Asia Tenggara yang sejahtera dan damai;
  2. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan jalan menghormati keadilan dan ketertiban hukum dalam hubungan antarnegara di kawasan ini serta mematuhi prinsip-prinsip Piagam PBB;
  3. Meningkatkan kerja sama yang aktif dan saling membantu dalam masalah yang menjadi kepentingan bersama di bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi;
  4. Saling memberi bantuan dalam bentuk sarana pelatihan dan penelitian dalam bidang-bidang pendidikan, profesi, teknik, dan administrasi;
  5. Bekerja sama secara lebih efektif guna meningkatkan pemanfaatan pertanian dan industri, perluasan perdagangan dan pengkajian masalah-masalah komoditi internasional, perbaikan sarana-sarana, pengangkutan dan komunikasi serta taraf hidup rakyatnya;
  6. Memelihara kerja sama yang erat dan berguna dengan organisasi – organisasi internasional dan regional dengan tujuan serupa yang ada dan untuk menjajaki segala kemungkinan untuk saling bekerja sama secara erat di antara mereka sendiri. Tujuan tersebut termaktub dalam Deklarasi Bangkok yang ditanda  tangani oleh lima menteri luar negeri negara-negara Asia Tenggara. Kelima menteri tersebut ialah:
  7. Adam Malik (Indonesia)
  8. Tun Abdul Razak (Malaysia)
  9. Thanat Khoman (Thailand)
  10. Rajaratnam (Singapura),Narcisco Ramos (Filipina).

       Dalam usaha memelihara stabilitas dan keamanan Asia Tenggara, Indonesia memprakarsai untuk melakukan pendekatan agar Asia Tenggara menjadi daerah bebas nuklir. Pada saat berkecamuk Perang Vietnam, Indonesia juga memprakarsai diselenggarakannya Jakarta Informal Meeting (JIM) yang membahas mengenai upaya-upaya mendamaikan Vietnam.

  1. Menjalin Kerja Sama dengan Negara-negara di Dunia

            Politik luar negeri yang bebas dan aktif memberikan kesempatan kepada bangsa Indonesia untuk melakukan hubungan dengan negara-negara lain di dunia. Itulah sebabnya, sehingga bangsa Indonesia juga menjalin hubungan kerja sama dengan negara-negara di dunia, baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan ilmu pengetahuan, tanpa membatasi diri dengan negara-negara blok barat saja atau blok timur saja. Sebagai perwujudannya, bangsa kita menjadi anggota oragnisasi internasional. Dalam organisasi internasional, Indonesia juga bekerja sama dalam OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries =Negara-negara pengekspor minyak), Organisasi Konferensi Islam (OKI), dan APEC (Asia Pacific Economic Cooperation = Kerjasama Ekonomi Negara Asia Pasifik). Selain itu, Indonesia juga menjadi anggota organisasi internasional lainnya.

            2.10.   Peran Perwakilan Diplomatik dalam Pelaksanaan Politik Luar Negeri

  1. Pengertian Perwakilan Diplomatik

     Perwakilan diplomatic adalah lembaga kenegaraan diluar negeri yang bertugas membina hubungan politis dengna negara lain. Jenis perwakilan diplomatik adalah kedutaan besar yang ditugaskan tetap di suatu negara tertentu dan perutusan tetap yang ditempatkan pada suatu organisasi internasional (PBB). Ketua perwakilan diplomatatk oleh seorang duta besar luar biasa dan berkuasa penuh serta bertanggung jawab kepada presiden melalui mentri luar negeri atau Kementrian Luar Negeri.

  1. Fungsi dan Peran Perwakilan Diplomatik

          Secara umum fungsi perwakilan diplomatik adalah sebagai berikut.

  1. Lambang prestise nasional di luar negeri
  2. Mewakili kepala negera di negera penerima
  3. Sebagai perwakilan yuridis yagn resmi dari pemerintahnya
  4. Sebagai perwakilan politik, yaitu perantara hubungan negaranya dengan negara yang ditempatinya.
  5. Menjamin efisiensi perwakilan suatu negara di luar negeri
  6. Memelihara dan melindungi kepentingan negara dan warga negara penerima.
  7. Perangkat Perwakilan Diplomatik

      Berdasarkjan Kongres Wina tahun 1815 dan Kongres Aux La Chapella 1818 (Kongres Achen), perangkat diplomatic adalah sebagai berikut.

  1. Duta besar berkuasa penuh (ambassador) adalah tingkat tertinggi dalam perwakilan diplomatic yang mempunyai kekuasaan penuh dan luar biasa ambassador biasanya mewakili pribadi kepala negara dan bangsa serta rakyatnya.
  2. Duta (gerzant) adalah wakil diplomatik yang pengangkatannya lebih rendah dari ambassador. Seorang duta dalam menyelesaikan kedua negera harus berkonsultasi dengan pemerintahannya.
  3. Mentri presiden, dianggap bukan wakil pribadi kepala negera. Ia hanya mengurus urusan negara. Pada dasarnya ia tidak mengadakan pertemuan dengan kepala negara di mana dibedakan atas:
  4. Kuasa usaha tetap yang menjabat sebagai kepala dari suatu perwakilan.
  5. Kuasa usaha sementara yang melaksanakan pekerjaan dari kepala perwakilan, yaitu ketika pejabat kepala perwakilan belum atau tidak ada ditempat.
  6. Atase-atase adalah pejabat pembant dari duta berkuasa penuh. Atase terdiri dari 2 bagian, yaitu:
  7. Atase pertahanan, biasa dijabat oleh seorang perwira TNI yang diperbantukan kepada Kemlu dengan pangkat perwira menegah dan ditempatkan di KBRI serta diberikan kedudukan sebagai diplomat. Tugasnya adalah memberikan nasihat di bidang militer dan pertahanan kepala duta besar berkuasa penuh.
  8. Atase teknis, dijabat oleh PNS tertentu yang tidak berasal dari pejabat Kemlu dan ditempatkan di KBRI untuk membantu tugas-tugas duta besar. Atase teknis berkuasa penuh dalam melaksanakan tugas-tugas teknis sesuai dengan tugas pokok dari kementriannya. Misalnya, atase perdagangan, atase pendidikan, dan kebudayaan, serta atase perindustrian.

BAB II

PENUTUP

3.1       Kesimpulan

  1. Politik luar negeri Indonesia merupakan bebas aktif. Bebas, artinya bahwa bangsa kita bebas menjalin hubungan dengan negara-negara lain di dunia tanpa harus terikat dengan blok barat atau blok timur. Aktif, artinya bahwa kita akan senantiasa berusaha menciptakan dan mewujudkan kehidupan dunia yang aman dan damai.
  2. Landasan pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif tertuang dalam alinea pertama dan keempat Pembukaan UUD 1945 serta dalam pasal 11 UUD 1945.
  3. Sebagai wujud pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif, Indonesia melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
  4. menjadi anggota PBB pada tanggal 28 September 1950.
  5. menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1 9 5 5
  6. mengirimkan misi perdamaian dunia yang tergabung dalam Misi Republik          Indonesia Garuda (MISIRIGA)
  7.  membentuk gerakan non blok (non aligned) untuk meredakan ketegangan akibat perang dingin antara blok barat yang dipimpin Amerika Serikat dan blok timur yang         dipimpin Uni Sovyet.
  8.  Membentuk organisasi ASEAN untuk menciptakan stabilitas Asia Tenggara yang aman, tertib, dan damai pada tanggal 8 Agustus 1967.
  9.  Menjalin kerja sama ekonomi, politik, sosial budaya, dan iptek dengan negara- negara di dunia.Aktif dalam organisasi internasional seperti OKI, APEC, OPEC, dan       sebagainya.

3.2       Saran

            Sebagai bangsa yang baik, kita seharusnya mengetahui sejarah peristiwa yang berkaitan dengan negara kita Republik Indonesia yang dapat kita jadikan pelajaran untuk  dapat turut serta membangun bangsa Indonesia semakin baik kedepannya. Salah satunya kita perlu mempelajari polik luar negeri Indonesia Bebas Aktif. Pelaksanaan politik luar negeri yang bebas dan aktif ditujukan untuk mencapai kepentingan dan tujuan nasional sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

DAFTAR PUSTAKA

 

Diposkan pada Proposal

PROPOSAL PEMBUATAN KERAJINAN FUNGSI PAKAI DARI BAHAN LIMBAH

A. Deskripsi Perusahaan

  1. Deskripsi Umum

            Usaha rumahan pembuatan produk kerajinan dari bahan limbah. Limbah bungkus susu sachet yang sudah tak bernilai diubah menjadi suatu produk yang bernilai serta bermanfaat. Bungkus susu sachet kami ubah menjadi suatu produk kerajinan berupa tas berbentuk  seperti tabung tanpa tutup yang dapat digunakan sebagai wadah atau tempat botol minuman.

  1. Visi, Misi, dan Tujuan
  • Visi

Kreatif, Inovatif dan Inspiratif

  • Misi
  1. Menciptakan dan menghasilkan produk yang bermanfaat dan berkualitas bagi masyarakat.
  2. Meningkatkan kreatifitas generasi muda.
  3. Memanfaatkan sampah dan mengubahnya menjadi barang yang berguna.
  • Tujuan
  1. Mengurangi pengangguran
  2. Menciptakan usaha yang kreatif,inovatif dan ramah lingkungan
  3. Mengembangkan potensi kerajinan dari limbah
  4. Menciptakan lapangan pekerjaan.
  5. Mengurangi dampak pencemaran lingkungan.
  6. Mendapatkan keuntungan atau laba.
  1. Jenis Usaha

Usaha perdagang, Perusahaan ini bergerak dalam pembuatan barang (industry kecil) yang bahan bakunya adalah bungkus susu sachet.

  1. Produk yang dihasilkan

     Tas wadah botol minuman,semakin tingginya minat masyarakat akan produk-produk unik dan menarik sehingga timbulnya kreatifitas membuat produksi ini. Adapun kualitas atau mutu produk yang kami hasilkan memiliki beberapa keunggulan:

  1. Bermacam-macam bentuk dan ukurannya yang unik dan menarik
  2. Harga yang terjangkau
  3. Kualitas dan mutu yang berkualitas

 

B. Pasar dan Pemasaran

  1. Gambaran Lingkungan Usaha

            Usaha kami dirikan di lingkungan pedesaan yang strategis, mudah dijangkau konsumen dan dekat dengan bahan baku utama pembuatan produk. Lokasi usaha yang kami pilih yaitu Lokasi usaha berada di Ds.Kertomulyo 04/01 Margoyoso- Pati. Potensi lingkungan masih sangat jarang yang mengkreasikan daur ulang barang-barang bekas menjadi sebuah benda yang bermanfaat dan mempunyai nilai jual yang lebih. Sehingga peluang yang didapatkan semakin besar.

  1. Kondisi Pasar
  • Sasaran Pasar

            Target konsumen yang kami tuju adalah semua kalangan mulai dari kalangan menengah ke bawah sampai menengah ke atas. harga dari produk ini sangat terjangkau mulai harga dari ribuan hingga ratusan ribu tergantung jenis barang dan jumlah pesanan barang tersebut.

                        Jenis pasar yang dimasuki usaha ini dikatakan sebagai pengikut pasar          (follower market)Yaitu, pasar yang memiliki pelanggan pasar walau tidak terlalu besar.   telah banyak pabrik besar yang membuat produk-produk serupa, tetapi Saya             berkeyakinan mampu memproduksi barang yang lebih bervariasi, sehingga dapat       memilikimpelanggan tesendiri.

  • Peluang Pasar

            Kecenderungan masyaraaakat akan sesuatu yang bermanfaat unik dan baru menyebabkan daya beli produk ini meningkat,sehingga permintaan akan produk akan ini selalu terus bertambah.

  • Estimasi Pangsa Pasar

            Perkiraan pasar masih sekitar Kota Pati yakni sekitar Tayu, Margoyoso, Trangkil, Wedarijaksa, Dukuhseti.

  1. Rencana Pemasaran
  • Penetapan Harga

                        Harga yang akan dikenakan adalah harga yang diperkirakan akan terjangkau oleh masyarakat sekitar. Setelah memperhitungkan dengan cukup matang, akhirnya kami tetapkan sebagai harga awal berikut adalah tabel harga jasa produk yang ditawarkan. adapun untuk selanjutnya harga akan disesuaikan dengan perkembangan selanjutnya.

Rencana harga    :

Produk Harga
Tas wadah botol Rp. 25.000,-/pcs
  • Strategi Pemasaran
  1. Menyebarkan brosur
  2. Menempelkan poster ke berbagai tempat
  3. Mendatangkan langsung konsumennya
  4. Melalui situs website/online

  Strategi pemasaran lain yang akan diterapkan

              Deferensiasi

                           Kami mencoba menghadirkan suatu produk yang unik dan mempunyai nilai jual yang tinggi, yang dalam pembuatannya menggunakan barang-barang bekas yang dirubah menjadi suatu produk yang masih dapat dimanfaatkan kembali. Tampilan dari tas ini kami buat semenarik mungkin dan unik sehingga membuat konsumen menjadi tertarik.

                 Strategi produk

  • Memberikan diskon produk bagi pemesanan yang cukup banyak .
  • Melayani pesanan melalui telepon, sms,facebook dan twitter.
  • Membuat tampilan produk semenarik mungkin.

      Strategi tempat

            Memilih tempat strategis, ramai dikunjungi orang, serta tempat yang sering dilewati  dan mudah terjangkau oleh manusia.

      Biaya terjangkau

            Strategi ini dilakukan dengan memberikan harga yang terjangkau oleh semua          kalangan .

  • Estimasi Penjualan

Harga jual dan hasil dalam 1 bulan

Nama Barang Harga Bersih
Tas Botol Rp.25.000,-

C. Aspek Produksi

  1. Deskripsi Lokasi

            Lokasi usaha berada di Ds.Kertomulyo 04/01 Margoyoso- Pati

  1. Fasilitas dan Peralatan Produksi
No Nama Peralatan
1. Gunting
2. Baskom
  1. Kebutuhan Bahan Baku

            Keterkaitan dengan bahan lain termasuk perolehan bahan baku.Dalam membuat     produk ini membutuhkan barang-barang antara lain :

No Nama Bahan
1. Bungkus susu sachet
2. Air
  1. Kebutuhan Tenaga Kerja

                                    Jumlah tenaga kerja yang dalam pembuatan produk ini ada 5 orang. Dimana dua orang bertugas sebagai pengumpul bungkus susu sachet, dua orang bertugas memproduksi kerajinan dan satu orang terakhir sebagai penjual atau pempromosi.

  1. Proses Produksi
  2. Bungkus susu sachet dicuci hingga bersih dan dikeringkan.
  3. Gunting satu bungkus susu menjadi dua.
  4. Lipat bagian kanan dan kiri ke dalam hingga menjadi satu lipatan.
  5. Masukkan ujung lipatan bungkus 1 pada celah lipatan bungkus 2.
  6. Kaitkan lipatan bungkus yang lain dengan posisi mengunci.
  7. Susun hingga terbentuk wadah.
  8. Untuk membuat tali, gunting satu bungkus susu menjadi 3 bagian.
  9. Lipat bagain kanan dan kiri kedalam hingga membentuk 1 lipatan.
  10. Kaitkan liaptan lipatan tersebut hingga membentuk huruf “U”
  11. Kemudian kaitkan dengan sisi kanan dan kiri wadah yang sudah jadi.
No Tahapan Produksi Jenis aktivitas & teknik yang digunakan Alat/ bahan Metode & Alat K3
1. Penambahan Pembersihan dan pencucian bungkus susu sachet Sabun cuci, air dan baskom Pemberihan dengan dicuci dengan sabun cuci hingga bersih dan dikeringkan.

K3: Sarung tangan dan masker.

 

2. Pembentukan Gunting satu bungkus susu, menjadi dua bagian.

Lipat bagian kiri dan kanan ke dalam hingga menjadi satu lipatan.

Masukan ujung lipatan bungkus satu pada celah lipatan bungkus dua.

Kaitan lipatan bungkus lain dengan posisi mengunci

Untuk menbuat tali: gunting satu bungkus susu menjadi 3 bagian, lipat bagian kiri dan kanan hingga membentuk satu lipatan,kaitan lipatan hingga membentuk huruf “U”

Gunting Membentuk sebuah pola yang sama.

 

K3: masker

3. Perakitan Susun hingga terbentuk wadah, kaitkan tali pada bagian sisi kiri dan kanan wadah yang sudah jadi. K3: masker
4. Finishing Menghias produk agar terlihat menarik K3: masker
5. Pemasaran Memasarkan secara langsung atau melalui media lain seperti brosur dan sosial media Laptop, Hp Brosur, Transportasi
  1. Kapasitas produksi

          Hasil produk yang dihasilkan tergantung pada jumlah bungkus susu sachet yang    diperoleh dari hasil pengumpulan. Semakin banyak bungkus susu yang dikumpulkan, semakin banyak produk yang dihasilkan.

  1. Biaya Produksi
No Bahan Baku Jumlah Harga Satuan (Rp.) Biaya (Rp.)
1. Bungkus susu sachet 0 0
Tenaga Kerja
1. Pengrajin 5 20.000 100.000
Overhead
1. Sabun Cuci 1 botol 10.000 10.000
Biaya Tetap
1. Gunting 2 5.000 10.000
2. Baskom 2 3.000 6.000
Biaya Produksi 126.000

D. Aspek Keuangan

  1. Biaya Pemasaran,Administrasi, dan Umum

Biaya operasional per produksi, setiap produksi dapat berubah-ubah tergantung jumlah produk yang dihasilkan.

Bahan baku                                         : Rp.0

Tenaga kerja                                        : Rp. 100.000

Biaya overhead                                   : Rp. 10.000

Biaya promosi                                     : Rp. 30.000

Biaya transportasi                               : Rp  30.000

Biaya penyusutan alat                         : Rp. 16.000

Biaya lain-lain                                     : Rp. 20.000

Total Biaya                                        :Rp. 206.000

  1. Sumber Pembiayaan dan Penggunaan Dana

            Sumber pembiayaan dari usaha kami diperoleh dari uang tabungan yang kami kumpulkan jauh-jauh hari sebelumnya. Karena modal yang kami keluarkan tidak terlalu banyak jadi kami cukup menggunakan uang kami sendiri tanpa ada pinjaman dana dari pihak lain.

            Dana dari modal yang kami kumpulkan kami gunakan utuk membeli kebutuhan produksi dan pemasaran.

Tipe Sumber Lama, Bunga Pinjam Jumlah
Modal (v) Simpanan sendiri

(x) Mitra

Rp. 210.000

Rp. 210.000

Pinjaman 1 (x) Keluarga

(x) Teman- teman

(x) Pinjaman uang

Pinjaman 2 (x) Koperasi kredit

(x)Program pemerintah

(x) Pinjaman bank

Total Dana Rp. 210.000
  1. Proyeksi laba rugi

Cash Flow

No Keterangan     Produksi (Rupiah)      
    ke-1 ke-2 ke -3 ke-4 ke-5 ke -6
1. Pendapatan 300.000 400.000 500.000 600.000 700.000 800.000
2. Biaya Operasional            
  -bahan baku
  -tenaga kerja 100.000 100.000 100.000 100.000 100.000 100.000
  -promosi 30.000 30.000 30.000 30.000 40.000 40.000
  -penyusutan alat 4.000 4.000 4.000 4.000
  -transportasi 30.000 30.000 30.000 30.000 40.000 40.000
  -biaya overhead 10.000 10.00 20.000 20.000 30.000 30.000
  -biaya lain-lain 20.000 20.000 20.000 30.000 30.000 30.000
  Total biaya operasional 194.000 194.000 204.000 214.000 240.000 240.00
3. Laba/Rugi 106.000 206.000 296.000 386.000 460.000 560.000

NB: BEP (Titik Impas yakni titik dimana modal kembali) tercapai pada produksi  ke-2

Diposkan pada Makalah

Makalah Bioteknologi dalam Bidang Pangan

KATA PENGANTAR

            Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah, karena atas rahmat, taufik, dan hidayah-Nylah sehingga saya dapat menyelesaikan Makalah Mikrobiologi “Bioteknologi dalam Bidang Pangan”.

            Pada kesempatan kali ini, saya mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah meluangkan waktunya untuk membantu saya dalam menyelesaikan makalah ini, diantaranya :

  1. Bapak Sigit Nugroho S.Pd selaku guru dalam mapel tersebut.
  2. Kedua orangtua yang selalu memberi motivasi baik moril maupun materiil.
  3. Teman-teman atas kerja samanya dalam penyusunan makalah ini.

            Saya menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini, tentu masih terdapat beberapa kesalahan dan masih jauh dari yang diharapkan. Maka dari itu, kami membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun, agar kedepannya dapat mencapai kesempurnaan.

            Akhir kata, semoga Makalah ini dapat digunakan dan dimanfaatkan bagi kita semua. Amin.

Pati, 17 Januari 2014

Penulis

 BAB I

PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang

            Bioteknologi adalah pemanfaatan mikroorganisme untuk menghasilkan suatu produk yang dapat digunakan oleh manusia.Bioteknologi dibagi menjadi dua, yaitu, bioteknologi konvensional (tradisional) dan bioteknologi modern.Bioteknologi konvensional biasanya menggunakan mikroorganisme berupa bakteri, jamur, dll. Sedangkan bioteknologi modern biasanya menggunakan teknologi-teknologi yang dapat membantu kita dalam proses pengkloningan, kultur jaringan.

     Pengolahan makanan dengan cara fermentasi merupakan jenis pengolahan makanan yang cukup tua. Secara tradisional banyak dilakukan di tingkat rumah tangga. Indonesia sangat kaya akan produk-produk pangan hasil proses fermentasi. Salah satu contohnya tape. Untuk itu agar tape tidak punah dikalangan masyarakat dibuatnya makalah ini.

1.2            Rumusan Masalah

  1. Apa itu tape?
  2. Teknologi apa yang digunakan untuk membuat tape?
  3. Apa saja kelebihan dan kekurangan dari tape?
  4. Bagaimana reaksi ketika pembuatan tape?
  5. Bagaimana cara membuat tape?

1.3       Tujuan

  1. Mengetahui pengertian tape.
  2. Mengetahui teknologi yang digunakan dalam pembuatan tape.
  3. Mengetahui kelebihan dan kekurangan dari tape.
  4. Mengetahui reaksi yang terjadi selama pembuatan tape.
  5. Mengatahui caara pembuatan tape.

 BAB II

PEMBAHASAN

2.1          Pengertian Tape

            Tape merupakan makanan fermentasi tradisional yang sudah tidak asing lagi.Tape dibuat dari beras, beras singkong, atau dari singkong (ketela pohon). Berbeda dengan makanan-makanan fermentasi lain yang hanya melibatkan satu mikroorganisme yang berperan utama, seperti tempe atau minuman alkohol, pembuatan tape melibatkan banyak mikroorganisme.

tape_singkong

            Tape dibuat dari bahan dasar ketela pohon dengan menggunakan sel-sel ragi. Ragi menghasilkan enzim yang dapat mengubah zat tepung menjadi produk yang berupa gula dan alkohol. Di dalam ragi tape terdapat mikroorganisme yang dapat mengubah karbohidrat (pati) menjadi gula sederhana (glukosa) yang selanjutnya diubah lagi menjadi alkohol. Beberapa jenis mikroorganisme yang terdapat dalam ragi adalah Chlamydomucor oryzae,Rhizopus oryzae, Mucor sp. , Candida sp. , Saccharomyces cerevicae, Saccharomycesverdomanii, dan lain-lain.

2.2       Teknologi Pembuatan Tape

Pembuatan tape termasuk dalam bioteknologi konvensional (tradisional) yakni bioteknologi yang memanfaatkan mikroorganisme untuk memproduksi alkohol, asam asetat, gula, atau bahan makanan, seperti tempe, tape, oncom, dan kecap.

  • Keuntungan Bioteknologi Konvensional
  1. Meningkatkan nilai gizi dari produk-produk makanan dan minuman, seperti air susu menjadi yoghurt, mentega, keju.
  2. Teknologinya relatif sederhana,
  3. Menciptakan sumber makanan baru, misalnya dari air kelapa dapat dibuat Nata de coco
  4. Secara tidak langsung dapat meningkatkan perekonomian rakyat karena bioteknologi konvensional tidak banyak membutuhkan biaya karena biaya yang digunakan relatif murah
  5. Pengaruh jangka panjang umumnya sudah diketahui karena sistemnya sudah mapan
  • Kerugian Bioteknologi Konvensional
  1. Tidak dapat mengatasi masalah ketidaksesuaian (inkompatibilitas) genetic
  2. Perbaikan sifat genetik tidak terarah
  3. Hasil tidak dapat diperkirakan sebelumnya
  4. Memerlukan waktu yang relatif lama untuk menghasilkan galur baru
  5.       Tidak dapat mengatasi kendala alam dalam sistem budidaya tanaman, misalnya hama.

2.3     Kelebihan dan Kekurangan Tape

  • Kelebihan Tape

Fermentasi tapai dapat meningkatkan kandungan Vitamin B1(tiamina) hingga tiga kali lipat. Vitamin ini diperlukan oleh sistem saraf, sel otot, dan sistem pencernaan agar dapat berfungsi dengan baik.

Kelebihan lain dari tapai adalah kemampuannya tapai mengikat danmengeluarkan aflatoksin dari tubuh. Aflaktosin merupakan zat toksik atau racun yang dihasilkan oleh Kapang.

  • Kelemahan Tape

Konsumsi tapai yang berlebihan dapat menimbulkan infeksi pada darah dangangguan sistem pencernaan. Selain itu, beberapa jenis bakteri yang digunakan dalam pembuatan tapai berpotensi menyebabkan penyakit pada orang-orang dengan sistem imun yang terlalu lemah seperti anak-anak balita, kaum lanjut usia, atau penderita HIV .

2.4     Reaksi Tape

Reaksi dalam fermentasi singkong menjadi tape adalah glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana , melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5OH). Reaksi fermentasi ini dilakukan oleh ragi, dan digunakan pada produksi makanan.

Persamaan Reaksi Kimia :

C6H 12O6         ®     2C2H5OH  + 2CO2 + 2ATP

Energi yang dilepaskan: 118 kJ /mol) dijabarkan sebagai Gula (glukosa, fruktosa, atau sukrosa) ®Alkohol (etanol) +Karbon dioksida + Energi(ATP).

Fermentasi ini sendiri adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan       anaerobik (tanpa oksigen).

Fermentasi yang baik dilakukan pada suhu 28-30ͦ C dan membutuhkan waktu 45 jam .

2.5       Pembuatan Tape

  • Alat : Kompor, panci, sendok, pisau, piring, wadah untuk melakukan fermentasi, baskom.
  • Bahan: Air, singkong, ragi tape, daun pisang
  • CARA KERJA/PROSEDURE
  1. Singkong dikupas dan dipotong sesuai selera. Kemudian, baru dicuci hingga bersih.
  2. Singkong yang telah dicuci, direbus atau dikukus, maksudnya agar setelah jadi tape   tidak lembab, dan mudah berair.
  3. Setelah matang diangkat dan didinginkan , Ragi tape dihancurkan sampai halus kemudian taburkan pada singkong sampai merata
  4. Singkong yang sudah diberi ragi disimpan didalam baskom/keranjang yang sudah          diberi alas dari daun pisang, kemudian setelah singkong dimasukkan tutup dengan       daun pisang selama 2 hari 2 malam.
  5. Setelah cukup waktu dibuka dan dilihat hasilnya berupa singkong yang telah jadi           tape.

 BAB III

PENUTUP

3.1     Kesimpulan

  1. Pembuatan tape termasuk dalam bioteknologi konvensional (tradisional) karena masih menggunakan cara-cara yang  terbatas.
  2. Pada proses pembuatan tape, jamur ragi akan memakan glukosa yang ada di dalam singkong sebagai makanan untuk pertumbuhannya, sehingga singkong akan menjadi lunak, jamur tersebut akan merubah glukosa  menjadi alkohol.
  3. Dalam pembuatan tape, ragi (Saccharomyces cereviceae) mengeluarkan enzim yang dapat memecah karbohidrat pada singkong menjadi gula yang lebih sederhana. Oleh karena itu, tape terasa manis apabila sudah matang walaupun tanpa diberi gula sebelumnya.
  4. Kegagalan dalam pembuatan tape biasanya dikarenakan enzim pada ragi  Saccharomyces cereviceae  tidak pecah apabila terdapat udara yang mengganggu proses pemecahan enzim tersebut.

3.2     Saran

  1. Sebaiknya para pemuda dibekali ilmu pengetahuan yang cukup supaya cepat diterapkan dalam setiap langkah kehidupannya masing-masing.
  2. Kita harus menyambut fermentasi dengan baik sehingga pemanfaatannya dapat kita rasakan dengan sendirinya.

Daftar pustaka

http://haris1aja.wordpress.com/2010/04/28/cara-pembuatan-tape-singkong/

http://riyyanna25.blogspot.com/2013/03/informasi-seputar-tape-singkong.html

http://bnetpwj.blogspot.co.id/2015/02/makalah-pembuatan-tape-sngkong.html

https://frahmina.wordpress.com/2015/09/24/laporan-biologi-pembuatan-tape-singkong/